Bantu Korban di Maluku, Ini Daftar Obat-obatan yang Penting Pasca Gempa

Oleh Ayu Maharani pada 30 Sep 2019, 12:30 WIB
Ingin bantu korban gempa Maluku? Jangan cuma kirim mi instan, mereka juga butuh obat-obatan penting pasca terjadinya gempa. Apa saja itu?
Bantu Korban di Maluku, Ini Daftar Obat-obatan yang Penting Pasca Gempa (Foto: Dok. BNPB)

Klikdokter.com, Jakarta Sering kali, saat terjadi bencana alam seperti gempa bumi, obat-obatan penting pasca gempa justru tak menjadi prioritas utama ketika masyarakat memberikan bantuan. Umumnya, Anda hanya berpikir soal makanan instan, pakaian, atau alas tidur. 

Hal-hal tersebut memang krusial, namun, obat-obatan juga penting. Sebab, tak semua korban selamat dari gempa dalam kondisi yang baik-baik saja. 

Bertahan di tengah kekacauan seperti yang kini dialami para korban gempa Maluku tentu tidak mudah. Dilansir dari Liputan6.com, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, hingga Minggu (29/09) pukul 08.00 WIB, korban meninggal dunia mencapai 30 orang dan luka-luka sebanyak 156 orang. 

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Provinsi Maluku mencatat total pengungsi pasca gempa berkekuatan magnitudo 6,5 di Ambon, Maluku mencapai 247.239 jiwa. Mereka tersebar di berbagai daerah. 

Deretan obat yang dapat Anda berikan pada korban bencana alam

Untuk meringankan penderitaan yang dirasakan oleh ratusan ribu pengungsi tersebut, berikut ini adalah daftar obat yang bisa Anda berikan pada mereka: 

  • Parasetamol

Parasetamol adalah obat pereda nyeri yang umum dan aman digunakan oleh banyak orang. Risiko parasetamol menimbulkan alergi juga lebih kecil ketimbang ibuprofen. 

Pada orang yang yang sedang mengalami demam atau nyeri, akan terjadi pelepasan unsur prostaglandin di dalam tubuhnya. Dengan mengonsumsi parasetamol, zat tersebut bisa dihambat.

  • Obat Antidiare

Korban bencana alam rentan mengalami diare. Oleh sebab itu, Anda dapat menyumbang obat anti-diare berupa tablet karbon arang aktif dan juga oralit instan. 

Bila perlu, Anda pun dapat memberikan suplemen probiotik untuk meningkatkan jumlah bakteri ‘baik’ di dalam saluran cerna korban bencana gempa yang terserang diare. 

  • Kapas atau kasa steril

Setelah dibersihkan terlebih dahulu dengan air mengalir, luka terbuka para korban gempa juga harus diobati dengan alkohol 70 persen atau povidone iodine. Keduanya berfungsi untuk membunuh bakteri, sehingga luka tidak sampai menimbulkan infeksi.

Untuk mengoleskan kedua cairan itu, maka dibutuhkan kapas atau kasa steril. Kasa steril juga diperlukan untuk menutupi luka terbuka agar tak terkena kotoran. 

  • Ethyl chloride spray

Semprotan etil klorida digunakan untuk mengatasi rasa nyeri pasca cedera. Obat tersebut disemprotkan ke bagian tubuh yang terkena benturan keras atau tertimpa benda yang jatuh akibat gempa. Tak cuma bisa menghilangkan rasa sakit, cairan etil klorida juga bisa memberikan efek sejuk pada memar. 

  • Gel heparin sodium

Jika kesulitan mencari semprotan etil klorida, dr. Valda Garcia dari KlikDokter mengatakan bahwa Anda juga bisa menggunakan gel heparin sodium untuk meredakan nyeri dan memar akibat benturan benda tumpul. 

Sama seperti semprotan etil klorida, gel heparin sodium ini juga dapat memberikan sensasi dingin setelahnya. 

  • Amoxicillin

Khusus untuk antibiotik, berikan sumbangan antibiotik yang satu ini kepada tim medis yang memang sedang membutuhkan cadangan obat-obatan, bukan langsung kepada korban. 

Hal ini dilakukan agar tidak ada penyalahgunaan antibiotik, sehingga meningkatkan risiko resistensi antibiotik yang membahayakan. Amoxicillin adalah obat yang mampu mengatasi berbagai macam infeksi bakteri. 

“Untuk korban yang memiliki luka terbuka cukup parah, biasanya tim medis akan memberikan antibiotik ini untuk mencegah infeksi lanjutan. Korban diare yang tinjanya sampai berlendir atau berdarah juga diberikan obat ini,” jelas dr. Valda. 

  • Amodiakuin dan Artesunat

Dilansir dari Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 043/MENKES/SK/I/2007 tentang Pedoman Pengobatan Malaria, obat amodiakuin adalah antimalaria. 

Obat tersebut berfungsi sebagai antipiretik dan anti-radang. Sementara, artesunat menjadi kombinasi amodiakuin agar pengobatan malaria tak menimbulkan komplikasi.

1 of 2

Obat tambahan lainnya

Selain enam obat dan satu kelengkapan di atas, masih ada juga obat-obatan lain yang dapat Anda berikan pada korban gempa, yaitu:

  • Obat lambung, seperti antasida dan omeprazole.
  • Vitamin asam folat dan suplemen penambah darah untuk ibu hamil yang menjadi korban gempa.
  • Vitamin C untuk meningkatkan daya tahan tubuh korban gempa secara umum.
  • Obat anti-alergi (antihistamin) dan gel atau salep pengurang gatal.
  • Minyak kayu putih dan minyak telon.
  • Obat-obatan flu.

Itu dia obat-obatan penting pasca gempa yang bisa Anda berikan kepada korban maupun tim medis yang sedang membutuhkan bantuan cadangan obat. Jangan lupa juga untuk membungkusnya dengan rapi dan aman agar obat-obatan bisa sampai di lokasi dalam keadaan yang layak digunakan.

[MS/ RH]

Lanjutkan Membaca ↓