Speech Delay dan Speech Disorder Pada Anak, Apa Bedanya?

Oleh dr. Arina Heidyana pada 05 Oct 2019, 12:00 WIB
Bila anak belum lancar berbicara, sangat mungkin ia mengalami speech delay atau speech disorder. Mari ketahui perbedaannya.
Speech Delay dan Speech Disorder Pada Anak, Apa Bedanya? (Lightspring/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Gangguan perkembangan bicara seperti speech delay dan speech disorder merupakan hal yang sering dicemaskan dan dikeluhkan orang tua. Meski terlihat mirip, keduanya merupakan permasalahan yang berbeda. Anda perlu mengenali perbedaannya.

Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya tumbuh dan berkembang dengan sehat. Salah satu tolak ukurnya adalah perkembangan bicara anak. Untuk itu, penting untuk mengenali dan memahami gangguan perkembangan bicara pada anak, agar orang tua dapat mengambil langkah yang tepat dalam mengatasinya.

Gangguan perkembangan bicara pada anak itu sendiri tampaknya semakin meningkat pesat akhir-akhir ini. Beberapa laporan menyebutkan angka kejadian gangguan bicara dan bahasa berkisar 5-10 persen pada anak sekolah.

Mengenal speech delay dan gejalanya

Speech delay adalah kondisi di mana perkembangan bahasa anak mengikuti pola yang seharusnya, namun lebih lambat dari anak yang tidak memiliki gangguan.

Kondisi ini adalah gangguan perkembangan yang umum terjadi dan mempengaruhi sebanyak 10 persen perkembangan anak usia prasekolah. Gejala speech delay pada anak adalah:

  • Tidak mengoceh pada usia 15 bulan
  • Tidak berbicara pada umur 2 tahun
  • Ketidakmampuan untuk berbicara dalam kalimat pendek pada usia 3 tahun
  • Kesulitan mengikuti petunjuk
  • Pengucapan atau artikulasi yang buruk
  • Kesulitan menyatukan kata-kata dalam sebuah kalimat

Speech delay pada anak-anak memiliki banyak kemungkinan penyebab. Dalam beberapa kasus, didapatkan lebih dari satu faktor penyebab yang berkontribusi terhadap speech delay. Penyebab umum dari kondisi ini adalah gangguan pendengaran, autisme, cacat intelektual dan masalah mental.

Penanganan pada anak yang mengalami speech delay dapat berbeda sesuai dengan penyebabnya. Beberapa anak bisa jadi hanya perlu lebih banyak waktu untuk mulai berbicara. 

Dokter akan memberi tahu penyebab masalah anak Anda dan menjelaskan perawatan apa yang dapat dilakukan untuk memperbaiki masalah tersebut atau menjadikannya lebih baik.

Mungkin juga diperlukan seorang ahli patologi bicara dan bahasa untuk membantu dalam membuat rencana perawatan. Ahli tersebut dapat menunjukkan pada Anda bagaimana membantu agar anak dapat berbicara lebih baik, serta paham bagaimana harus mengajarkan anak cara mendengarkan atau cara membaca bibir.

1 of 2

Lalu, bagaimana dengan speech disorder?

Speech disorder dapat memengaruhi cara seorang anak dalam menciptakan suara untuk membentuk kata-kata. Gangguan suara tertentu juga dapat dianggap sebagai gangguan bicara. 

Salah satu speech disorder yang paling umum dialami anak adalah gagap. Bentuk speech disorder lainnya termasuk berikut ini:

  • Apraxia

Ini adalah gangguan bicara motorik yang disebabkan oleh kerusakan pada bagian otak yang berhubungan dengan berbicara.

  • Disartria

Gangguan yang satu ini tergolong gangguan bicara motorik, di mana otot-otot mulut, wajah, atau sistem pernapasan dapat menjadi lemah atau mengalami kesulitan bergerak.

Gejala speech disorder pada anak sangat bervariasi tergantung pada penyebab dan tingkat keparahan gangguan tersebut. Anak dapat mengalami beberapa kelainan bicara dengan gejala berbeda. 

Anak dengan satu atau lebih gangguan bicara mungkin mengalami gejala berikut:

  • Suara berulang, yang paling sering terlihat pada orang yang gagap
  • Menambahkan suara dan kata-kata ekstra
  • Kata-kata yang memanjang
  • Membuat gerakan tersentak-sentak saat berbicara, biasanya melibatkan kepala
  • Berkedip beberapa kali saat berbicara
  • Frustrasi terlihat ketika mencoba berkomunikasi
  • Sering terdapat jeda saat berbicara
  • Suara mendistorsi saat berbicara
  • Suara serak, atau berbicara dengan suara serak 

Penanganan pada speech disorder juga bervariasi tergantung pada jenis gangguan. Dokter biasanya akan menyarankan terapi bicara pada anak. Seorang terapis profesional akan memandu anak Anda melalui latihan yang berfungsi untuk memperkuat otot-otot di wajah dan tenggorokan Anda.

Dengan terapi ini, anak juga akan belajar mengendalikan pernapasan saat berbicara. Sehingga, speech delay juga akan berkurang. Latihan penguatan otot dan pernapasan tersebut membantu meningkatkan suara dan jumlah kosakata.

Anak dengan speech disorder juga akan belajar cara untuk berlatih bicara yang lebih lancar dengan bantuan terapi bicara. Itulah sebabnya penting untuk melibatkan terapis profesional.

Karena kedua jenis gangguan perkembangan bicara tersebut merupakan dua hal yang berbeda, maka penanganannya pun tidak sama. Bila masih ada yang diragukan, berkonsultasilah dengan dokter untuk mendapatkan metode penanganan yang tepat.

[NP/ RH]

Lanjutkan Membaca ↓