Perlukah Periksa ke Dokter THT secara Rutin?

Oleh dr. Nadia Octavia pada 02 Oct 2019, 16:40 WIB
Kesehatan telinga, hidung dan tenggorokan sering kali disepelekan. Tapi, sejauh mana pentingnya periksa THT secara rutin?
Perlukah Periksa ke Dokter THT secara Rutin? (Alexander-Raths/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Saat melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, kebanyakan orang akan fokus pada hal yang popular seperti tekanan darah dan kolesterol. Periksa THT umumnya tak diperhitungkan.

Sering kali seseorang baru memeriksakan kesehatan telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) saat sudah ada masalah yang mengganggu. Padahal, ketiga organ ini tak kalah penting dan tak seharusnya diremehkan.

Prosedur pemeriksaan THT

Seperti pada pemeriksaan kesehatan umumnya, saat berkunjung ke dokter ahli THT, Anda akan menjalani prosedur anamnesis (wawancara). Sampaikan riwayat kesehatan Anda dengan jujur agar dokter dapat memahami kondisi Anda.

Pemeriksaan fisik dan visual pada telinga, hidung atau tenggorokan akan dilakukan bergantung dari keluhan yang Anda alami.

Pemeriksaan THT biasanya meliputi pemeriksaan otoskop (untuk melihat kesehatan telinga) ataupun spekulum untuk memeriksa tenggorokan. Pemeriksaan ini mungkin akan membuat Anda merasa tidak nyaman pada awalnya. Namun jangan khawatir, pemeriksaan ini dapat membantu dokter melihat kondisi Anda dengan jelas.

Pemeriksaan rutin ke dokter THT dapat dilakukan setiap enam bulan sekali. Namun bagi Anda yang sebelumnya pernah memiliki riwayat gangguan THT, pemeriksaan juga harus lebih sering dilakukan.

Gejala gangguan THT

Pemeriksaan rutin terhadap ketiga organ ini memang sebaiknya dilakukan dalam waktu enam bulan. Meski demikian, tak perlu menunggu lama jika Anda merasakan gangguan di area THT.

Beberapa gangguan yang perlu Anda waspadai antara lain:

1. Penurunan pendengaran

Jika Anda mengalami penurunan pendengaran lebih dari dua minggu, sebaiknya konsultasikan langsung ke dokter THT.

Penurunan atau hilangnya pendengaran secara sementara bisa terjadi kapan saja, terlebih setelah mendengarkan musik terlalu kencang. Namun, tetap bertahan, bisa jadi terdapat gangguan permanen pada organ telinga.

2. Nyeri sinus

Peradangan yang terjadi pada area sinus dapat menyebabkan terjadinya nyeri hebat yang bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.

Nyeri sinus dapat meliputi nyeri pada area wajah, telinga, gigi bagian atas dan hidung. Jika nyeri tersebut berlangsung selama beberapa hari, segera berkonsultasi langsung dengan dokter.  

3. Kongesti atau penyumbatan hidung

Apakah Anda sering terbangun karena hidung tersumbat? Atau Anda sering mengalami kesulitan bernapas karena hidung terasa tersumbat? Jika ya, maka sebaiknya konsultasikan pada dokter THT.

Penyumbatan pada hidung yang berlangsung lama bisa disebabkan oleh banyak hal. Mulai dari alergi udara hingga infeksi atau adanya kesulitan bernapas atau deviasi septum.

4. Nyeri tenggorokan

Nyeri tenggorokan merupakan keluhan yang sering dialami oleh setiap orang dan biasanya dapat hilang dengan sendirinya.

Namun, jika keluhan nyeri tenggorokan dan nyeri menelan tidak juga hilang dalam waktu 1 minggu, bisa jadi keluhan tersebut disebabkan oleh masalah lain. Contohnya tonsilitis (amandel) atau GERD.

5. Tinnitus

Tinnitus atau telinga berdenging bukanlah penyakit namun gejala. Kondisi ini juga bisa menjadi tanda adanya infeksi telinga atau gejala awal dari hilangnya pendengaran.

Penyebab yang umum ditemukan pada tinitus adalah kerusakan sel telinga dalam. Kerusakan rambut-rambut ini dipengaruhi oleh usia dan adanya paparan terhadap suara yang keras dalam jangka waktu lama.

Misalnya akibat mendengarkan musik menggunakan earphone atau datang ke konser musik. Paparan terhadap beberapa obat tertentu seperti aspirin, NSAIDs dan obat diuretik juga berpengaruh.

Sama seperti pemeriksaan kesehatan lainnya, periksa ke dokter THT sebaiknya dilakukan secara rutin dan jangan menunggu hingga ada keluhan. Dengan demikian, kesehatan telinga, hidung dan tenggorokan Anda pun terjamin.

[NP/ RH]