Sering Kena Sakit Pinggang dan Sakit Kepala? Ini Hubungannya

Oleh Ayu Maharani pada 05 Oct 2019, 16:00 WIB
Acap kali, sakit pinggang datang bersamaan dengan sakit kepala kronis. Mengapa itu bisa terjadi? Ternyata, ini hubungannya!
Sering Kena Sakit Pinggang dan Sakit Kepala? Ini Hubungannya (Dmytro Zinkevych/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Sakit pinggang mungkin kerap dikaitkan dengan rasa pegal atau nyeri di bagian kaki maupun punggung. Namun, pada sebagian orang, sakit pinggang justru datang bersamaan dengan sakit kepala kronis dan menjadi kombinasi sempurna untuk menghambat aktivitas. Usut punya usut, ternyata kondisi keduanya memiliki hubungan satu sama lain. 

Dilansir dari Medical News Today, sakit pinggang yang disertai sakit kepala kronis disebut sebagai salah satu dari lima penyebab kecacatan pada seseorang. Hingga saat ini, dunia medis memang masih merawat kedua gangguan tersebut secara terpisah.

Penyebab sakit pinggang dan sakit kepala 

Menurut dr. Devia Irine Putri dari KlikDokter, sakit pinggang dapat disebabkan oleh beberapa faktor –seperti ketegangan otot, batu ginjal, masalah saraf, hingga cedera tulang belakang. 

Apabila nyeri menyebar hingga ke kaki, maka itu dapat disebabkan oleh saraf terjepit. Selain itu, faktor kegemukan, pekerjaan, dan pola aktivitas juga bisa berpengaruh. 

Sementara untuk sakit kepala, 90 persen tidak diketahui apa penyebabnya. Sakit kepala umumnya dicetuskan oleh pola makan tidak teratur, kurang tidur, atau kelelahan.

“Sakit kepala yang tidak diketahui sebabnya ini disebut dengan sakit kepala primer, misalnya migrain dan tension type headache,” jelas dr. Devia. 

Untuk sakit kepala yang sebabnya diketahui, biasanya disebut sebagai sakit kepala sekunder. Biasanya, disebabkan masalah gigi, demam, atau tumor otak. Jika melihat lagi faktor penyebab ini, semua pemicunya datang dari area yang sama, yaitu kepala. 

Hubungan antara sakit pinggang dan sakit kepala

Lalu, bagaimana dengan area pinggang? Bisakah sakit pinggang juga memicu sakit kepala, mengingat lokasinya yang cukup jauh dari kepala?

Ternyata, sudah ada penelitian yang mengatakan bahwa sakit pinggang dan sakit kepala memang satu kesatuan. Jika keduanya dirawat sebagai satu gangguan, mungkin pengobatannya akan memberikan hasil yang lebih baik ketimbang mengobatinya secara terpisah.

Pada 2013 lalu, sebuah penelitian di Jerman menemukan hubungan antara sakit pinggang dengan sakit kepala kronis, khususnya migrain. Masih di tahun ini, peneliti dari University of Warwick pun semakin memperkuat hasil temuan sebelumnya.

Sayangnya, penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Headache and Pain tersebut tidak membeberkan secara gamblang seperti apa keterkaitan di antara dua gangguan tersebut. 

Tapi, jangan kecewa dulu. Bila Anda kaitkan dengan keseharian orang zaman sekarang yang terlalu lama duduk di depan meja kerja sambil menatap layar komputer, kemungkinan besar, sakit kepala dan sakit pinggang memang dapat muncul bersamaan.

Dikatakan lagi oleh dr. Devia, terlalu lama di depan komputer dapat menyebabkan berbagai gangguan, seperti mata lelah, pandangan kabur, mata kering, kaku leher, dan sakit kepala. 

Nah, kelamaan duduk pun, terutama dengan postur yang tidak tepat, dapat menyebabkan sakit pinggang. Sehingga, keduanya dapat terjadi di waktu yang berdekatan, bahkan bersamaan.

Selain itu, bila sedari awal Anda sudah mengalami sakit pinggang yang tidak kunjung sembuh dan telah menyebabkan penurunan produktivitas, kerap kali kondisi tersebut bisa memicu tingkat stres yang tinggi. Alhasil, tingkat stres yang tinggi tersebut juga bisa menyebabkan sakit kepala, khususnya migrain. 

Memang betul ada berbagai spekulasi yang dapat dikembangkan di sini. Namun untuk mendiagnosis penyebab pasti dari datangnya sakit pinggang dan sakit kepala, lebih baik Anda konsultasikan langsung kepada dokter spesialis saraf. 

Tujuannya, untuk dilakukan pemeriksaan penunjang. Misalnya dengan foto X-ray atau MRI di tulang belakang sekaligus kepala. 

1 of 2

Mencegah terjadinya sakit pinggang dan sakit kepala

Sembari menunggu jadwal untuk memeriksakan diri ke dokter, Anda dapat mengatasi sakit pinggang dan sakit kepala dengan mengonsumsi obat anti-nyeri, seperti parasetamol atau ibuprofen. 

Setelah itu, lakukanlah beberapa langkah berikut ini agar sakit pinggang dan sakit kepala tidak semakin parah dan kambuhan:

  • Selalu perhatikan posisi atau postur Anda ketika duduk dan berdiri. 
  • Tidur dalam posisi lurus dan sebaiknya di atas kasur yang tidak terlalu empuk agar tubuh tidak ‘tenggelam’.
  • Coba lakukan latihan plank, side plank, dan bridge
  • Hindari olahraga yang memberikan beban pada tulang belakang, seperti lari dan angkat beban. Pilih bersepeda atau berenang saja. 
  • Saat hendak mengangkat benda berat, jaga sumbu tubuh dalam posisi tegak, bukan membungkuk. 
  • Kendalikan stres. 
  • Kurangi resolusi layar komputer.
  • Jaga jarak mata dengan komputer, minimal 45 cm.
  • Istirahatkan mata selama 10 menit setelah Anda menggunakan komputer selama 50 menit.

Untuk sementara ini, hubungan antara sakit pinggang dan sakit kepala memang masih diteliti lebih jauh. Namun, kedua kondisi tersebut memang lebih mungkin terjadi pada orang yang duduk terlalu lama di depan komputer. Apabila rasa nyeri bertambah parah dan tidak kunjung hilang meski Anda sudah beristirahat, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

[MS/ RH] 

Lanjutkan Membaca ↓