4 Manfaat Bermain Musik bagi Lansia

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 01 Oct 2019, 14:35 WIB
Bermain musik ternyata memiliki sederet manfaat bagi para lansia, baik kesehatan fisik maupun mental. Apa saja manfaat itu?
4 Manfaat Bermain Musik bagi Lansia (ShotPrime Studio/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Konsumsi makanan sehat memang dapat meningkatkan tingkat kesehatan, tapi itu bukanlah satu-satunya jalan. Bermain musik ternyata juga punya manfaat yang dapat merangsang kesehatan fisik dan mental. Manfaat ini semakin bisa dirasakan bagi lansia.

Memasuki usia lanjut, seseorang akan mengalami banyak penurunan fungsi tubuh. Para lansia pun tidak lagi bisa beraktivitas leluasa seperti ketika masih dalam usia produktif. Itu artinya, bisa timbul beragam masalah kesehatan, baik secara fisik maupun mental.

Manfaat bermain musik untuk lansia

Meski usia menua, tetapi jangan sampai hanya terima nasib dan pasrah dengan kondisi penuaan. Selain dengan menerapkan pola hidup sehat, lansia juga bisa bermain musik. Manfaatnya adalah sebagai berikut:

  1. Melatih otak

Menurut dr. M. Dejandra Rasnaya dari KlikDokter, bisa bermain musik memang punya manfaat tersendiri ketika seseorang sudah memasuki fase lansia.

"Bermain musik, bukan sekadar bermain saja, ya, tapi bermain musik secara rutin, apalagi bila sudah dilakukan dari kecil. Kebiasaan ini diketahui bagus untuk fungsi otak, yakni mencegah demensia," ujar dr. Dejandra. Demensia adalah kemerosotan semua kegiatan pikiran kerusakan atau penyakit pada otak.

Sementara itu, “The Hearing Journal” melaporkan sebuah studi terkait para lansia yang berlatih piano 3 jam dalam seminggu selama 3 bulan. Pada akhir percobaan, para lansia menunjukkan peningkatan dalam hal kecepatan pemrosesan dan memori. Peningkatan ini tidak terlihat pada kelompok yang tidak berlatih piano.

  1. Meredakan stres

Setelah hari yang panjang, ada beberapa cara untuk bersantai. Beberapa orang suka membaca, beberapa suka jalan-jalan, ada yang suka kumpul dengan teman-teman, ada pula yang bermain musik sebagai sumber relaksasi.

“Dari penelitian neurologis, bermain musik “menerangi” banyak bagian otak, termasuk pusat ingatan dan emosi dalam sistem limbik (struktur otak yang dianggap penting untuk meregulasi emosi dan motivasi). Bermain musik dapat meningkatkan neurotransmiter yang baik, seperti dopamin dan serotonin," kata Rachelle Norman, pendiri dan direktur Soundscaping Source, organisasi yang fokus pada lansia dan musik.

Bagi para lansia, Norman menyarankan untuk tidak menyalakan televisi saat sedang stres, apalagi jika didominasi oleh berita seputar bencana atau huru-hara. Bagi yang bisa bermain musik, lebih baik lakukan itu saja.

  1. Membuat lansia punya tujuan hidup

Lansia cenderung mengalami penurunan motivasi dalam hidup karena merasa sudah tak bisa melakukan apa-apa atau menjadi beban keluarga. Padahal, tujuan hidup adalah salah satu yang perlu dipertahankan agar tetap semangat.

Semangat hidup bisa dipelihara ketika para lansia belajar atau bermain instrumen musik. Faktanya, saat mempelajari instrumen musik baru, seseorang akan punya tujuan hidup yang baru.

Belajar musik tak perlu sampai menargetkan untuk bisa menguasai musik yang rumit. Cobalah kuasai lagu-lagu yang mudah, misalnya “Bintang Kecil”. Dari situ, perlahan pembelajaran mungkin bisa ditingkatkan. Dengan begitu, tujuan hidup tetap ada, serta akan tercipta rasa puas dan kebanggaan pribadi.

  1. Memerangi kesepian

Kesepian adalah musuh utama lansia. Percaya atau tidak, memainkan musik bisa menjadi cara yang sehat untuk memerangi isolasi atau rasa kesepian yang kerap melanda. Mainkanlah satu lagu yang benar-benar dikuasai, secara utuh dari intro sampai akhir lagu. Kalau perlu bernyanyilah dengan keras.

Memperingati Hari Lansia Internasional, mari bersama-sama lebih memperhatikan kesehatan kelompok lansia, baik fisik maupun mental. Salah satu caranya adalah dengan bermain musik. Jika dikombinasikan dengan pola hidup sehat, manfaatnya dalam menjaga kesehatan, memerangi kesepian, membuat mereka tetap punya tujuan hidup, meredakan stres, serta melatih otak bisa dirasakan secara optimal.

[HNS/RN]