Bahaya Membeli Kosmetik di Toko Online

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 07 Oct 2019, 14:20 WIB
Jangan langsung keburu klik pilihan kosmetik yang sedang diskon atau harganya super murah, karena ada bahaya yang mengintai. Apa saja?
Bahaya Membeli Kosmetik di Toko Online (Africa-Studio/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Adanya toko online atau online shop tentu saja memudahkan urusan belanja, tak terkecuali kosmetik. Dari mulai kosmetik lokal, impor, koleksi terbatas, hingga pilihan dari harga mulai sampai yang mahal. Namun waspada, jangan langsung tergoda untuk klik dan membeli kosmetik dengan harga super murah, karena potensi bahaya yang mengintai.

Transaksi toko online (e-commerce) di Indonesia memang cukup mencengangkan. Sebagai contoh, data Bank Indonesia menyebutkan transaksi toko online sepanjang tahun 2018 mencapai Rp77,766 triliun. Angka tersebut meroket 151 persen dibanding tahun sebelumnya yang “hanya” Rp30,942 triliun. Rincian untuk produk personal care dan kosmetik adalah Rp7,443 triliun, dari tahun sebelumnya Rp2,695 triliun.

Dari situ, tren belanja online untuk kosmetik dan personal care memang cukup tinggi. Dengan banyaknya toko online, apalagi dalam situs e-commerce, Anda perlu hati-hati dengan ancaman bahan-bahan berbahaya dari kosmetik palsu.

Tentunya Anda masih ingat awal tahun ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sempat melakukan penindakan ada empat tempat di daerah Cengkareng, yang dicurigai sebagai fasilitas dari pembuatan obat ilegal dan pemalsuan dari beberapa brand kosmetik ternama.

Di Amerika Serikat (AS), ada satu kasus seorang wanita terpapar metil merkuri dari krim yang ia beli murah di toko online yang diimpor dari Meksiko. Krim kulit yang ternyata tiruan dari sebuah merek ternama tersebut ditemukan mengandung lebih dari 500 kali kadar merkuri melebihi batasan yang diizinkan untuk produk perawatan kulit.

Apabila terus-terusan terpapar, senyawa metil merkuri bisa menumpuk di ginjal, otak, janin, otot, dan hati. Sebagian besar metil merkuri juga akan terakumulasi di otak. Karena tingkat penyerapannya tinggi ke dalam tubuh, senyawa tersebut juga bisa menyebabkan berbagai penyakit seperti kanker, kecacatan, dan kematian.

Selain kasus di atas, tahun lalu pihak berwajib AS di negara bagian Los Angeles juga pernah menggerebek penjual dan produsen kosmetik palsu yang terkontaminasi kotoran hewan dan senyawa karsinogenik arsenik. Nilai total kosmetik tersebut ditaksir mencapai lebih dari Rp9,9 miliar (atau 700.000 dolar AS).

Bahan kosmetik palsu lain yang berbahaya

Berikut ini adalah beberapa bahan berbahaya yang mungkin ada dalam produk kosmetik palsu beserta bahayanya.

1. Paraben

Dikatakan oleh dr. Adeline Jaclyn dari KlikDokter, paraben digunakan luas sebagai pengawet untuk mencegah pertumbuhan bakteri, jamur, dan ragi pada produk kosmetik.

“Sayangnya, paraben yang masuk ke dalam tubuh dapat dideteksi sebagai hormon estrogen. Karena itu, paparan parabens secara berulang bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara,” ungkap dr. Adeline.

Paraben dapat ditemukan di makeup, sabun mandi, deodoran, sampo, dan pembersih wajah.

2. Steroid

Bahan berbahaya lainnya yang juga kerap ditemukan dalam kosmetik adalah steroid. Menurut dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter, steroid sering dijumpai di kosmetik oplosan. Bahan ini sangat berbahaya karena membuat kulit menjadi tipis jika dipakai dalam jangka panjang.

“Nantinya, pembuluh-pembuluh darah kecil di bawah lapisan kulit akan terlihat, jadinya kelihatan seperti guratan-guratan. Pada akhirnya, steroid mengurangi efek perlindungan kulit itu sendiri, bisa menyebabkan iritasi dan kulit menjadi rentan infeksi," jelas dr. Dyan.

3. Merkuri

Merkuri sering dicampurkan ke dalam krim pemutih kulit. Tergolong logam berat berbahaya, konsentrasi merkuri kecil pun dapat bersifat racun.

Dalam jangka pendek, pemakaian merkuri dapat menyebabkan diare dan muntah-muntah. Efek lainnya adalah perubahan warna kulit yang akhirnya dapat menyebabkan bintik-bintik hitam pada kulit, alergi, iritasi kulit, kerusakan permanen pada susunan saraf otak, gangguan ginjal, dan gangguan perkembangan janin (teratogenik).

Dalam jangka pendek, pemakaian merkuri dapat menyebabkan diare dan muntah-muntah. Selain itu, ada pula efek perubahan warna kulit, yang akhirnya dapat menyebabkan flek hitam pada kulit, alergi, iritasi kulit, kerusakan permanen pada susunan saraf otak, gangguan ginjal, dan gangguan perkembangan janin (teratogenik).

4. SLS dan SLES

SLS (sodium lauryl sulfate) dan SLES (sodium laureth sulfate) merupakan surfaktan yang dapat ditemukan di lebih dari 90 persen produk perawatan diri dan pembersih (produk berbusa).

SLS diketahui dapat menyebabkan iritasi pada kulit, paru, dan mata. Senyawa ini berpotensi berinteraksi dan bergabung dengan bahan kimia lain menjadi nitrosamine yang bersifat karsinogenik (penyebab kanker). Bahkan, kombinasi antara bahan tersebut juga dapat menyebabkan komplikasi berupa kerusakan ginjal dan pernapasan. Demikian dikatakan oleh dr. Adeline.

SLS atau SLES dapat ditemukan pada sampo, sabun mandi, maskara, tabir surya, lipstik, produk rambut, dan perawatan jerawat.

Selain bahan-bahan di atas, ada pula bahan yang perlu diwaspadai seperti pewarna sintetik, phthalates, triklosan, formaldehida, toluene, propylene glycol, serta sunscreen chemicals seperti benzophenone, PABA, avobenzone, homosalate, dan ethoxycinnmate.

Untuk menghindari kosmetik palsu, Anda disarankan untuk:

  • Cek kemasan, label, izin edar, dan tanggal kedaluwarsa produk yang akan dibeli atau dipakai.
  • Hindari membeli brand kosmetik yang sangat murah, yang Anda tahu harga sebetulnya sangat mahal. Anda bisa membandingknnya dengan harga di situs web resmi brand tersebut jika ada.
  • Pilih toko online yang terpercaya dan perhatikan ulasan (review) dari konsumen, situs web resmi brand kosmetik yang diinginkan, atau hanya membeli kosmetik di toko kecantikan resmi atau apotek.

Itulah bahan berbahaya dalam kosmetik yang mungkin ada dalam kosmetik murah yang Anda beli dari toko online. Kosmetik yang dijajakan di toko online memang tak selalu palsu, tetapi tetap harga murah patut dicurigai. Jika memang itu adalah kosmetik palsu yang mengandung bahan berbahaya, percayalah, risiko bahayanya terhadap kesehatan tak sepadan dengan harganya yang murah meriah.

(RN/RH)