9 Kondisi Kesehatan yang Bikin Berat Badan Naik

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 09 Oct 2019, 16:20 WIB
Ketika berat badan naik, jangan langsung salahkan pola makan. Bisa jadi, itu karena Anda mengalami kondisi kesehatan tertentu.
9 Kondisi Kesehatan yang Bikin Berat Badan Naik (iko/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Tiba-tiba berat badan naik, padahal porsi makan tidak berlebih. Hal ini tentu membingungkan Anda. Tapi, itu memang bisa terjadi pada tubuh Anda. Bisa jadi, penyebabnya adalah kondisi kesehatan tertentu yang Anda alami.

Pada dasarnya, Anda akan memiliki berat badan yang ideal jika memiliki pola makan dan aktivitas fisik yang seimbang. Akan tetapi, meski sudah menjalankan diet sehat dan rutin berolahraga, lonjakan berat badan secara tiba-tiba tetap bisa terjadi.

Kondisi kesehatan yang membuat lonjakan berat badan

Seperti telah disebutkan di atas, ternyata ada beberapa masalah kesehatan yang bisa membuat berat badan Anda melonjak secara drastis.

Berikut adalah kondisi-kondisi kesehatan yang dimaksud:

1. Sindrom Cushing

Menurut dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter, sindrom Cushing disebabkan oleh meningkatnya hormon kortisol dalam jangka waktu yang lama. Orang yang menderita obesitas, diabetes melitus, dan hipertensi akan memiliki peningkatan risiko terhadap sindrom Cushing.

Pada akhirnya, sindrom ini bisa menyebabkan penambahan berat badan dan kelainan lainnya. Anda bisa mendapatkan sindrom Cushing jika menggunakan steroid untuk asma, radang sendi, atau lupus.

Sindrom ini juga bisa terjadi ketika kelenjar adrenalin Anda membuat terlalu banyak kortisol, atau bisa juga terkait dengan tumor. Biasanya, kenaikan berat badan akibat sindrom ini paling terlihat di sekitar wajah, leher, punggung bagian atas, atau pinggang.

2. Hipotiroidisme

Jika tiroid (kelenjar berbentuk kupu-kupu di depan leher) tidak menghasilkan hormon tiroid yang cukup, waspadalah! Anda akan merasa lelah, lemah, dan dingin, serta mengalami kenaikan berat badan.

Mengapa demikian? Sebab, tanpa hormon tiroid yang cukup, metabolisme Anda akan melambat. Hal tersebut membuat kenaikan berat badan jadi lebih mungkin terjadi.

"Penyakit hipotiroidisme memiliki gejala berupa meningkatnya berat badan yang disertai pembengkakan di sekitar leher," ungkap dr. Dyah.

3. Stres

Ketika Anda mengalami stres, maka kadar hormon kortisol di dalam tubuh akan meningkat tajam.

"Hormon ini penting untuk mempersiapkan tubuh dalam menghadapi ancaman atau bahaya ketika Anda dalam kondisi stres, dan memerintahkan tubuh untuk makan lebih banyak demi menimbun kalori," kata dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter.

Selain itu, biasanya saat stres Anda jadi susah tidur dan akhirnya jadi begadang. Ketika Anda dalam keadaan terjaga sampai tengah malam (yang seharusnya ini adalah waktu tidur), Anda akan mudah merasa lapar dan tergoda untuk mengambil camilan atau justru makan berat. Nah, ini juga bisa menyebabkan berat badan Anda naik.

4. Depresi

Kenaikan berat badan dan bahkan obesitas adalah beberapa efek samping fisik yang mungkin terjadi saat seseorang mengalami depresi. Sebab, orang yang mengalami depresi sering kali memiliki kadar hormon kortisol yang lebih tinggi, yang dapat menyebabkan lemak berkumpul di sekitar perut.

5. Insomnia

Orang-orang yang tidur kurang dari 6 jam setiap harinya cenderung memiliki lebih banyak lemak tubuh. Tidur sekitar 8 jam adalah durasi sempurna untuk menjaga berat badan.

Kurang tidur menyebabkan tubuh membuat terlalu banyak hormon kortisol dan insulin, yang dapat menambah lemak. Hal ini juga dapat mengacaukan hormon yang bekerja untuk memberi tanda lapar, sehingga membuat Anda menginginkan makanan –terutama yang sarat lemak dan gula.

1 of 2

Selanjutnya

6. Gagal jantung kongestif

Kondisi ini terjadi ketika jantung Anda tidak memompa cukup keras. Peningkatan berat badan yang tiba-tiba, sekitar 1-1,5 kilogram dalam sehari atau lebih dari 2 kilogram dalam seminggu, juga bisa menjadi pertanda Anda mengalami kondisi ini.

Anda juga bisa mengalami bengkak pada kaki dan pergelangan kaki, denyut nadi lebih cepat, pernapasan berat, tekanan darah tinggi, kehilangan memori, dan kebingungan.

7. Sleep apnea

Jika Anda punya kebiasaan mendengkur dan selalu merasa mengantuk di siang hari, bisa menjadi pertanda Anda mengalami sleep apnea. Saat mengalaminya, jalan napas Anda akan terhenti secara teratur selama beberapa detik ketika tidur.

Kelebihan berat badan atau obesitas adalah salah satu penyebab sleep apnea, tapi bisa juga merupakan suatu gejala. Kondisi ini juga bisa membuat Anda cenderung memiliki masalah hati, gagal jantung, dan tekanan darah tinggi.

8. Sindrom metabolisme

Ini adalah sekelompok kondisi yang terjadi bersamaan dan meningkatkan peluang Anda terkena penyakit jantung, stroke, dan diabetes.

Tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan lemak tubuh Anda akan berada pada tingkat yang tidak sehat. Tidak ada gejala yang jelas untuk kondisi ini, tapi biasanya bisa ditandai dengan kenaikan berat badan, yang bisa terlihat dengan berkumpulnya lemak di sekitar pinggang.

9. Pengobatan diabetes mellitus

Biasanya, penderita diabetes mellitus yang sedang terapi suntik insulin guna mengontrol gula darah dapat mengalami kenaikan berat badan secara tiba-tiba, meski asupan makanan telah diatur dengan baik.

Hal tersebut dikarenakan hormon insulin yang disuntikkan ke dalam tubuh dapat memengaruhi nafsu makan dan pengaturan jumlah lemak di dalam tubuh.

Jadi, Anda jangan lagi langsung menyalahkan pola makan ketika berat badan naik secara tiba-tiba. Bisa jadi, pemicunya adalah masalah-masalah kesehatan di atas. Sebaiknya, segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami salah satu masalah di atas.

[MS/ RH]

Lanjutkan Membaca ↓