Tips Menggunakan Obat Mata yang Benar

Oleh dr. Valda Garcia pada 10 Oct 2019, 15:40 WIB
Sudah pakai obat mata yang diresepkan tetapi keluhan tak kunjung sembuh? Bisa jadi Anda tidak menggunakannya dengan benar.
Tips Menggunakan Obat Mata yang Benar (Puhhha/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Cara menggunakan obat mata yang diberikan oleh dokter akan sangat memengaruhi efektivitasnya dalam mengatasi keluhan mata yang dirasakan. Apa pun jenis obat yang diberikan, kerjanya tak akan optimal jika cara menggunakannya tidak benar.

Penggunaan obat mata harus sesuai anjuran dokter

Obat mata yang diberikan akan disesuaikan dengan kondisi mata dan penyakit yang mendasarinya. Oleh karena itu, Anda sangat tidak disarankan untuk mengobati sendiri keluhan mata tanpa konsultasi dengan dokter sebelumnya.

Selain itu, Anda juga tidak disarankan untuk mengobati mata dengan cara herbal, misalnya menggunakan air rebusan daun tertentu atau dengan tetesan air jeruk nipis. Cara tersebut malah bisa berbahaya bagi mata karena dapat meningkatkan risiko infeksi dan kebutaan.

Anda juga tidak disarankan untuk berinisiatif pergi ke apotek karena penggunaan obat mata yang tidak sesuai penyebab keluhan bisa memperburuk kondisi mata, bukan menyembuhkannya.

Itulah kenapa kalau sakit mata, Anda harus berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter spesialis mata. Dokter akan memeriksa mata Anda, sehingga terapi yang diberikan tepat sasaran.

Cara benar menggunakan obat mata

Setelah pemeriksaan, dokter mungkin akan memberikan obat mata. Berdasarkan jenis obatnya, obat tersebut harus digunakan dengan benar. Begini panduannya.

1. Tetes mata

Pemberian tetes mata oleh dokter bertujuan agar obat bisa diserap lebih cepat oleh mata, atau dengan target pengobatan pada permukaan bola mata. Begini cara menggunakan obat tetes mata dengan benar.

  • Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, lalu keringkan dengan handuk atau lap bersih.
  • Ketika mengaplikasikan obat, usahakan dalam posisi yang nyaman, baik dalam posisi duduk, berdiri, maupun berbaring.
  • Dengan menggunakan jari telunjuk, tarik perlahan kelopak mata bagian bawah.
  • Selanjutnya, arahkan pandangan ke atas, lalu pencet obat tetes mata sehingga obat menets ke kantung kelopak mata bagian bawah.
  • Tutup mata selama 3 menit sehingga obat dapat diserap dengan baik oleh mata.

Perhatikan kebersihan botol obat mata dan hindari kontak ujung botol mata dengan permukaan bola mata. Tujuannya untuk menghindari terjadinya infeksi pada mata.

Selain itu, ketika menggunakan obat tetes mata, pencet juga sudut mata sisi dalam untuk mencegah obat mengalir ke hidung dan tenggorokan.

2. Salep mata

Jenis obat mata lain yang dapat diberikan oleh dokter adalah dalam bentuk salep. Cara pakainya adalah dengan mengoleskan salep di permukaan kelopak mata bagian luar.

Mengoleskannya bisa menggunakan ibu jari. Karenanya, pastikan cuci tangan sampai bersih sebelum mengaplikasikannya.

Pada kondisi tertentu, tak jarang dokter akan menyarankan penggunaan salep di bagian dalam mata. Instruksi ini harus dilakukan dengan kondisi steril untuk mencegah infeksi pada mata karena cara penggunaan obat yang salah.

Ini langkah menggunakan salep mata dengan benar:

  • Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, lalu keringkan dengan handuk atau lap bersih.
  • Saat ingin mengoleskan obat, usahakan dalam posisi yang nyaman, baik dalam posisi duduk, berdiri, maupun berbaring.
  • Dengan menggunakan jari telunjuk, tarik perlahan kelopak mata bagian bawah.
  • Arahkan pandangan ke atas dan pencet tube salep mata, sehingga salep yang keluar dapat masuk ke seluruh kantung kelopak mata bagian bawah.
  • Berkedip secara perlahan, sehingga salep mata dapat menyebar ke seluruh permukaan mata. Kemudian, tutup mata selama 1-2 menit.

Dokter juga mungkin akan meresepkan kombinasi salep mata dan tetes mata. Jika demikian, beri jarak sekitar 3-5 pada tiap pemakaian. Sebaiknya aplikasikan tetes mata terlebih dulu, setelahnya baru salep mata. Ini bertujuan agar obat dapat terserap dengan baik oleh mata.

Setiap kasus penyakit mata memiliki terapi yang berbeda sesuai dengan penyebabnya. Sama halnya dengan jenis obat mata yang diberikan, dokter akan meresepkannya sesuai dengan sasaran pengobatan. Jadikan cara di atas sebagai panduan untuk menggunakan obat mata dengan benar demi kerja obat yang maksimal.

[NP/RN]