Perut Sakit saat Bernapas, Apa Penyebabnya?

Oleh Ayu Maharani pada 30 Sep 2019, 13:00 WIB
Pernah merasakan perut sakit saat menarik napas? Jika ya, Anda tak sendirian. Berikut ini adalah beberapa penyebab keluhan tersebut.
Perut Sakit saat Bernapas, Apa Penyebabnya? (Gelpi/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Perut yang sakit saat bernapas memiliki beberapa kemungkinan penyebab. Yuk, ketahui selengkapnya, karena beberapa penyebab juga bisa mengindikasikan kondisi gawat darurat.

Ketika bernapas, diafragma (sekat antara rongga dada dan rongga perut) mengencang dan relaks saat udara bergera masuk dan keluar dari paru-paru. Diafragma adalah otot tipis yang besar yang terletak di bagian bawah dada.

Karena posisi perut tepat di bawah diafragma, rasa sakit saat bernapas bisa terasa seolah-olah yang sakit adalah bagian perut, padahal sebenarnya sumbernya berasal dari diafragma atau otot dan jaringan dada di sekitarnya.

Penyebab sakit perut saat bernapas

Dilansir dari berbagai sumber, setidaknya ada lima faktor yang bisa menjadi penyebab sakit perut yang timbul saat bernapas. Ini dia!

  1. Cedera diafragma

Karena merupakan otot, diafragma bisa mengalami cedera. Penyebabnya antara lain:

  • Pukulan berat ke dada
  • Cedera yang menembus dada
  • Batuk parah
  • Tindakan operasi

Diagnosis cedera diafragma tergolong sulit, karena sering terjadi bersamaan dengan cedera signifikan lainnya di area perut dan dada. Ada pula kemungkinan seseorang tidak mengalami gejala sampai berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan setelah cedera terjadi.

Gejala yang dapat timbul antara lain: sakit perut saat bernapas, sulit bernapas, sering batuk, mual, dan muntah.

Diafragma harus bergerak terus-menerus untuk mendukung pernapasan, sehingga tak mungkin pulih hanya dengan istirahat. Penderita cedera diafragma biasanya memerlukan pembedahan untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi. 

  1. Gastroesophageal reflux disease (GERD)

Refluks asam lambung atau GERD disebabkan oleh aliran balik asam lambung dari lambung ke kerongkongan. Menurut dr. Valda Garcia dari KlikDokter, GERD adalah gangguan di saluran pencernaan yang memengaruhi esofagus dan lambung, sehingga asam lambung mengalami refluks dan menimbulkan keluhan nyeri di diafragma.

“Nyeri yang dirasakan berupa sensasi panas atau terbakar karena iritasi yang disebabkan oleh asam lambung,” kata dr. Valda.

Nyeri pada GERD berkaitan dengan riwayat sakit maag sebelumnya, sehingga sering kali didahului dengan keluhan nyeri ulu hati. Selain itu, ketika mengalami refluks, asam lambung juga dapat naik hingga menimbulkan keluhan asam atau pahit di mulut.

  1. Hernia hiatus

Hernia hiatus atau hernia hiatal terjadi ketika bagian lambung mencuat ke area dada melalui lubang diafragma (hiatus). 

Hernia hiatus dapat menyerang semua kalangan, tetapi lebih sering terjadi pada usia atas 50 tahun, memiliki berat badan berlebih, dan wanita hamil. Hernia hiatus juga dapat menyerang bayi yang baru lahir karena kelainan bawaan. Meski demikian, hal ini cukup jarang terjadi.

Penyakit ini jarang memberikan gejala. Namun, hernia hiatus biasanya menyebabkan masalah lain, yaitu GERD. Gejala hernia hiatus biasanya disebabkan oleh GERD, yaitu seperti sensasi terbakar di dada, nyeri dada, rasa pahit di mulut, dan sulit menelan.

  1. Kehamilan

Selama hamil, rahim mengembang dan menekan diafragma. Perubahan hormon, seperti peningkatan kadar progesteron, dapat memengaruhi pernapasan ibu hamil. Perubahan tersebut akhirnya menyebabkan sesak napas, nyeri, atau ketidaknyamanan di dada dan perut pada sebagian wanita, terutama di trimester ketiga.

Untuk mengakali ketidaknyamanan saat bernapas, ibu hamil disarankan untuk mempertahankan postur tubuhnya dengan baik dan menggunakan bantal untuk menopang tubuh bagian atas saat tidur. Coba juga untuk relaks dan hindari kegiatan yang dapat memperburuk gejala, misalnya aktivitas fisik yang terlampau berat.

  1. Pleuritis

Pleuritis adalah kondisi peradangan pada pleura (selaput paru). Inilah kenapa pleuritis juga sering disebut sebagai radang selaput dada atau radang pleura.

Peradangan ini menyebabkan gesekan antara dua lapisan membran, sehingga menimbulkan nyeri dada dan perut yang menusuk saat seseorang bernapas dalam.

“Ketika bernapas, rasa nyeri dapat menjalar hingga bahu dan punggung. Keluhan bisa dirasakan akan semakin berat ketika sedang batuk, bersin, atau tertawa karena disertai dengan sesak napas,” tambah dr. Valda.

Selain rasa tak nyaman saat bernapas, beberapa gejala lain yang bisa timbul meliputi: detak jantung jadi lebih cepat, mudah lelah, dan gelisah. Penderita harus mendapatkan penanganan dari dokter untuk mengatasinya secepat mungkin.

Biasanya, dokter akan meresepkan obat antiinflamasi untuk membantu meringankan gejala dan merekomendasikan prosedur untuk menghilangkan cairan, gas, atau darah dari ruang pleura.

Penyebab tersering perut sakit saat bernapas adalah adanya masalah di diafragma atau jaringan atau otot lain di sekitarnya, bukan di perut. Penyebabnya beragam, bisa akibat cedera, hernia hiatus, kehamilan, GERD, dan pleuritis. Segera periksakan diri ke dokter apabila perut sakit saat bernapas terjadi berulang, berkelanjutan, atau rasa sakitnya memburuk. Segera cari pertolongan medis secepat mungkin jika sampai mengalami kesulitan bernapas.

(RN)