Latihan Otak Agar Lansia Tidak Mudah Pikun

Oleh dr. Resthie Rachmanta Putri. M.Epid pada 01 Oct 2019, 14:20 WIB
Pikun bisa dicegah, lo. Yuk, lakukan latihan otak untuk melatih daya ingat, terutama bagi Anda yang sudah lansia.
Latihan Otak Agar Lansia Tidak Mudah Pikun (Robert-Kneschke/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Data Badan Kesehatan Dunia menunjukkan bahwa sekitar 50 juta orang di dunia mengalami pikun, atau secara medis disebut sebagai demensia. Kondisi ini kerap dialami oleh para lansia. Pikun sendiri merupakan suatu kondisi otak yang tak dapat disembuhkan tetapi dapat diperlambat dan dicegah dengan latihan otak.

Lakukan latihan otak ini

Tak perlu menunggu berusia lanjut, Anda dapat memulai melatih otak dari sekarang. Mengasah otak tak membutuhkan peralatan atau perlengkapan yang kompleks. Dengan latihan otak yang sederhana saja, Anda akan terbebas dari pikun.

Berikut ini beberapa latihan otak yang dapat dilakukan:

  • Hafalkan lirik lagu

Anda menyukai musik? Ya, mendengarkan musik dan menyanyikan liriknya bisa jadi cara yang sangat efektif untuk melatih daya ingat. Pilih lagu yang Anda sukai namun belum hafal liriknya. Lalu dengarkan dan lantunkan berulang-ulang.

Setelah itu, cobalah untuk menulis liriknya di secarik kertas. Dengan melakukan hal tersebut, Anda sudah menstimulasi otak yang bertanggung jawab atas kemampuan memori, motorik, dan seni.

  • Menggambar peta

Dengan menggambar peta sederhana lingkungan rumah Anda atau menggambar jalan yang Anda lewati dari rumah ke sebuah pusat perbelanjaan saja, sudah sangat efektif untuk melatih otak Anda. Dengan menerapkannya, Anda telah melatih memori dan kemampuan visuospasial.

  • Hafalkan daftar belanja Anda

Saat akan melakukan belanja mingguan atau bulanan, banyak orang yang memiliki kebiasaan menulis barang-barang apa saja yang akan dibelanjakan atau mencatatnya di gawai. Anda salah satunya yang melakukan hal tersebut?

Jika ya, mulailah tantang otak Anda lebih lanjut dengan menghafalkan daftar belanja tersebut setelah mencatatnya. Ciptakan teknik cerdik untuk menghafalkannya dengan efektif.

  • Mempelajari bahasa baru

Beberapa studi membuktikan bahwa mempelajari bahasa baru dan menggunakannya untuk percakapan sehari-hari dapat memperlambat terjadinya demensia dan memperlambat proses penuaan pada otak.

Selain itu, mempelajari bahasa baru tentu akan membantu memperluas pergaulan atau mempermudah Anda berkomunikasi jika bepergian ke luar negeri.

  • Modifikasi kebiasaan Anda

Kebiasaan apa yang rutin Anda lakukan sehari-hari? Cobalah memodifikasi kebiasaan tersebut. Misalnya, Anda membuat kopi setiap pagi dan mengaduk kopi tersebut menggunakan tangan kanan. Modifikasi kebiasaan tersebut dengan tetap membuat kopi tetapi mengaduknya dengan tangan kiri.

  • Belajar bermain musik

Belajar bermain musik memang punya banyak manfaat. Siapa sangka salah satu manfaatnya adalah dapat membantu mencegah gangguan daya ingat dan pikun.

Studi menunjukkan bahwa orang yang memiliki kebiasaan bermain musik memiliki risiko yang lebih rendah untuk mengalami demensia dan gangguan memori. Jadi, tunggu apa lagi? Segera pilih instrumen musik yang ingin Anda pelajari!

  • Bermain board games

Board games selalu menyenangkan untuk dimainkan, terutama jika dimainkan bersama-sama dengan teman dan sahabat.

Siapa yang tak kenal catur, puzzle, Sudoku, atau teka-teki silang? Permainan tersebut baik untuk mengasah memori, konsentrasi, logika, serta koordinasi tangan dan mata.

Selain melakukan latihan otak di atas, jangan lupa menjaga gaya hidup sehat dengan mengonsumsi makanan gizi seimbang dan berolahraga. Hindari asap rokok dan pastikan tidur dalam jumlah yang cukup. Semua usaha tersebut akan membantu lansia tetap sehat dan otak pun tetap terasah hingga bebas pikun.

[NP/ RH]