Cara Mengatasi Darah Menstruasi yang Terlalu Banyak

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 09 Oct 2019, 13:15 WIB
Pada beberapa wanita, darah menstruasi yang keluar bisa terlalu banyak. Baca terus untuk tahu cara mengatasinya.
Cara Mengatasi Darah Menstruasi yang Terlalu Banyak (Wavebreakmedia/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Menstruasi atau haid bisa dirasakan berbeda-beda pada tiap wanita, misalnya durasi, gejala yang muncul, hingga volume darah yang keluar. Pada beberapa kasus, darah menstruasi yang keluar bisa terlalu banyak atau periode haid bisa berlangsung lama. Adakah cara untuk mengatasinya?

Dikatakan oleh dr. Theresia Rina Yunita dari KlikDokter, terlalu banyaknya darah menstruasi yang keluar dan durasi menstruasi yang lebih panjang disebut sebagai menoragia.

Dalam keadaan normal, volume darah haid yang dikeluarkan adalah 30-40 ml (sekitar 2-3 sendok makan) selama 4-5 hari. Pada kondisi menoragia, volume darah bisa mencapai 80 ml.

"Tapi kembali lagi, jumlah tersebut tidak benar-benar bisa jadi tolak ukur karena darah menstruasi bisa berbeda-beda pada tiap wanita. Karenanya, untuk memudahkan dokter dalam mengenali tanda-tanda menoragia, amati jumlah darah menstruasi yang keluar apakah di luar kebiasaan atau tidak," ujar dr. Theresia.

Penyebab dan gejala menoragia

Dilansir dari berbagai sumber, tanda-tanda atau gejala menoragia meliputi:

  • Pembalut atau tampon penuh setiap jam, sehingga harus diganti tiap jam, atau berlangsung selama beberapa jam berturut-turut.
  • Merasa perlu menggunakan pembalut dobel atau yang lebih tebal untuk mengontrol volume darah haid yang keluar.
  • Merasa harus bangun untuk mengganti pembalut atau tampon pada malam hari.
  • Perdarahan berlangsung lebih dari seminggu.
  • Muncul gumpalan darah yang berukuran lebih besar dari koin (sekitar 24 mm).
  • Ada gejala anemia seperti lesu, kelelahan, dan napas pendek.

Menoragia dapat disebabkan oleh berbagai hal, antara lain adalah:

  • Ketidakseimbangan hormonal pada wanita yang baru saja mulai menstruasi atau menjelang menopause
  • Disfungsi ovarium
  • Mioma rahim
  • Polip di rahim
  • Adenomiosis
  • Menggunakan alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR)
  • Penyakit radang panggul
  • Kelainan darah
  • Kondisi medis seperti penyakit tiroid, gangguan hati, gangguan ginjal, kanker
  • Mewarisi gangguan perdarahan seperti penyakit von Willebrand
  • Efek obat-obatan tertentu

Untuk mengetahui seorang wanita mengalami menoragia atau tidak, dokter biasanya akan menanyakan hal-hal seputar siklus haid, termasuk durasi (jumlah hari) dan berapa banyak pembalut yang digunakan dalam sehari. Bila benar menoragia, selanjutnya dokter akan mencari tahu kondisi yang mendasarinya. Dokter mungkin akan melakukan satu atau beberapa pemeriksaan seperti pap smear, biopsi endometrium, USG, atau histeroskopi.

1 of 2

Cara mengatasi darah menstruasi yang keluar terlalu banyak

Pengobatan darah haid yang terlalu banyak dan haid yang berkepanjangan bergantung pada penyebabnya. Akan tetapi, kata dr. Theresia secara umum pengobatan yang bisa dilakukan adalah:

  • Konsumsi suplemen besi untuk mencegah dan mengatasi anemia
  • Asam traneksamat untuk menghentikan perdarahan
  • Kontrasepsi oral untuk mengatur ulang masalah hormonal dan siklus menstruasi
  • Obat hormonal yang mengandung progesteron untuk mengatasi ketidakseimbangan hormonal

Pengobatan juga bisa lewat prosedur bedah, seperti:

  • Dilatasi dan Kuretase (D&C)
  • Histeroskopi operatif
  • Ablasi endometrium atau pengangkatan endometrium
  • Histerektomi (pengangkatan rahim)

Kembali, itu semua dilakukan oleh dokter dan tergantung pada penyebab menoragia.

Apabila tidak ditangani dengan benar, darah haid yang terlalu banyak dan berlangsung terus-menerus bisa mendatangkan beberapa komplikasi, seperti anemia dan nyeri haid intensitas berat (dismenorea).

Bisakah dicegah?

Dokter Theresia juga mengatakan, darah haid yang keluar banyak tidak benar-benar bisa dicegah. Meski demikian, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menurunkan risikonya, yaitu:

  • Selalu tidur 6-8 jam tiap malam
  • Hindari stres dan kelelahan
  • Olahraga rutin lima kali tiap minggu
  • Perbanyak konsumsi sayuran hijau dan biji-bijian
  • Minum air putih 1,5-2 liter per hari

Darah menstruasi yang keluar terlalu banyak termasuk durasi menstruasi yang lebih panjang tak boleh dianggap enteng. Jika sudah beberapa kali mengalaminya, konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan tepat. Jangan tunda pergi ke dokter jika mengalami perdarahan yang banyak hingga harus ganti pembalut tiap 1-2 jam, perdarahan di antara siklus menstruasi atau perdarahan vagina abnormal, serta perdarahan vagina setelah menopause.

(RN)

Lanjutkan Membaca ↓