5 Penyebab Mata Merah yang Paling Sering

Oleh dr. Dyan Mega Inderawati pada 30 Sep 2019, 11:30 WIB
Penyebab mata merah bervariasi tergantung faktor pemicunya. Berikut ini adalah penyebabnya yang paling sering.
5 Penyebab Mata Merah yang Paling Sering (Sruilk/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Mata merah adalah suatu kondisi selaput putih mata menjadi kemerahan, baik sebagian atau seluruhnya. Walau sebagian kasus mata merah tidak berbahaya, tetapi ada pula kondisi bahaya yang perlu penanganan serius. Karenanya, mari kenali apa saja penyebab mata merah yang paling sering terjadi.

  1. Konjungtivitis

Konjungtivitis adalah salah satu penyebab tersering mata merah. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh infeksi virus dan sangat mudah menyebar dari orang satu ke orang lain. Perantara penyebarannya adalah tangan yang terkontaminasi cairan mata penderita.

Dari penderita, virus ini kemudian berpindah ke mata orang lain dan menyebabkan peradangan di pembuluh darah mata. Peradangan inilah yang membuat pembuluh darah melebar dan terlihat kemerahan. 

  1. Mata kering

Mata merah juga bisa terjadi akibat kondisi dalam mata yang terlalu kering. Pada kondisi ini, mata merah bisa disertai keluhan gatal, rasa mengganjal, nyeri, banyak air mata, dan pandangan kabur.

Pada kondisi normal, mata memproduksi cairan yang membuatnya selalu lembap. Namun pada beberapa orang, produksi cairan ini tidak mencukupi, sehingga sangat mudah timbul iritasi mata.

Iritasi ini yang kemudian membuat mata menjadi sering merah dan akan membaik dengan pemberian tetes mata buatan. Bila tetes mata buatan ini tidak juga dapat membantu, maka tindakan operasi bisa menjadi opsi pengobatan.

  1. Alergi

Di samping infeksi dan mata kering, alergi juga bisa menyebabkan mata merah. Kondisi ini umumnya disertai juga dengan gejala lain seperti mata gatal, berair, kelopak mata bengkak, juga bersin- bersin atau pilek.

Pada kasus ini, pemicu alergi (allergen) harus diketahui pasti agar mata merah bisa dihindari.

  1. Perdarahan subkonjungtiva

Selaput putih mata berisikan banyak pembuluh darah kecil. Karena suatu sebab, dinding pembuluh darah kecil ini bisa robek dan mengakibatkan perdarahan. Kondisi inilah yang dinamakan perdarahan subkonjungtiva.

Selain karena benturan, menggosok mata atau batuk yang terlalu kuat juga bisa menyebabkan perdarahan subkonjungtiva. Selain itu, orang dengan diabetes dan hipertensi juga kerap mengalami kondisi ini secara spontan tanpa ada pemicu spesifik.

Walau bisa tampak menyeramkan, tetapi mata merah akibat perdarahan subkonjungtiva umumnya tidak berbahaya dan akan membaik sendiri dalam hitungan hari.

  1. Ulkus kornea

Ulkus kornea juga bisa menjadi salah satu penyebab mata merah. Kondisi ini dapat terjadi akibat infeksi bakteri di mata, cedera, serta benturan dan perlukaan akibat benda asing. Kondisi ini merupakan salah satu kondisi gawat darurat mata yang harus segera diobati.

Bila dibiarkan atau tidak mendapatkan pengobatan yang tepat, ulkus kornea dapat menyebabkan kebutaan. Pengobatan yang umumnya diperlukan berupa tetes mata antibiotik atau anti jamur. Pada beberapa kasus, bahkan diperlukan transplantasi kornea.

Kapan harus pergi ke dokter?

Sebagian kasus mata merah memang tidak memerlukan penanganan khusus dan akan sembuh dengan sendirinya. Namun ingat, sebagian lainnya, misalnya pada kasus mata merah akibat ulkus kornea, butuh penanganan cepat dan tepat untuk menghindari kebutaan.

Jadi, jika mata tampak merah saat sedang bercermin, cermati tanda-tanda bahaya di bawah ini:

  • Mata merah setelah mengalami benturan
  • Disertai nyeri kepala
  • Ketajaman penglihatan menurun
  • Melihat lingkaran putih ketika menatap cahaya
  • Keluar cairan berwarna kuning atau kehijauan dari mata
  • Sedang mengonsumsi obat pengencer darah
  • Tidak ada gejala lain, tetapi gejala tak kunjung sembuh lebih dari 7 hari

Apabila Anda mendapati tanda-tanda di atas, jangan lagi tunda untuk memeriksakan diri ke dokter. Namun tanpa adanya gejala-gejala di atas, baiknya mata merah yang terjadi, khususnya yang frekuensinya cukup sering, sebaiknya juga diperiksakan dokter agar penyebabnya diketahui dan segera ditangani. Fungsi penglihatan dapat segera pulih, beragam komplikasi pun bisa dihindari.

[NP/RN]