7 Terapi Psikologis yang Dapat Meningkatkan Kesehatan Mental Anda

Saat ini, sudah banyak terapi psikologis yang telah dikembangkan untuk meningkatkan kesehatan mental, Kenali beberapa jenis terapi psikologis di sini.
7 Terapi Psikologis yang Dapat Meningkatkan Kesehatan Mental Anda

Klikdokter.com, Jakarta Banyak terapi psikologis yang tersedia untuk membantu mengatasi masalah kesehatan mental. Sayangnya, stigma ‘orang gila’ membuat banyak dari mereka yang membutuhkan bantuan enggan menjalani terapi.

Padahal, terapi psikologis bukan hanya dilakukan oleh orang dengan gangguan mental saja. Terapi ini dapat bermanfaat bagi mereka yang merasa memiliki masalah psikologis dan ingin mencegah risiko gangguan yang lebih serius.

Misalnya, bagi yang merasa sedih berkepanjangan, cemas berlebihan, fobia terhadap sesuatu, menunjukkan perubahan perilaku tidak biasa, diperkenankan untuk melakukan terapis psikologis. Selain itu, jika mulai berhalusinasi atau pernah berpikir untuk bunuh diri, terapi psikologis juga bisa menjadi jawabannya.

Namun, memang tidak semua kondisi cukup diatasi dengan terapi. Terkadang, dibutuhkan kombinasi dengan obat-obatan ketika terapi psikologis tidak memberikan hasil yang maksimal bagi pasien.

Berikut adalah beberapa terapi psikologis yang telah terbukti efektif bagi kesehatan mental:

1 dari 5

1. Cognitive Behavioural Therapy (CBT)

Ilustrasi Cognitive Behavioural Therapy (CBT)
loading

CBT adalah salah satu terapi psikologis yang sering digunakan untuk mengubah pemikiran, perilaku, atau emosi terhadap sesuatu. Terapi ini juga bertujuan agar kita dapat menyelesaikan masalah dan meningkatkan rasa bahagia.

Prinsip CBT fokus pada pemikiran dan persepsi yang memengaruhi perilaku. Oleh karena itu, pasien selalu diingatkan bahwa pikiran dan persepsi yang “sehat” adalah kuncinya. 

CBT dapat digunakan untuk berbagai kondisi mental, seperti depresi, kecemasan, gangguan stres pasca-trauma (PTSD), kelainan makan, gangguan obsesif kompulsif (OCD), fobia, atau insomnia.

2. Interpersonal Therapy (IPT)

IPT merupakan terapi yang relatif baru dan mirip dengan prinsip CBT. Apabila CBT fokus pada pikiran yang bisa memengaruhi persepsi diri sendiri, maka IPT punya fokus yang agak berbeda.

IPT bertujuan untuk mengubah pikiran dan perilaku yang berpengaruh terhadap hubungan dengan seseorang. Terapi ini banyak digunakan untuk mengatasi kelainan mood seperti gangguan bipolar.

Selain itu, IPT ini juga dapat digunakan ketika seseorang mengalami masa-masa sulit kehidupan seperti perceraian atau kematian anggota keluarga.

Artikel Lainnya: 7 Jenis Terapi yang Penting untuk Kesehatan Mental

2 dari 5

3. Terapi pernikahan dan keluarga

Ilustrasi Terapi pernikahan dan keluarga
loading

Terapi ini dikenal sebagai konseling pernikahan atau konseling keluarga. Anda akan mempelajari perilaku anggota keluarga serta melihat bagaimana pengaruhnya terhadap hubungan, baik itu dengan anggota keluarga lain atau secara keseluruhan.

Pada terapi ini, Anda akan menjalani sesi privat bersama terapis selama beberapa kali. Setelah itu, baru Anda dan pasangan, atau anggota keluarga lainnya menjalani sesi bersama.

Terapi ini dinilai efektif untuk mengatasi konflik antar pasangan ataupun dengan  anggota keluarga yang lain. Menurut sebuah studi, 70 persen pasangan yang memiliki konflik dan mengikuti terapi ini berhasil menyelesaikan masalahnya.

4. Psychodynamic Therapy

Psychodynamic therapy dilakukan lewat pembicaraan secara mendalam. Terapi ini akan mendorong Anda untuk berbicara bebas mengenai masalah, ketakutan, impian, dan fantasi yang Anda miliki. Tujuannya, untuk mengurangi gejala negatif yang muncul dan meningkatkan rasa percaya diri.

Umumnya,  psychodynamic therapy digunakan untuk mengatasi depresi. Namun, orang yang bermasalah dalam membentuk, mempertahankan hubungan, atau kehilangan arti hidup, juga bisa menjalani terapi ini.

Terapi psychodynamic juga bermanfaat baik bagi mereka yang sadar akan masalahnya, namun sulit untuk menyelesaikannya sendiri.

Artikel Lainnya: Terapi Online, Metode Penyembuhan Baru untuk Kesehatan Mental

3 dari 5

5. Terapi Seni

Terapi Seni dengan Melukis
loading

Terapi ini memberikan Anda kebebasan mengekspresikan diri melalui seni. Misalnya, seperti melukis, menggambar, mewarnai, atau mematung. Nantinya, terapis berpengalaman dapat membantu memahami arti di balik karya tersebut dan akan dikaitkan dengan perasaan serta perilaku Anda.

Terapi seni umumnya digunakan untuk anak-anak. Akan tetapi, orang usia berapa saja boleh melakukan terapi seni. Terapi ini dapat digunakan untuk memperbaiki kemampuan diri dalam membina hubungan dengan orang lain, serta fokus dengan proses dan cara untuk menyelesaikan masalah.

Tak hanya itu, terapi seni juga cocok untuk mereka yang memiliki masalah dalam mengekspresikan perasaan, cemas berlebihan, atau merasa putus asa.

6. Psikoedukasi

Psikoedukasi dilakukan dengan memberikan edukasi mengenai masalah mental tertentu. Terapis akan memberi pengetahuan mengenai kondisi mental Anda, bagaimana cara mengatasi masalah, atau di mana harus mencari pertolongan lebih lanjut. 

Terapi ini biasanya dilakukan dalam bentuk kelas, support group, ataupun sesi privat dengan terapis.

Terapi ini sebetulnya dapat dilakukan untuk mengatasi masalah psikologis apapun. Terapi akan efektif jika pasien punya tilikan (kemampuan menilai) yang cukup baik untuk mencerna informasi. Namun, jika tilikan pasien buruk dan sedang berada dalam fase akut, psikoedukasi tidak terlalu disarankan.

Artikel Lainnya: Psikoterapi untuk Atasi Gangguan Mental, Apa Maksudnya?

4 dari 5

7. Hipnoterapi

Hipnoterapi
loading

Hipnoterapi dilakukan dengan menargetkan alam bawah sadar pasien. Alhasil, ketika pasien diberi saran untuk menyelesaikan masalahnya, ia dapat menerima dengan baik. 

Selain itu terapi ini membuat pasien lebih rileks sehingga dapat mengurangi tingkat stres yang dirasakan. Hipnoterapi umumnya dikombinasi atau digunakan dengan jenis terapi lainnya.

Bagi Anda yang ingin mengatasi masalah, seperti fobia, insomnia, ingin berhenti merokok, atau disfungsi seksual, hipnoterapi bisa jadi pilihan.

Baca Juga

Untuk menyelesaikan masalah mental, Anda harus berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater terlebih dahulu. Mereka akan memeriksa, mendiagnosis, dan menentukan terapi yang tepat sesuai kondisi Anda. Apabila mau tahu lebih lanjut tentang masalah psikolog atau terapi lainnya baca terus artikel kesehatan di aplikasi Klikdokter.

(OVI/JKT)

Live Chat 24 Jam

Ingin konsultasi mengenai artikel di atas?

Masuk

REAKSI ANDA

ARTIKEL TERKAIT

Foto Profil di Media Sosial Bisa Menunjukkan Gejala Depresi?

Info Sehat
08 Okt

Orang Tua, Inilah Penyebab Depresi pada Remaja

Info Sehat
21 Sep

Depresi, Lebih dari Sekadar Gangguan Kesehatan Mental

Info Sehat
17 Sep

Tanda-Tanda Depresi pada Remaja yang Perlu Anda Waspadai

Info Sehat
16 Sep

Orang Dewasa Takut Anak-Anak, Kenali Gangguan Pedophobia

Info Sehat
03 Sep

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk