Penyebab Lutut Sakit Saat Naik Tangga

Oleh Ayu Maharani pada 29 Oct 2019, 15:00 WIB
Urusan naik atau turun tangga bikin Anda menghela napas. Bukan karena capek, tetapi lutut sering sakit menggunakan tangga. Apa penyebabnya?
Penyebab Lutut Sakit Saat Naik Tangga (cunaplus/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Keluhan nyeri lutut biasanya baru disadari saat naik atau turun tangga, terutama pada lansia. Namun pada kondisi normal, seharusnya lutut tidak sakit saat beraktivitas, termasuk naik turun tangga. Bila yang terjadi sebaliknya, penyebabnya bisa jadi karena adanya suatu kondisi medis.

Waspadai kerusakan pada tulang rawan

Penyebab dari lutut sakit saat naik tangga adalah chondromalacia patellae (atau chondromalacia), yaitu kerusakan tulang rawan di bawah tempurung lutut.

Berdasarkan penjelasan dari dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter, tulang rawan yang terletak di antara sendi dan tulang memegang peranan penting dalam hal ini.

“Pada kondisi chondromalacia atau radang sendi lutut, tulang rawan ini rusak dan mengakibatkan pergerakan sendi menjadi terhambat dan tidak lancar,” katanya menjelaskan.

“Hambatan pergerakan sendi ini menyebabkan lutut akan terasa sangat sakit saat beraktivitas, termasuk saat naik tangga. Pada beberapa kondisi, lutut bahkan tetap terasa nyeri walaupun sedang istirahat,” lanjutnya.

Bagian dari lutut yang digunakan untuk bergerak terdiri atas tulang paha (femur), tulang kering (tibia), dan tempurung lutut (patela). Ketika bagian tersebut bergerak, tulang rawan akan menjadi bantalan mereka untuk mencegah gesekan.

Bila tulang rawan ini aus atau rusak, lutut kehilangan bantalan pelindungnya, sehingga terjadilah gesekan yang menimbulkan rasa nyeri.

Rasa sakit pada lutut akibat chondromalacia hanya timbul ketika Anda menekuk lutut atau meluruskan kaki sehabis menekuknya. Itulah kenapa naik turun tangga jadi begitu menyiksa. Sebab, gerakan tersebut akan memaksa tempurung kaki lebih keras untuk bergerak ke atas dan ke bawah tulang paha.

Karena tulang rawan tersebut sudah mengalami kerusakan, maka tempurung yang bekerja maksimal tersebut tidak ‘meluncur’ di lekukannya, dan akhirnya bergesekan. Rasa nyeri akibat gesekan biasanya menghilang ketika Anda berjalan kaki seperti biasa karena lutut tak perlu banyak bergerak.

Penyebab kerusakan tulang rawan selain pernah cedera

Selain naik dan turun tangga, sikap jongkok atau posisi apa pun yang membutuhkan gerakan lutut yang dalam akan membuat Anda meringis kesakitan. Tak cuma sakit, bisa juga dirasakan sensasi seperti retak (berbunyi “krek”) atau kering ketika menggerakkan lutut.

Walau Anda tak pernah cedera sebelumnya, tetapi kerusakan tulang rawan juga bisa dipicu oleh faktor lain, misalnya saja:

  • Penggunaan lutut yang berlebihan, misalnya terlalu sering berlari, melompat, atau aktivitas apa pun yang membutuhkan kerja lutut berlebih.
  • Tempurung lutut tidak sejajar, sehingga tulang rawan tidak akan bisa melindunginya dari gesekan. Ini merupakan kondisi bawaan dari lahir.
  • Kekuatan otot yang tidak seimbang. Otot paha yang kuat jika dikombinasikan dengan otot betis yang lemah akan mendorong tempurung lutut keluar dari tempatnya. Bila ini terjadi, tulang rawan tidak akan berfungsi dengan baik.

Kerusakan tulang rawan lebih sering dialami oleh wanita ketimbang pria. Pasalnya, wanita memiliki massa otot yang lebih sedikit di bagian lutut, sehingga risiko untuk mengalami ketidakseimbangan kekuatan otot menjadi lebih tinggi.

Penyebab lain lutut sakit saat naik tangga

Selain chondromalacia, nyeri lutut saat naik atau turun tangga juga bisa disebabkan oleh:

  • Peradangan tendon

Tendon adalah jaringan ikat yang menghubungkan sendi dengan tulang.

“Pada lutut, tendon sangat berperan dalam melindungi lutut dari gerakan mendadak. Bila lutut digunakan secara berlebihan, misalnya pada atlet atau tentara, dapat terjadi iritasi dan peradangan di tendon lutut. Peradangan tendon ini dapat menjadi salah satu penyebab lutut sakit saat naik tangga,” kata dr. Dyan.

  • Sindrom patellofemoral pain

Lutut sakit saat naik tangga juga menjadi salah satu gejala utama sindrom ini. Kondisi ini paling banyak dialami oleh atlet, meski bisa juga dialami mereka yang bukan atlet. Inilah kenapa penyakit ini juga disebut sebagai “runner’s knee”.

“Nyeri ini diakibatkan oleh pemakaian sendi lutut secara berlebihan atau pergeseran susunan sendi lutut akibat melakukan suatu aktivitas,” tutur dr. Dyan.

  • Kneecap tracking

Lutut punya tempurung yang terikat pada otot-otot. Bila salah satu otot sekitarnya ada yang lemah, maka tempurung ini dapat tertarik ke sisi otot yang kuat dan menyebabkan pergeseran lutut (patellar tracking disorder).

Pergeseran itulah yang akan menyebabkan lutut sakit saat naik tangga. Selain itu, dr. Dyan juga menambahkan, bentuk telapak kaki yang datar juga dapat meningkatkan risiko pergeseran lutut, yang akhirnya dapat menyebabkan lutut sakit saat naik tangga.

Cara mengatasi nyeri lutut yang saat menggunakan tangga

Beda penyebab, beda pula cara mengatasinya. Tentu butuh pemeriksaan dari dokter untuk menentukan perawatan yang paling tepat sesuai kondisi. Meski demikian, ada beberapa cara bisa dilakukan untuk meredakan dan mencegah timbulnya nyeri, yaitu dengan:

  • Lakukan latihan jalan kaki atau berenang yang rutin. Sebab, dua olahraga itu dapat menguatkan kaki dan menjaga kekuatan otot tanpa menekan lutut.
  • Hindari aktivitas yang menimbulkan rasa sakit. Jika memang tak kuat untuk naik turun tangga atau membawa beban berat, jangan dipaksakan. Jika terpaksa harus menggunakan tangga, melangkahlah secara perlahan.
  • Jaga berat badan ideal agar kaki tak terlalu berat menopang tubuh.
  • Bila perlu, gunakan alat pendukung lutut (knee pads). Jika rasa sakit muncul, Anda bisa mengonsumsi obat anti-nyeri yang dijual bebas.

Penyebab lutut sakit saat naik atau turun tangga ada beberapa macam, mulai dari chondromalacia, peradangan tendon, sindrom patellofemoral pain, atau kneecap tracking. Untuk memastikan diagnosis, periksakan diri ke dokter. Jaga selalu kelenturan sendi dan struktur di sekitarnya dengan rutin olahraga intensitas ringan hingga sedang dan penuhi kebutuhan kalsium.

(RN/ RH)