Penyanyi Sia Terkena Sindrom Ehlers Danlos, Penyakit Apa Itu?

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 09 Oct 2019, 14:15 WIB
Baru-baru ini, penyanyi Sia mengungkap bahwa dirinya terkena sindrom Ehlers-Danlos. Dikategorikan langka, penyakit apa itu?
Penyanyi Sia Terkena Sindrom Ehlers Danlos, Penyakit Apa Itu? (Foto: liputan6)

Klikdokter.com, Jakarta Sia Kate Isobelle Furler—atau lebih dikenal sebagai Sia—mengungkapkan kabar mengejutkan. Solois asal Australia itu mengaku menderita sindrom Ehlers-Danlos. Kabar ini mengejutkan pencinta musik, terutama para fans wanita berusia 43 tahun itu. Termasuk langka, yuk ketahui lebih jauh apa itu sindrom Ehlers-Danlos.

Sindrom Ehlers-Danlos, penyakit apa itu?

Menurut dr. Adeline Jaclyn dari KlikDokter, sindrom Ehlers-Danlos menyerang jaringan ikat pada tubuh manusia. "Ini jenis penyakit genetik, gangguan kesehatan yang menyerang jaringan ikat, seperti kulit dan sendi,” tutur dr. Adeline. 

Penyakit ini menyebabkan gangguan dalam memproduksi dan pembentukan kolagen. Kolagen sendiri lazimnya dibutuhkan tubuh untuk masalah elastisitas kulit. Kolagen juga biasanya membantu membentuk koneksi yang menyatukan tulang, kulit, dan organ tubuh. 

“Jika ada masalah dengan itu, strukturnya bisa menjadi lemah dan lebih cenderung bermasalah,” dia menjelaskan.

Secara sederhana, sindrom Ehlers-Danlos adalah penyakit yang melemahkan jaringan seperti tendon dan ligamen yang menyatukan bagian-bagian tubuh. Penyakit tersebut bisa membuat persendian longgar, kulit menipis, serta mudah memar. Kondisi tersebut juga bisa melemahkan pembuluh darah dan organ.

Gejala yang harus dicermati antara lain:

  • Peningkatan rentang pergerakan sendi (hipermobilitas sendi)
  • Kulit melar
  • Kulit “rapuh”, yakni mudah robek atau memar

Sindrom Ehlers-Danlos adalah salah satu kondisi kelainan genetik. Itu berarti, penyakit ini bisa diturunkan dari orang tua. Jika salah satu dari orang tua punya kondisi ini, ada kemungkinan Anda juga memilikinya.

Beberapa tipe sindrom Ehlers-Danlos

Ada beberapa jenis sindrom Ehlers-Danlos, yang mana semua tipenya membuat persendian kendur dan lemah, serta kulit menjadi melar. 

  • Sendi menekuk lebih jauh

Gangguan sindrom Ehlers-Danlos yang paling umum adalah membuat persendian menekuk lebih jauh dari seharusnya. Efeknya, penderita sindrom Ehlers-Danlos jenis ini lebih cenderung terkilir atau sendinya memuntir. 

  • Tipe klasik

Pada tipe klasik, kulit menjadi sangat halus, sangat elastis, dan rapuh. Penderita tipe ini sering memiliki bekas luka di kulit di atas lutut dan siku, serta mudah memar. Penderita juga cenderung mengalami keseleo, dislokasi, kaki datar, serta masalah pada katup jantung atau arteri. 

  • Vaskular

Sekitar 1 dari 250.000 orang dilahirkan dengan tipe Ehlers-Danlos vaskular. Jenis ini melemahkan pembuluh darah dan membuat organ-organ tubuh lebih mudah mengalami robekan.

  • Kyphoscoliosis

Ini adalah tipe sindrom Ehlers-Danlos yang sangat langka, diperkirakan hanya ada sekitar 60 kasus di seluruh dunia. Kyphoscoliosis terjadi pada bayi yang dilahirkan dengan otot dan tulang yang lemah. Bayi dengan sindrom Ehlers-Danlos tipe ini sering memiliki anggota badan atau jari yang sangat panjang dan tulang belakang melengkung. Kondisi tulang akan semakin memburuk seiring mereka tumbuh.

Penderita juga diketahui sering memiliki gangguan pada mata, misalnya rabun dekat atau glaukoma, yang berhubungan dengan terlalu banyaknya tekanan di dalam mata.

  • Arthrochalasia

Juga termasuk langka, bayi yang dilahirkan dengan sindrom Ehlers-Danlos tipe ini biasanya sendi pinggulnya tidak pada tempatnya. Sendinya akan sangat longgar. Mirip dengan tipe kyphoscoliosis, tulang belakang penderita juga melengkung.

  • Dermatosparaxis

Bisa dibilang, tipe ini adalah yang paling langka. Penderita biasanya memiliki kulit yang sangat lembut dan pucat, mudah memar, dan berbekas luka. Penderita juga diketahui lebih cenderung menderita hernia.

1 of 2

Pengobatan sindrom Ehlers-Danlos

Kabar buruknya, hingga penyakit ini belum ada obatnya. "Sejauh ini pengobatannya hanya fokus pada terapi suportif, yakni terapi yang sesuai gejala saja," ungkap dr. Adeline.

Beberapa opsi perawatan termasuk:

  • Terapi fisik dan olahraga untuk membangun otot dan membantu koordinasi. Otot yang lebih kuat bisa membuat sendi pasien lebih kecil kemungkinannya untuk terlepas. Latihan yang bermanfaat termasuk aerobik low-impact seperti berjalan, berenang, atau bersepeda. Terapi fisik ini sangat penting khususnya untuk penderita anak-anak.
  • Penggunaan kawat gigi atau alat bantu lainnya, seperti kursi roda atau skuter, untuk memudahkan mobilitas.
  • Suplemen kalsium dan vitamin D untuk memperkuat tulang.
  • Obat-obatan yang dijual bebas untuk membantu mengatasi nyeri sendi. Jika itu tidak membantu, penderita mungkin memerlukan obat resep dokter.
  • Wanita dengan sindrom Ehlers-Danlos mungkin memerlukan perawatan khusus jika sedang hamil, karena kemungkinan ada masalah dengan rasa sakit.

Kini Anda sedikit banyak sudah tahu apa itu sindrom Ehlers-Danlos. Kabar mengenai Sia yang terkena penyakit langka tersebut memang mengejutkan banyak pihak, terutama orang-orang terdekat dan penggemarnya. Semoga penyanyi “Chandelier” ini mendapatkan penanganan medis yang memadai dan menerima dukungan tanpa henti.

[HNS/RN]

Lanjutkan Membaca ↓