Pasangan Kena Hepatitis B, Bagaimana Caranya Agar Tidak Tertular?

Oleh dr. Resthie Rachmanta Putri. M.Epid pada 07 Oct 2019, 08:00 WIB
Jika pasangan kena hepatitis B, lakukan langkah pencegahan berikut ini agar Anda tak tertular.
Pasangan Kena Hepatitis B, Bagaimana Caranya Agar Tidak Tertular? (Jack Frog/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Indonesia masih termasuk dalam negara endemis hepatitis B. Studi menunjukkan bahwa setidaknya 7 dari setiap 100 orang di Indonesia menderita penyakit ini. Sebagian besar kasus hepatitis B tidak memiliki gejala tetapi dapat menular melalui cairan tubuh. Misalnya lewat hubungan seksual, proses persalinan, atau pada pengguna narkotika jarum suntik.

Hepatitis B memang patut diwaspadai karena secara jangka panjang dapat menimbulkan kerusakan hati yang permanen. Namun bagaimana jika pasangan Anda mengalami hepatitis B? Adakah usaha yang dapat dilakukan agar Anda tidak tertular?

Upaya pencegahan hepatitis B

Ya, penularan hepatitis B bisa dicegah sekalipun pasangan mengalaminya. Untuk dapat mencegah penularan penyakit ini, langkah-langkah berikut ini perlu Anda lakukan.

  1. Pastikan dulu bahwa Anda tidak mengalami hepatitis B

Karena sebagian besar hepatitis B tidak menunjukkan gejala, banyak orang yang sakit hepatitis B tapi tak menyadari dirinya sakit. Oleh sebab itu, sangat penting untuk melakukan pemeriksaan darah untuk memastikan ada tidaknya virus hepatitis B di tubuh Anda.

Umumnya, ada tiga pemeriksaan dasar yang diperlukan. Pemeriksaan HBsAg dan AntiHBc untuk melihat ada tidaknya komponen virus hepatitis B di dalam tubuh. Terakhir adalah pemeriksaan AntiHBs untuk melihat ada tidaknya antibodi yang cukup untuk melawan virus hepatitis B.

  1. Lakukan vaksinasi

Jika Anda sudah melakukan pemeriksaan dan terbukti bebas dari hepatitis B, langkah pencegahan yang paling penting adalah dengan melakukan vaksinasi hepatitis B sebanyak tiga kali.

Vaksin hepatitis B umumnya disuntikkan di lengan atas. Jarak antara vaksinasi pertama dan kedua umumnya satu bulan, dilanjutkan dengan vaksinasi ketiga 3-5 bulan kemudian.

Tiga kali vaksinasi tersebut bertujuan agar tubuh Anda memiliki antibodi yang cukup untuk melawan virus hepatitis B. Studi membuktikan efektivitas proteksi vaksinasi hepatitis B yang dilakukan sesuai jadwal adalah sebesar 95 persen.                                                                                                 

  1. Gunakan kondom saat hubungan seks

Jika Anda dan pasangan sedang tak merencanakan untuk memiliki anak, menggunakan kondom saat hubungan seks dapat membantu meningkatkan proteksi agar tidak tertular hepatitis B. Kondom yang baik untuk mencegah penularan hepatitis B adalah kondom berbahan lateks.

Sementara itu, jika Anda dan pasangan merencanakan untuk memiliki anak, pastikan dulu bahwa antibodi terhadap virus hepatitis B di dalam tubuh berada dalam kadar yang cukup. Anda bisa berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai hal tersebut.

  1. Hindari bertukar pisau cukur atau benda tajam lainnya

Karena virus hepatitis B menular melalui cairan tubuh, terutama darah, sebaiknya Anda dan pasangan menggunakan pisau cukur atau alat-alat yang dapat menimbulkan luka berdarah (misalnya sikat gigi, gunting kuku, atau set pedicure) yang berbeda.

  1. Motivasi pasangan Anda untuk menjalani pengobatan dengan baik

Sebagian besar kasus hepatitis B di Indonesia merupakan kasus hepatitis B kronik. Artinya, infeksi hepatitis B terjadi selama lebih dari enam bulan. Pada sebagian kasus, tidak ada pengobatan spesifik yang diperlukan.

Pada kasus yang progresif, monitoring berkala dan pengobatan dengan antivirus diperlukan untuk mencegah kerusakan lever yang permanen. Dengan pengobatan yang baik, jumlah virus hepatitis B di dalam darah bisa ditekan dan akan menurunkan risiko penularan hepatitis B.

  1. Lakukan pemeriksaan skrining hepatitis B secara berkala

Meski semua langkah proteksi sudah Anda lakukan, untuk memastikan bahwa Anda terbebas dari hepatitis B, pemeriksaan skrining hepatitis B secara berkala perlu dilakukan. Pemeriksaan ini dianjurkan untuk dilakukan setiap 1-3 tahun sekali pada orang-orang yang memiliki pasangan seksual penderita hepatitis B.

Dalam rangka pekan peduli Hepatitis B 2019, pahami bahwa hepatitis B merupakan penyakit serius yang dapat merusak hati secara permanen. Namun dengan langkah-langkah yang tepat seperti telah dijelaskan di atas, hepatitis B dapat dicegah.

[NP/ RH]