Berbagai Cara untuk Mengobati Jerawat Saat Hamil

Jerawat adalah salah satu masalah kulit yang paling sering dikeluhkan wanita saat hamil. Begini cara aman mengobatinya.
Berbagai Cara untuk Mengobati Jerawat Saat Hamil (StoryTime Studio/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Jerawat bisa muncul dalam kondisi apa saja, termasuk saat hamil, yang mana merupakan masalah kulit yang sering dikeluhkan ibu hamil. Tak hanya di wajah, bahkan jerawat juga bisa tumbuh di dada atau punggung akibat meningkatnya aktivitas kelenjar. Adakah cara aman untuk mengobatinya?

Menurut dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter, meskipun sebenarnya merupakan hal yang wajar terjadi, tetapi kondisi kulit berjerawat bisa mengganggu dan memengaruhi kondisi psikis ibu hamil.

Baca Juga

"Jerawat dalam kehamilan sering kali muncul trimester pertama. Penyebabnya adalah pengaruh perubahan hormon pada ibu hamil, sehingga terjadi peningkatan produksi minyak di kulit. Akibatnya, kulit jadi lebih mudah berjerawat,” kata dr. Karin menjelaskan.

Hormon yang menyebabkan munculnya jerawat adalah testosteron dan androstenedion, yang termasuk dalam kelompok hormon yang disebut androgen. Jika kadar hormon-hormon tersebut tinggi, bisa terjadi sindrom ovarium polikistik atau (polycystic ovary syndrome  atau PCOS), infertilitas, dan tentunya jerawat.

Ketahui bahan aktif obat jerawat yang perlu dihindari saat hamil

Penggunaan obat jerawat diharapkan mampu memperbaiki kondisi kulit yang disebabkan oleh jerawat. Kata dr. Devia Irine Putri, dari KlikDokter, salah satu bahan aktif yang populer untuk mengatasi jerawat adalah retinoid. Namun, bahan aktif tersebut tidak dianjurkan untuk wanita hamil.

“Retinoid bersifat teratogen, yaitu kondisi atau agen yang secara potensial membahayakan organisme prenatal. Penggunaannya bisa menyebabkan berbagai masalah seperti hidrosefalus, kecacatan pada daerah kepala dan wajah janin, kecacatan pada organ jantung, hingga kematian janin,” dr. Devia mengungkapkan.

Selain itu, waspadai juga benzoil peroksida dan asam salisilat yang juga sering ditemukan dalam produk untuk kulit berjerawat.

Berdasarkan American College of Obstetrics and Gynecologist, penggunaan kedua zat tersebut masih dalam batas aman bagi wanita hamil asalkan digunakan dengan pengawasan ketat dokter.

“Namun, Anda juga perlu tahu efek sampingnya, yaitu meningkatnya risiko perdarahan otak pada janin,” tambah dr. Devia.

Mengobati jerawat secara aman saat hamil

Sebetulnya jerawat saat hamil umumnya akan mereda dengan sendirinya seiring bertambahnya usia kehamilan atau setelah persalinan, karena kembalinya kondisi hormon ibu seperti semula. Namun jika jerawat dirasakan sangat mengganggu atau membandel, ada beberapa cara aman untuk mengatasinya.

“Pada saat hamil, upaya untuk mengendalikan munculnya jerawat di kulit perlu diperhatikan, karena tidak semua metode penanganan jerawat aman untuk janin di dalam kandungan,” kata dr. Karin mengingatkan.

Ibu hamil tidak disarankan untuk menggunakan obat jerawat sembarangan dan paling amannya adalah konsultasi dulu dengan dokter tentang penggunaan obat jerawat ataupun perawatan kulit.

Kata dr. Karin, yang sangat perlu diwaspadai adalah obat jerawat oral, karena bisa berbahaya untuk janin. Obat jerawat topikal (oles) juga perlu diwaspadai karena bahan-bahannya dapat menembus kulit, terbawa oleh aliran darah, serta menembus plasenta. Jika mengandung bahan yang berbahaya, maka bisa menyebabkan kelainan pada janin.

Untuk menghindarinya, ikuti cara mengobati jerawat saat hamil di bawah ini:

  1. Bersihkan wajah secara teratur paling tidak dua kali sehari. Saat membersihkan wajah, hindari menggosoknya terlalu keras atau menggunakan bahan atau benda kasar atau iritatif (misalnya handuk kasar, pembersih dengan scrub, dan lain-lain). Kulit yang teriritasi bisa membuat jerawat lebih mudah muncul.
  1. Gunakan produk yang tidak mengandung minyak maupun alkohol, baik itu rias wajah, pelembap, tabir, surya, pembersih wajah, atau apa pun produk perawatan kulit lainnya.
  1. Jika jenis kulit kepala ibu hamil cenderung berminyak, sebaiknya cuci rambut setiap hari. Rambut yang berminyak dan kotor dapat memengaruhi kebersihan kulit wajah, sehingga bisa memicu terjadinya jerawat.
  1. Jangan menyentuh jerawat dengan tangan atau memanipulasinya seperti menekan atau memecahkannya. Memecahkan jerawat malah bisa bikin bekas jerawat sulit hilang. Belum lagi adanya risiko jerawat makin meradang atau terinfeksi.
1 dari 2

Cara rumahan lainnya untuk mengobati jerawat

Madu (Bokan/Shutterstock)
loading

Selain cara-cara di atas, maksimalkan juga dengan cara rumahan ini.

  • Memenuhi kebutuhan zink

Zink adalah mineral penting yang mendukung sintesis protein dan pembelahan sel. Menurut National Institutes of Health (NIH), wanita yang hamil atau menyusui memiliki risiko lebih tinggi terkena defisiensi seng.

Ada sebuah studi dalam jurnal “BioMed Research International” tahun 2014 yang melibatkan 200 partisipan, termasuk 100 partisipan yang bermasalah dengan jerawat. Para peneliti menemukan hubungan antara kadar zink yang rendah dengan jerawat yang cukup parah.

Karenanya, ibu hamil bisa mengonsumsi makanan yang mengandung zink seperti: daging (daging sapi dan unggas), kacang polong, kacang-kacangan, biji-bijian, dan yoghurt.

  • Madu

Madu mengandung senyawa yang bersifat antiinflamasi dan antibakteri yang dapat membantu mengatasi jerawat. Bisa dioleskan langsung ke jerawat atau dicampurkan untuk membuat masker wajah (misalnya dengan minyak lavender atau perasan lemon). Namun ingat, madunya harus asli, bukan yang sudah ditambahkan gula.

  • Konsumsi makanan yang mengandung vitamin A

Vitamin A mengandung banyak elemen, salah satunya adalah retinoid. Retinoid ini berperan dalam banyak fungsi tubuh seperti daya tahan, penglihatan, reproduksi, dan komunikasi antarsel.

Kalau retinoid oles seperti dari produk perawatan jerawat tidak dianjurkan untuk hamil, tetapi retinoid alami boleh. Caranya adalah dengan mengonsumsi makanan yang tinggi akan vitamin A seperti hati sapi, daging ayam, telur, ikan (tuna, haring, dan salmon), sayuran (bayam, brokoli, ubi, dan wortel), buah (jenis melon cantaloupe dan aprikot), dan produk olahan susu yang sudah difortifikasi.

Ada banyak cara untuk mengobati jerawat yang muncul dan mungkin membandel saat hamil. Hindari penggunaan obat jerawat yang mengandung retinoid, asam salisilat, dan benzoil peroksida. Paling amannya lagi, konsultasikan produk apa pun yang ingin digunakan selama kehamilan kepada dokter. Ini sangat penting untuk mencegah potensi bahaya pada janin dalam kandungan.

(RN)

Live Chat 24 Jam

Ingin konsultasi mengenai artikel di atas?

Masuk

REAKSI ANDA

ARTIKEL TERKAIT

Keluhan saat Hamil Tua dan Cara Mengatasinya

Info Sehat
10 Okt

Sebelum Bayinya Meninggal, Ini 5 Masalah Kesehatan Irish Bella saat Hamil

Info Sehat
08 Okt

Hamil Anggur, Penyebab dan Cara Menanganinya

Info Sehat
30 Sep

Ada Cacing Dalam Jerawat, Bagaimana Bisa?

Info Sehat
25 Sep

Ciri-ciri Hamil Anggur yang Perlu Diwaspadai

Info Sehat
24 Sep

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk