Anak Malas Cuci Tangan, Apa Sih Risiko Kesehatannya?

Oleh dr. Nabila Viera Yovita pada 02 Oct 2019, 12:00 WIB
Memang terkesan sepele, tapi malas cuci tangan bisa meningkatkan risiko gangguan kesehatan pada anak. Apa saja itu?
Anak Malas Cuci Tangan, Apa Sih Risiko Kesehatannya? (KK Tan/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Ternyata ada alasannya mengapa kebiasaan mencuci tangan perlu diajarkan pada anak sedini mungkin. Sebab, berbagai risiko gangguan kesehatan bisa muncul akibat malas cuci tangan. Apa saja risiko tersebut?

Inilah alasan si Kecil penting rajin cuci tangan

Selain di rumah, si Kecil yang sudah berusia sekolah tentu akan menghabiskan sebagian besar waktunya di sekolah. Padahal, sekolah merupakan salah satu tempat yang memiliki paling banyak kuman merugikan.

Bahkan, penelitian telah membuktikan jika jumlah kuman merugikan di sekolah jauh lebih banyak dibanding dengan di kamar mandi. Sebab, paling tidak sebagian besar kamar mandi telah dibersihkan secara rutin.

Selain itu, permukaan lantai kamar mandi yang cenderung licin dan tidak memiliki pori-pori, seperti lantai kayu atau semen, bisa mengurangi kemampuan bakteri untuk bertahan hidup.

Berikut ini adalah beberapa tempat yang sering menjadi sarang kuman di sekolah:

  • Keran untuk minum air
  • Di atas meja makan yang sering digunakan bersama
  • Buku-buku di kelas atau perpustakaan yang digunakan bersama
  • Tempat olahraga dan alat-alatnya
  • Tempat duduk di dalam bis, terutama bagian belakangnya

Jika Anda perhatikan, kelimanya adalah tempat yang sering disentuh banyak orang, tapi tidak dibersihkan secara rutin. Kuman-kuman merugikan yang ada di tempat-tempat ini dapat berupa virus maupun bakteri.

Ada juga kuman atau bakteri ditetesan air yang menetap di suatu tempat maupun permukaan. Tetesan air tersebut juga dapat membuat periode hidup kuman menjadi lebih lama dan siap menularkan penyakit pada siapa pun yang menyentuhnya.

Dengan adanya risiko penularan penyakit ini, jika si Kecil tidak mencuci tangan secara rutin, tentu akan mudah terkena penyakit.

Feses atau tinja dari manusia maupun hewan juga merupakan salah satu sumber yang mengandung banyak kuman. Contohnya Salmonella, E. coli 0157 (salah satu kuman yang telah berevolusi, akibat kebalnya terhadap antibiotik), dan Norovirus yang menyebabkan diare, serta dapat menyebarkan infeksi saluran pernapasan seperti adenovirus dan flu Singapura (hand-foot-mouth disease).

Kuman-kuman tersebut bisa menempel pada telapak tangan si Kecil setelah ia menggunakan kamar kecil.

Selain itu, telapak tangan si Kecil juga dapat terkontaminasi saat menyentuh suatu objek yang terdapat kuman akibat terkena batuk maupun bersin. Oleh sebab itu, jika si Kecil tidak rajin mencuci tangan dengan sabun, ia bisa terpapar penularan penyakit yang menyebar dari satu individu ke individu lainnya.

Kapan sebaiknya si Kecil mencuci tangan dengan sabun?

Ada beberapa momen di mana Anda wajib untuk mengingatkan dan mengajarkan si Kecil untuk mencuci tangan dengan sabun, yaitu sebelum:

  • Makan
  • Menyentuh mata, hidung, maupun mulutnya
  • Menyentuh sebuah luka lecet maupun luka terbuka pada kulitnya

Lalu, tidak hanya sampai di situ. Anda juga wajib untuk mengingatkan dan mengajarkan si Kecil untuk mencuci tangan dengan sabun setelah:

  • Pergi ke kamar kecil
  • Bermain dengan hewan peliharaan serta memberinya makan
  • Main di taman bermain yang memiliki banyak alat yang digunakan bersama
  • Melakukan kontak fisik dengan seseorang yang sedang sakit
  • Menyentuh popok yang kotor
  • Menyentuh sampah

Dengan mengetahui berbagai risiko kesehatan yang dapat terjadi pada si Kecil jika malas cuci tangan dengan sabun, maka Anda harus terus mengingatkan dan mengajarkannya sejak dini. Apalagi jika mengingat sebagian besar waktunya dihabiskan di sekolah, tempat yang membuatnya harus berinteraksi dengan banyak orang dan menyimpan begitu banyak kuman merugikan.

[MS/ RH]