Otot Rahang Kaku? Ini Penyebabnya!

Oleh Ayu Maharani pada 29 Oct 2019, 08:30 WIB
Bicara, tertawa, dan makan jadi terasa kurang nyaman akibat otot rahang kaku. Kira-kira, apa penyebabnya?
Otot Rahang Kaku? Ini Penyebabnya! (Jes2u.photo/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Ternyata, otot kaku bukan cuma bisa terjadi pada leher, pundak, atau kaki saja. Otot rahang pun bisa terasa kaku hingga membuat Anda tak nyaman untuk beraktivitas. Saat mulut dibuka, maka rahang akan terasa kaku dan nyeri. Lantas, apa saja yang bisa menyebabkannya?

Dilansir dari Medical News Today, inilah penyebab otot rahang kaku:

  • Kelainan sendi rahang (TMJ Disorder)

Temporomandibular joint (TMJ disorder) atau kelainan sendi rahang dapat memengaruhi sendi yang menghubungkan antara tengkorak dengan rahang bawah, serta otot-otot di sekitarnya. 

Menurut drg. Callista Argentina dari KlikDokter, penderita gangguan ini akan sering merasa mendengar bunyi “klik” saat membuka dan menutup mulut, hingga menimbulkan sakit kepala.

“Penyebab kelainan sendi rahang sangat bermacam-macam. Tapi, biasanya disebabkan hubungan gigi atas dan gigi bawah yang tidak normal, ada kebiasaan buruk seperti mengunyah makanan di satu sisi saja, sering menopang dagu dalam waktu yang lama, hingga trauma benturan akibat kecelakaan,” jelas drg. Callista.

Menurut National Institute of Dental & Craniofacial Research, sekitar 10 juta orang di Amerika Serikat mengalami kelainan sendi ini. 

  • Sering menggertakkan gigi dan mengencangkan rahang

Kebiasaan menggemeretakkan gigi bisa disebut juga sebagai bruxism. Menurut drg. Callista, kebiasaan ini dapat berdampak buruk bagi kesehatan, yaitu menimbulkan kerusakan pada lapisan atau permukaan gigi, gigi patah, dan gangguan pada sendi rahang.

Bruxism juga sering terjadi tanpa Anda sadari. Kondisi ini kerap timbul ketika Anda sedang tidur. Selain itu, kebiasaan menggertakkan gigi dan mengencangkan rahang juga bisa dipicu rasa stres atau cemas berlebih.

Oleh sebab itu, beberapa terapi yang kerap dianjurkan oleh dokter, antara lain pengendalian stres, obat relaksasi otot yang diminum sebelum tidur, dan penggunaan pelindung night guard agar gigi tidak semakin rusak.

  • Tetanus

Tetanus adalah infeksi bakteri yang disebabkan bakteri Clostridium tetani. Bakteri ini bisa menghasilkan racun penyebab kontraksi otot, sehingga dapat menyebabkan rasa nyeri di bagian leher dan rahang.

Semakin parah infeksi, maka akan semakin kaku dan sakit pula rahang Anda, terutama ketika dibuka dan dipakai menelan.

  • Stres dan gangguan kecemasan 

Stres sepertinya memang menjadi akar permasalahan dari segala ketegangan dan nyeri, termasuk pada rahang Anda. Sebab, stres akan memicu Anda untuk terus menggertakkan gigi dan mengencangkan rahang. 

Jika itu terus dilakukan dalam waktu cukup lama, maka yang terjadi selanjutnya adalah otot rahang menjadi kaku. Bahkan, tak cuma otot rahang yang kaku, leher dan bahu pun bisa turut merasakan hal serupa.

  • Rheumatoid artritis

Rheumatoid artritis adalah penyakit autoimun yang menyerang sendi. Penyakit ini dapat menyebabkan peradangan pada sendi, jaringan di sekitar sendi, dan dapat mengenai organ lain di dalam tubuh, misalnya kulit dan paru. 

Penyakit ini biasanya muncul secara perlahan, bahkan awalnya nyeri sendi tak terasa terlalu mengganggu. Tapi, dalam beberapa minggu hingga beberapa bulan, akan semakin banyak sendi yang terkena peradangan, sehingga kaku dan nyeri pun kian terasa. 

Kekakuan sendi biasanya terjadi di pagi hari dan yang paling khas dari rheumatoid artritis ini, kekakuan sendi ini bisa berlangsung selama lebih dari 1 jam. Selain kaku, penderitanya akan mudah lelah, sering demam atau meriang, dan tidak bersemangat untuk beraktivitas. 

  • Osteoartritis

Arthritis Foundation mengatakan, osteoartritis merupakan kondisi yang paling umum memengaruhi sendi, khususnya pada mereka yang berusia di atas 65 tahun. Meski umumnya menyerang bagian tangan, lutut, dan pinggul, osteoartritis juga dapat memengaruhi rahang. 

Itu dia beragam penyebab otot rahang kaku. Jika masalah ini sampai membuat Anda sulit untuk membuka mulut, mengunyah, dan menelan, maka sebaiknya Anda segera berkonsultasi ke dokter. Sebab, jika dibiarkan berlarut-larut, maka pemenuhan asupan makanan dan minuman Anda bisa ikut terganggu.

[MS/ RH]