BAB Bayi Berbusa, Bahayakah?

Oleh Ayu Maharani pada 06 Oct 2019, 12:00 WIB
BAB bayi yang lembek mungkin sering terjadi, tapi bagaimana bila sampai berbusa? Apakah itu berbahaya?
BAB Bayi Berbusa, Bahayakah? (And-One/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Ibu mungkin tahu bahwa selain lewat tangisan, kondisi bayi juga dapat dilihat dari buang air besar atau BAB-nya. Kondisi feses si Kecil yang lembek mungkin sudah sering Anda temui, sehingga sudah tak terlalu membuat panik.

Menurut dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter, terdapat beberapa hal yang dapat menentukan normal atau tidaknya BAB bayi, yaitu usia, pemberian Air Susu Ibu (ASI) atau susu formula, dan sudah masuk masa Makanan Pendamping ASI (MPASI) atau belum. Lalu, bagaimana dengan BAB bayi berbusa?

Penyebab BAB bayi berbusa

Kondisi feses si Kecil yang berbusa tentu saja akan membuat sebagian besar orang tua khawatir. Padahal, hal itu tak selalu menjadi pertanda adanya masalah kesehatan yang serius.

Feses bayi yang berbusa bisa disebabkan oleh tak seimbangnya asupan foremilk dan hindmilk. Hal tersebut justru tergolong normal apabila bayi masih mendapatkan asupan ASI.

Foremilk adalah cairan ASI yang keluar terlebih dulu selama beberapa menit setelah si Kecil mulai menyusu. Sedangkan, hindmilk adalah cairan ASI yang keluar selanjutnya. Hindmikl sendiri lebih kental ketimbang foremilk karena mengandung lebih banyak kalori dan lemak.

Sementara, foremilk lebih encer dan berkalori rendah, tapi tinggi laktosa. Nah, akibat kemampuan tubuh bayi yang belum maksimal dalam mencerna laktosa ASI dari foremilk, maka si Kecil bisa saja mengeluarkan feses yang berbusa.

Beda halnya jika yang terserap banyak oleh si Kecil adalah hindmilk. Biasanya, fesesnya akan berwarna kuning dan tak berbusa atau berbuih. Warna kuning tersebut didapat dari lemak pada hindmilk. Jadi tak perlu khawatir dengan kondisi ini.

Apabila si Kecil sudah tak mendapatkan ASI eksklusif dari Anda, tapi fesesnya berbusa, bisa jadi si Kecil mengalami alergi terhadap susu formula yang diberikan. Tak cuma itu, jika benar mengalami alergi, si Kecil juga akan merasakan beberapa gejala lain, seperti:

  • Rewel
  • Demam
  • Muntah
  • Batuk-batuk
  • Sesak napas
  • Pembengkakan di bibir, lidah, dan tenggorokan
  • Muncul ruam di kulit.

Dengan demikian, jika fesesnya berbusa, berwarna hijau terang, tapi tanpa gejala-gejala di atas, dan si Kecil masih tetap ingin minum susu, kemungkinan besar itu bukanlah masalah serius alias masih normal.

Akan tetapi, jika masih tetap merasa belum tenang dengan kondisi tersebut, Anda juga bisa memeriksakan kondisi si Kecil ke dokter anak untuk mencari tahu bagaimana kondisi yang sebenarnya.

Mengatasi masalah BAB bayi yang berbusa

Mengatasi suatu masalah tentu harus disesuaikan dengan penyebabnya. Jika penyebabnya adalah ketidakseimbangan foremilk dan hindmilk, maka cara yang bisa dilakukan adalah membiarkan si Kecil menyusu pada salah satu payudara setidaknya selama 5-10 menit, sebelum memindahkannya ke payudara satu lagi.

Tujuannya, agar si bayi mendapatkan asupan hindmilk yang cukup atau sama banyak dengan foremilk. Selain itu, dr. Dyah Novita mengatakan, sebelum kembali memulai sesi menyusui, Anda juga dapat menggunakan payudara yang terakhir Anda gunakan untuk menyusui bayi.

Jika penyebabnya adalah alergi susu formula, maka sebagai solusinya, Anda wajib menggantinya dengan susu formula yang hypoallergenic, yaitu susu yang memiliki risiko alergi lebih kecil.

Apabila susu formula sudah diganti, tapi dua hari setelahnya feses si Kecil masih saja berbusa, jangan tunda lagi niatan Anda untuk ke dokter. Sehingga, penyebab pastinya bisa dicari tahu dan ditangani dengan tepat.

Kasus BAB berbusa memang lebih sering ditemui pada bayi. Pada orang dewasa, kondisi yang lebih sering ditemukan justru kencing berbusa. Kencing berbusa itu sendiri biasanya menandakan ada yang tak beres pada ginjal penderitanya.

Jadi, itulah penjelasan tentang BAB bayi berbusa. Selama kondisi tersebut tidak membuat si Kecil rewel dan Anda memang memberikan ASI eksklusif, maka Anda tak perlu khawatir. Sebaliknya, jika si Kecil tidak mendapatkan ASI, tapi fesesnya berbusa dan disertai gejala lain, kemungkinan besar ia terkena alergi susu formula.

[MS/ RH]