Hal Tak Terduga Penyebab Bau Mulut pada Anak

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 30 Sep 2019, 16:00 WIB
Bukan cuma orang dewasa, bau mulut juga bisa terjadi pada anak-anak. Ini dia hal yang menjadi penyebab bau mulut pada anak.
Hal Tak Terduga Penyebab Bau Mulut pada Anak (Kleber-Cordeiro/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Bau mulut bisa terjadi pada siapa saja, tak terkecuali pada anak. Kondisi ini perlu diwaspadai, karena bau mulut pada anak bisa sangat mengganggu dan membuat si Kecil jauhi teman sepermainan.

Dalam medis, bau mulut dikenal dengan sebutan halitosis. Menurut drg. Wienna Manggala Putri dari KlikDokter, bau mulut bisa menjadi isyarat bahwa ada sesuatu yang salah dengan kondisi kesehatan orang yang mengalaminya.

“Bau mulut dapat terjadi akibat kebersihan rongga mulut yang tidak terjaga, namun juga dapat menjadi tanda dari adanya masalah kesehatan tertentu,” kata drg. Wienna.

Penyebab bau mulut pada anak

Bau mulut pada anak umumnya disebabkan oleh faktor lokal, seperti gigi berlubang yang tidak dirawat atau kebersihan lidah yang tidak dijaga.

“Lidah yang kotor biasanya akan diselimuti selaput yang mengandung bakteri dan sisa epitel yang telah mati. Kondisi ini disebut tongue coating," ungkap drg. Wienna.

Tidak sekadar itu, hal lain yang juga dapat menjadi penyebab bau mulut pada anak adalah:

  • Mulut kering

Anak-anak sangat gemar bermain dan bergerak. Hal ini bisa membuat tubuhnya kekurangan cairan alias dehidrasi.

Nah, anak yang kurang cairan tidak memiliki jumlah air liur (saliva) yang memadai untuk menjaga kelembapan rongga mulut. Alhasil, bau mulut bisa saja terjadi.

"Mulut kering akibat kekurangan produksi air liur disebut xerostomia. Supaya tidak berakhir mengalami bau mulut, pastikan anak Anda minum air putih yang cukup saat beraktivitas," tutur drg. Callista Argentina dari KlikDokter.

  • Bernapas lewat mulut

Proses bernapas melalui mulut―baik akibat hidung tersumbat maupun kebiasaan buruk saat tidur―juga dapat mengurangi produksi air liur, sehingga kelembapan mulut tidak terjaga dengan baik. Pada akhirnya, bakteri akan lebih mudah berkembang sehingga bau mulut tak bisa dihindari lagi.

  • Jenis makanan tertentu

Anak Anda hobi mengonsumsi makanan dengan aroma kuat, seperti bawang putih, bawang bombay, dan rempah-rempah? Jika ya, ia berisiko lebih tinggi untuk mengalami bau mulut.

  • Obat-obatan

Obat-obatan bekerja dengan cara berbeda. Ada beberapa jenis obat bekerja dengan melepaskan zat kimia yang menyebabkan terjadinya bau mulut.

  • Infeksi rongga sinus

Anak sering sakit tenggorokan atau mengalami hidung tersumbat berulang? Mungkin saja itu merupakan gejala dari adanya infeksi pada rongga sinus. 

"Gangguan rongga sinus menyebabkan cairan terkumpul pada jalur napas dan tenggorokan, yang merupakan tempat bagi bakteri untuk berkembang. Hal tersebut menyebabkan napas berbau, yang tidak dapat disembuhkan hanya dengan menyikat gigi dan berkumur dengan obat," kata drg. Callista.

Saran dari dr. Callista, bila mendapati kondisi seperti ini, segera periksakan anak Anda ke dokter agar dapat segera ditangani dengan baik.

Jangan sepelekan bau mulut pada anak. Meski umumnya tidak berbahaya, kondisi tersebut tetap perlu diatasi dengan segera agar kualitas hidup anak tidak mengalami gangguan. Berkonsultasilah lebih lanjut pada dokter jika anak mengalami bau mulut meski kebersihan mulutnya terjaga dengan baik. Ingat, bau mulut juga bisa menjadi tanda dari adanya penyakit.

(NB/ RH)