Benarkah Orang yang Optimistis Lebih Panjang Umur?

Oleh dr. Nitish Basant Adnani BMedSc MSc pada 17 Oct 2019, 14:45 WIB
Anda adalah orang yang optimistis? Bersyukurlah! Karena menurut penelitian, orang optimistis cenderung panjang umur.
Benarkah Orang yang Optimistis Lebih Panjang Umur? (Stockfour/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Kepribadian dan cara pandang Anda terhadap kehidupan ternyata berpengaruh pada panjang-tidaknya usia. Hal ini terungkap dalam penelitian terbaru yang dilakukan di Amerika Serikat. Menurut penelitian tersebut, orang yang optimistis cenderung lebih panjang umur.

Orang optimistis bisa hidup lebih lama?

Studi jangka panjang ini dimuat dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS). Para peneliti ingin melihat apakah rasa optimistis dapat dikaitkan dengan hidup lebih lama. 

Peneliti lalu menggunakan informasi yang dikumpulkan dari veteran perang pria dan perawat wanita. Para peserta berusia sekitar 60-70 tahun ketika mereka menyelesaikan kuesioner terkait optimistis. 

Penilaian perilaku optimistis mencakup kebiasaan berpikir positif dan karakter yang timbul dari pengalaman positif di dalam kehidupannya. Selain itu, perilaku optimistis juga terlihat dari pemikiran dan harapan yang positif pada seluruh aspek kehidupan. 

Beberapa faktor juga dipertimbangkan dalam penelitian ini. Yaitu, kelompok etnis, status pernikahan, tingkat pendidikan peserta dan pasangan hidup, adanya penyakit kronis (diabetes dan hipertensi), serta kebiasaan hidup seperti konsumsi alkohol dan merokok.

Setelah kuesioner dan faktor-faktor di atas dipertimbangkan, didapatkan hasil bahwa perilaku optimistis berhubungan dengan usia hidup lebih panjang pada 8,7 persen perawat dan 9,8 persen tentara. 

Secara umum, kemungkinan hidup lebih panjang naik 50 persen pada perawat dan 70 persen pada tentara yang memiliki sikap optimistis. 

Selain itu, mempunyai perilaku optimistis juga didapatkan berkaitan dengan peningkatan angka harapan hidup yang melebihi usia 85 tahun. Secara garis besar, penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku optimistis berhubungan sangat kuat dengan usia hidup yang lebih panjang. 

Akan tetapi, tak cuma perilaku optimistis, gaya hidup juga sangat berpengaruh terhadap angka harapan hidup. Kebiasaan buruk, seperti merokok, konsumsi alkohol, stres, dan kurang tidur dapat memengaruhi usia seseorang. 

Tips menjadi orang yang optimistis

Orang yang optimistis adalah orang yang selalu berpengharapan dan berpandangan baik dalam menghadapi segala sesuatu. Sebenarnya, tidak terlalu sulit menjadi orang seperti itu. 

Beberapa caranya antara lain:

  • Berlatih bersyukur

Ini adalah salah satu hal penting untuk menjadi orang optimistis. Pikirkan semua hal yang harus disyukuri, mulai dari hal sederhana seperti sinar matahari hingga hal-hal tentang pekerjaan Anda. 

Perasaan ini akan memberikan dorongan optimistis. Anda dapat mencatat apa saja hal yang membuat Anda tersenyum dalam hidup Anda dalam sebuah jurnal. 

  • Kenali pikiran negatif Anda

Terkadang pikiran negatif tak bisa dihindari. Tidak masalah untuk mengakui bahwa hal buruk mungkin terjadi. Bila terlalu positif tentang segala hal, mungkin Anda tidak akan mempersiapkan diri sebaik mungkin.

Namun, ingatkan diri sendiri bahwa selama Anda melakukan yang terbaik, Anda akan baik-baik saja –apa pun hasilnya. Orang yang optimistis percaya bahwa ada banyak peluang yang lebih cerah di masa depan. Anda dapat berupaya untuk mendapatkan peluang itu.

  • Hindari orang dengan energi negatif

Orang-orang yang tukang mengeluh atau bahkan ‘beracun’ bisa saja ada di sekitar Anda. 

Orang-orang seperti ini cenderung menyedot energi positif keluar dari ruangan. Lebih baik, jangan terlalu banyak berada dekat dengan orang-orang yang memberikan aura negatif. 

  • Batasi melihat kisah tragis

Pilah-pilah juga tontonan Anda. Menonton terlalu banyak kisah tragis di berita atau terlalu banyak membaca berita politik di media sosial dapat menurunkan kemampuan Anda untuk mempertahankan pandangan optimistis.

Anda ingin panjang umur? Berlatihlah untuk selalu hidup optimistis. Akan tetapi, itu bukanlah satu-satunya cara untuk panjang umur. Hidup optimistis juga harus dibarengi dengan kebiasaan hidup yang sehat pula dengan selalu konsumsi makanan sehat dan seimbang, berolahraga secara teratur, serta mencukupi waktu tidur. 

[HNS/ RH]