Mengenal Pulpotomi, Metode Bedah untuk Atasi Polip Pulpa di Gigi

Oleh drg. Wiena Manggala Putri pada 14 Oct 2019, 16:30 WIB
Pulpotomi merupakan salah satu perawatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi polip pulpa. Seperti apa metodenya?
Mengenal Pulpotomi, Metode Bedah untuk Atasi Polip Pulpa di Gigi (Alex Mit/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Polip pulpa, atau dalam istilah kedokteran disebut sebagai pulpitis hyperplasia kronis, merupakan salah satu penyakit gigi yang cukup sering terjadi pada masyarakat. Untuk mengatasinya, salah satu metode yang dianggap paling ampuh adalah pulpotomi. Namun, seperti apa metode yang tindakan bedah ini? 

Polip pulpa dan penyebabnya

Polip pulpa merupakan suatu kondisi di mana terdapat peradangan yang berlangsung selama bertahun-tahun pada bagian pulpa, yaitu bagian tengah gigi yang berisi jaringan dan sel-sel pembentuk gigi. 

Penyebabnya adalah iritasi mekanis dan invasi bakteri ke dalam pulpa gigi, yang diakibatkan kerusakan pada mahkota gigi akibat trauma atau karies.

Umumnya, polip pulpa banyak terjadi pada gigi geraham sulung dan gigi geraham bawah pada usia dewasa muda. Namun, kondisi gigi dengan akar yang terbuka atau tidak lengkap adalah kondisi yang paling rentan menimbulkan polip pulpa.

Keberadaan gigi sulung sendiri harus dipertahankan sebisa mungkin. Sebab, gigi ini merupakan penunjuk jalan untuk gigi penggantinya yang akan tumbuh dan berfungsi dalam mempertahankan lengkung rahang.

Oleh sebab itu, gigi yang mengalami kerusakan dengan lubang cukup luas dan dalam harus segera dirawat. Salah satu perawatan yang dapat Anda lakukan untuk mengatasinya adalah pulpotomi.

Apa itu pulpotomi dan bagaimana metodenya?

Pulpotomi merupakan suatu perawatan gigi di mana pengangkatan pulpa dilakukan tanpa mengangkat bagian pada akar. Akan tetapi, prosedur ini hanya dapat dilakukan bila polip yang tumbuh tidak memengaruhi bagian pulpa di dekat akar gigi.

Biasanya, pulpotomi dipilih sebagai perawatan jika terjadi kerusakan yang cukup parah pada bagian pulpa, namun gigi tersebut belum saatnya untuk dicabut. Perawatan ini merupakan cara yang paling umum untuk pulpa yang terkena karies pada gigi geraham sulung. 

Hal yang harus dilakukan pada perawatan ini adalah dengan menghilangkan pulpa bagian koronal dan memelihara pulpa di bagian akar. Untuk melakukan pulpotomi, anestesi lokal perlu dilakukan pada daerah yang terkena.

Kemudian, bagian gigi yang bermasalah akan diisolasi dari bagian lainnya dengan menggunakan rubber dam. Hal ini dilakukan untuk mempertahankan daerah kerja yang kering, menghindari kontaminasi bakteri, dan untuk melindungi jaringan lunak di sekitarnya.

Selanjutnya, karies gigi akan dibersihkan dan pemotongan pulpa akan dilakukan sampai ruang pulpa terlihat. Perdarahan bisa saja terjadi, tapi tidak akan menjadi masalah besar karena biasanya dapat segera dihentikan dengan penekanan menggunakan kapas. 

Untuk mendapatkan akses menuju pulpa dengan lebih jelas, dokter gigi juga dapat membuang pulpa koronalnya menggunakan ekskavator tajam atau bur bulat.

Setelah itu, peletakan obat dapat dilakukan. Obat-obatan yang paling umum digunakan untuk prosedur ini adalah ferric sulphate atau formocresol yang berfungsi untuk menguatkan jaringan.

Kemudian, ruang pulpa bagian koronal juga akan diisi dengan obat zinc oxide eugenol (ZOE). Ini merupakan salah satu obat yang direkomendasikan dan sering digunakan sebagai bahan pengisi saluran akar pada gigi sulung.

Setelah penempatan obat selesai, bentuk gigi dapat kembali diperbaiki dengan pembuatan restorasi menggunakan stainless steel crown. Cara ini dapat memberikan hasil yang efektif untuk jangka panjang dan bisa mencegah kebocoran mikro. 

Perawatan pulpotomi merupakan pilihan yang memiliki keberhasilan cukup baik. Keberhasilannya sendiri dapat dilihat jika dalam kurun waktu 6 bulan setelah tindakan tidak terdapat keluhan dari pasien.

Tujuan utama perawatan pulpotomi adalah mencegah infeksi yang terjadi pada periapical. Selain itu juga untuk menghindari timbulnya rasa sakit, dan reaksi inflamasi, memperbaiki fungsi pengunyahan, mempertahankan gigi sulung sampai gigi permanen penggantinya siap untuk erupsi, serta untuk menunjang penampilan.

Sebagai pencegahan terhadap berbagai masalah gigi, termasuk polip pulpa, menggosok gigi secara rutin dan melakukan pemeriksaan secara berkala ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali perlu dilakukan.

Dengan demikian, kemungkinan timbulnya polip pulpa dapat dideteksi secara dini, sehingga dapat segera diatasi dengan tepat. Namun jika sudah terlanjur terjadi, pulpotomi bisa menjadi perawatan yang ampuh untuk mengatasinya.

[MS/ RH]