Berkenalan dengan Manfaat Sehat Jeruk Bali

Oleh Ayu Maharani pada 30 Oct 2019, 15:40 WIB
Tak perlu enggan makan jeruk bali. Buah yang satu ini punya banyak manfaat baik untuk kesehatan tubuh Anda.
Berkenalan dengan Manfaat Sehat Jeruk Bali (Romix-Image/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Jeruk bali atau citrus maxima adalah jenis jeruk terbesar yang pernah ada. Tak cuma unggul dari segi bentuk, buah yang satu ini ternyata juga memiliki banyak manfaat sehat yang sulit ditolak.

Buah dengan cirasa asam, manis, dan sedikit pahit ini kaya akan nutrisi serta vitamin C. Pada 100 gram jeruk bali terdapat 60 miligram vitamin C di dalamnya. Selain itu, jeruk berukuran besar ini juga memiliki kandungan vitamin B, seperti vitamin B3, vitamin B3, vitamin B1, folat, dan vitamin B6.

Terkenal akan kandungan airnya, jeruk bali ternyata juga mengandung serat dan dianggap sebagai sumber karbohidrat kompleks. Protein dan mineral seperti kalium, fosfor, zat besi, kalsium, magnesium dan mangan juga bisa Anda dapatkan dengan mengonsumsi jeruk bali.

Buah ini bahkan dilengkapi dengan antioksidan flavonoid dan likopen yang baik untuk kesehatan tubuh Anda.

Manfaat jeruk bali

Kombinasi antara segala nutrisi yang terkandung di dalam jeruk bali menghasilkan sejumlah manfaat sehat yang bisa Anda rasakan. Ada pun manfaat yang dimaksud, antara lain:

  • Meningkatkan kesehatan saluran pencernaan

Jeruk bali termasuk buah citrus yang mengandung banyak serat. Senyawa inilah yang membuat buah tersebut memiliki kemampuan untuk meningkatkan kesehatan saluran pencernaan secara menyeluruh.

  • Tidak meningkatkan kadar gula darah secara signifikan 

Dikatakan dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter, jeruk bali adalah salah satu jenis buah yang memiliki indeks glikemik rendah, yaitu di bawah 55. Oleh karena itu, buah ini tergolong aman dikonsumsi oleh penyandang diabetes secara rutin dan pada porsi yang tepat.

  • Meningkatkan daya tahan tubuh

Menurut dr. Melyarna Putri dari KlikDokter, jeruk bali dapat memenuhi kebutuhan vitamin C harian Anda sampai dengan 65 persen. Vitamin C itu sendiri dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Dengan mengonsumsi jeruk bali secara rutin, tubuh Anda akan terlinduing dari berbagai penyakit infeksi. 

  • Menurunkan risiko batu ginjal

Batu ginjal atau nefrolitiasis terjadi ketika terbentuk material keras menyerupai batu di dalam ginjal.

Batu tersebut merupakan limbah zat-zat dalam darah yang disaring ginjal, kemudian mengendap dan akhirnya mengkristal. Pengendapan biasanya terjadi karena Anda tidak mengonsumsi air sesuai anjuran.

Nah, dengan mengonsumsi buah yang kaya akan air dan kadar sitrat seperti jeruk bali, risiko Anda mengalami batu ginjal bisa diminimalkan.

  • Memelihara kesehatan otak

Flavonoid dalam jeruk bali dapat menurunkan risiko penyakit degeneratif yang menyerang otak. Dengan demikian, orang yang sering mengonsumsi jeruk bali akan terhindar dari penyakit pikun seperti Alzheimer serta parkinson. 

  • Mencegah penyakit kanker

Tak cuma bisa menurunkan risiko penyakit yang menyerang fungsi otak, flavonoid dalam jeruk bali juga bermanfaat untuk mencegah penyakit kanker. Antioksidan tersebut mampu mencegah pertumbuhan dan penyebaran sel kanker di dalam tubuh. 

  • Memelihara kesehatan jantung

Serat dan flavonoid dalam jeruk bali dapat meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dan menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL). Saat jumlah kolesterol baik lebih banyak di dalam tubuh, maka pembentukan plak yang dapat menyumbat pembuluh darah bisa dicegah. 

  • Membantu menurunkan berat badan

Selain apel, stroberi, bluberi, markisa, dan kiwi, dr. Melyarna mengatakan bahwa mengonsumsi jeruk bali juga ampuh untuk menurunkan berat badan.

“Setengah jeruk bali hanya mengandung 39 kalori dan bisa mencukupi kebutuhan vitamin A harian Anda sebanyak 28 persen. Indeks glikemiknya pun rendah,” tambahnya. 

  • Memelihara kesehatan organ hati

Dalam World Journal of Gastroenterology disebutkan bahwa jeruk bali juga mengandung dua antioksidan, yaitu naringin dan naringenin. 

Keduanya melindungi hati dengan cara mengurangi peradangan. Senyawa tersebut juga mengurangi penumpukan lemak di hati dan meningkatkan enzim yang membakar lemak

Tertarik dengan manfaat sehat yang ditawarkan jeruk bali? Pastikan Anda mengonsumsinya secara rutin, teratur dan pada porsi yang tepat untuk mendapatkan kebaikannya secara maksimal. Namun, jika Anda sedang mengonsumsi obat antikejang (carbamazapine), obat hipertensi dan obat penurun kolesterol (atorvastatin), konsumsi jeruk bali sebaiknya dihindari. Ingat, interaksi keduanya bisa bertentangan dan akan merugikan tubuh. 

(NB/ RH)