Kapan Sebaiknya Harus Melakukan Prosedur Pulpotomi?

Oleh drg. Wiena Manggala Putri pada 16 Oct 2019, 08:00 WIB
Pulpotomi diperlukan untuk mencegah karies pada gigi sulung tidak menyebar. Kapan sebaiknya harus melakukan prosedur ini?
Kapan Sebaiknya Harus Melakukan Prosedur Pulpotomi? (Prostock Studio/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Pulpotomi adalah salah satu perawatan gigi yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah polip pulpa. Baca terus artikel ini untuk tahu kapan sebaiknya Anda harus melakukan prosedur gigi tersebut.

Banyak orang yang menganggap gigi sulung anak tidak terlalu penting, sebab nantinya akan tergantikan dengan gigi permanen. Padahal, gigi sulung yang rusak harus mendapatkan perawatan yang tepat agar tidak masalah serius. Masalah serius yang dimaksud adalah timbulnya peradangan pada ruang pulpa gigi atau pulpitis.

Pada anak-anak, kerusakan gigi adalah salah satu penyakit umum yang sering terjadi. Kerusakan gigi sulung ini cenderung berkembang dengan cepat dan sering kali mencapai rongga pulpa. 

Rongga pulpa berisi saraf-saraf, pembuluh darah kecil, dan jaringan ikat. Apabila kerusakan gigi sudah mencapai rongga pulpa, salah satu perawatan untuk mengatasinya adalah dengan prosedur pulpotomi.

Apa itu pulpotomi?

Pulpotomi adalah pengambilan jaringan pulpa pada bagian korona akibat karies yang luas, disertai pemberian obat tepat di atas pulpa yang terpotong. Tujuannya adalah untuk membantu mengatasi dan mempertahankan vitalitas gigi. Selanjutnya, restorasi dilakukan sebagai langkah akhir agar fungsi gigi kembali seperti semula.

Target utama perawatan pulpotomi adalah untuk mempertahankan fungsi integritas dan kesehatan gigi, termasuk jaringan pendukungnya. Sehingga, vitalitas pulpa gigi yang terkena karies, cedera traumatis, atau disebabkan hal lainnya bisa terjaga.

Pulpotomi bisa dilakukan sebagai perawatan pada kasus yang melibatkan kerusakan pada pulpa yang cukup parah, tetapi gigi belum saatnya untuk dicabut.

Selain itu, pulpotomi juga bisa dilakukan sebagai upaya pencegahan, sebab gigi yang mendapatkan perawatan bisa tetap dipertahankan sampai gigi tersebut tanggal dengan sendirinya.

Dengan melakukan perawatan ini, lengkung gigi bisa dipertahankan dalam keadaan yang utuh dan fungsi pengunyahan atau fungsi bicara bisa tetap berjalan baik.

Selain itu, dengan merawatnya secara tepat, fungsi estetik otomatis dapat diperbaiki.

Kapan sebaiknya melakukan perawatan pulpotomi?

Perawatan pulpotomi diperlukan ketika gigi mengalami kerusakan begitu dalam, kerusakannya mendekati rongga pulpa, sehingga mengiritasi jaringan dan menyebabkan peradangan.

Perawatan ini cocok untuk gigi yang mengalami kerusakan di bagian koronal pulpa saja. Indikasi utamanya adalah adanya karies gigi yang meluas ke arah proksimal (permukaan gigi yang berhadapan dengan permukaan gigi sebelahnya dalam satu lengkung gigi) yang melibatkan marginal ridge (tepi bulat dari enamel yang membentuk tepi mesial dan distal dari permukaan oklusal gigi posterior dan dari permukaan palatal atau lingual dari gigi anterior).

Pulpotomi merupakan prosedur pilihan ketika gigi-geligi masih bersifat vital dengan jaringan periodonsium yang sehat, tidak ada tanda-tanda resorpsi internal (penghancuran yang menyebabkan kehilangan struktur gigi internal), dan tidak ada keluhan lain seperti infeksi lokal atau abses.

Namun, jika terdapat fistula pada gigi (infeksi yang menimbulkan suatu rongga di sekitar gigi hingga ke dalam gusi), timbul rasa nyeri spontan, serta adanya pembengkakan akibat peradangan pulpa, perawatan ini tidak dapat dilakukan. 

Kontraindikasi lainnya adalah karies gigi yang begitu luas hingga melibatkan bagian radikuler gigi atau ruang pulpa.

Selain itu, pulpotomi juga bertentangan dalam kasus kehilangan tulang interradikular.

Perawatan pulpotomi juga bisa menimbulkan efek samping seperti nyeri ringan karena peradangan jaringan lunak di sekitarnya. Namun, biasanya gejala tersebut akan hilang atau sembuh dengan sendirinya.

Biasanya pulpotomi hanya memerlukan 1-2 kali kunjungan ke dokter gigi. Tingkat keberhasilannya pun juga cukup baik, bisa dilihat dalam kurun waktu 6 bulan jika tidak ada keluhan.

Itulah hal-hal seputar pulpotomi dan kapan sebaiknya harus melakukan prosedur tersebut. Mungkin pulpotomi terdengar rumit, karena pada akhirnya gigi yang dirawat akan tergantikan dengan gigi permanen. Namun, perawatan yang tetap penting untuk menjaga struktur rahang anak dan memastikan gigi permanen tumbuh ke arah yang benar. Selain itu, pulpotomi juga penting agar infeksi tidak menyebar ke gigi lainnya atau ke gusi.

(RN)