Kiat Mengatasi Gangguan Depersonalisasi

Oleh dr. Dyan Mega Inderawati pada 07 Oct 2019, 16:00 WIB
Gangguan depersonalisasi bisa sangat menyiksa penderitanya. Adakah jalan untuk dapat keluar dari jerat perangkapnya?
Kiat Mengatasi Gangguan Depersonalisasi (hafakot/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Pernah mendengar istilah ganggun depersonalisasi? Kondisi ini terjadi bila seseorang merasa  jiwanya terlepas dan mengawasi raganya dari luar atau merasa mengamati diri dari luar tubuh sendiri. Karena efeknya bisa membuat penderitanya tak bisa membedakan realita dan mimpi. Adakah cara untuk mengatasinya?

Sebetulnya tak selamanya depersonalisasi berdampak buruk. Bila dialami dalam waktu singkat, itu tidak akan mengganggu aktivitas sehari-hari dan dapat hilang dengan sendirinya.

Namun, bila kemudian depersonalisasi ini berkelanjutan hingga mengganggu aktivitas, apa yang dialami tersebut sudah merupakan gangguan depersonalisasi. Tidak jarang gangguan ini menimbulkan stres hingga depresi.

Oleh karena itu, setelah seseorang terdiagnosis mengalami gangguan depersonalisasi, terapi yang tepat harus diberikan.

Mengenal gangguan depersonalisasi dan pemicunya

Gangguan depersonalisasi terjadi ketika seseorang merasa jiwanya berada di luar raganya—seolah-olah ia sedang bermimpi dan melihat raganya berjalan sendiri. Selain itu, bisa juga timbul gejala lain seperti:

  • Merasa tangan, kaki, atau bagian tubuh lain mengecil dan kepalanya terbungkus kain.
  • Apatis terhadap lingkungan sekitar.
  • Kerap bersikap datar, sulit merasa sedih, gembira atau marah.

Beragam gejala gangguan depersonalisasi ini umumnya timbul setelah seseorang menghadapi peristiwa besar dalam hidupnya yang sifatnya tidak menyenangkan. Peristiwa tersebut dapat berupa trauma psikis di masa kecil, kehilangan, peperangan, penganiayaan, pemerkosaan, pelecehan, atau bencana alam.

Selain trauma psikis, gangguan depersonalisasi juga dapat muncul akibat adanya penyakit lain dalam tubuh seperti kejang, tumor, dan penyakit lain dalam otak, gangguan kejiwaan lain, hingga penyalahgunaan obat.

Gejala depersonalisasi dapat berlangsung dalam hitungan jam, hari, minggu atau bahkan bulan, dan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Apabila tidak terdiagnosis dan tidak ditangani, gangguan depersonalisasi bisa memicu stres hingga depresi. Penderita bisa merasa tak berguna layaknya tak punya masa depan.

1 of 2

Penanganan gangguan depersonalisasi

Beberapa metode pengobatan yang dapat menjadi pilihan dalam membantu mengatasi gangguan depersonalisasi antara lain:

1. Psikoterapi

Psikoterapi merupakan pilihan utama dalam pengobatan gangguan depersonalisasi. Psikoterapi atau terapi kejiwaan ini bertujuan untuk menggali kemungkinan pemicu yang mendasari munculnya gangguan.

Terapi ini juga akan membantu pasien melewati trauma masa lalunya (jika itu adalah penyebabnya) serta kembali mampu menjalankan kehidupan pribadi dan sosial sehari-hari secara normal.

2. Obat-obatan medis

Sebenarnya tidak ada obat spesifik untuk mengatasi gangguan depersonalisasi. Obat medis umumnya diberikan jika gangguan depersonalisasi juga disertai dengan depresi atau gangguan cemas.

3. Terapi keluarga

Dukungan dan peran serta keluarga dalam membantu penderita gangguan depersonalisasi mutlak dibutuhkan.

Keluarga harus terlebih dahulu paham betul bahwa pemulihannya mungkin memakan waktu lama. Selain itu, setiap anggota keluarga dan orang lain yang terlibat lainnya juga harus memastikan tetap bersikap positif selama fase pemulihan berlangsung.

4. Terapi musik dan seni

Selain psikoterapi, obat medis, dan terapi keluarga, terapi musik dan seni juga bisa menjadi pengobatan pendukung dalam mengatasi gangguan depersonalisasi. Terapi ini akan membuat penderitanya lebih bebas mengungkapkan ekspresi dengan cara positif.

5. Hipnosis klinis

Untuk mengoptimalkan terapi dalam mengatasi gangguan depersonalisasi, hipnosis klinis dapat menjadi pelengkapnya. Hipnosis ini dilakukan dengan teknik tertentu yang akan memicu relaksasi.

Teknik ini kemudian dapat membantu mengeksplorasi hal-hal yang mendasari terjadinya gangguan tersebut dengan santai, untuk kemudian membantu pasien mengatasinya secara bertahap.

Itu dia beberapa kiat untuk mengatasi gangguan depersonalisasi. Kebutuhan terapi dan pengobatan untuk mengatasi gangguan tersebut bisa berbeda-beda pada tiap orang. Lakukan konsultasi dengan psikolog atau psikiater untuk bisa mencari jalan keluar terbaik demi tercapainya kesembuhan dan tingkat pemulihan yang ditargetkan.

[NP/RN]

Lanjutkan Membaca ↓