10 Cara Menghadapi Mom Shaming pada Ibu, Jangan Diam!
search

Cara Mengatasi Mom Shaming Agar Tak Rusak Mental Ibu

Mom shaming bisa merusak mental dan kepercayaan diri ibu. Bagaimana menghentikannya? Simak cara menghadapi mom shaming berikut ini.
Cara Mengatasi Mom Shaming Agar Tak Rusak Mental Ibu

Klikdokter.com, Jakarta Saat ini perundungan atau bullying telah menjadi hal yang nyaris bisa ditemukan setiap saat. Tidak hanya dialami anak, remaja, atau orang-orang yang memiliki kekurangan, perilaku bullying juga menargetkan seorang wanita yang sudah atau baru saja menjadi ibu. Perkenalkan, bullying terhadap ibu disebut sebagai mom shaming!

Mom shaming merupakan fenomena yang terjadi ketika seorang ibu dipermalukan, disindir, atau dihakimi secara sepihak oleh orang lain. Hal ini dapat terjadi baik secara langsung di tempat melalui ucapan atau melalui media sosial.

Menjadi seorang ibu bukanlah tugas yang mudah. Untuk dapat melakukan kewajibannya sebagai penjaga keseimbangan dalam rumah tangga, ibu perlu sehat secara fisik dan mental.

Sayangnya, kesehatan mental ibu di era digital saat ini rentan ternoda karena maraknya fenomena mom shaming. Beberapa kasus mom shaming memang bertujuan menasihati dan memberi masukan. Namun, tak sedikit yang sifatnya menghakimi secara sepihak dan merasa pendapatnya paling benar soal menjadi ibu.

Artikel Lainnya: Apa Itu Perilaku Mom-Shaming?

Nah, supaya tidak berakhir stres atau depresi, berikut cara yang bisa ibu lakukan untuk mengatasi mom shaming:

1 dari 6

1. Percaya Diri

Percaya Diri
loading

Cara menghadapi mom shaming yang pertama adalah memiliki kepercayaan diri. Percaya bahwa apa yang ibu lakukan adalah yang terbaik untuk si kecil dan diri sendiri. 

Bukan orang lain yang membuat standar dalam kehidupan Anda, tetapi diri sendirilah yang menentukan hal tersebut.

2. Tetap Berpikir Positif

Tetaplah berpikir positif dalam menghadapi masukan atau kritikan yang ditujukan kepada Anda. Dengan demikian, ibu dapat mengendalikan emosi negatif yang mencetuskan perasaan ingin marah, tertekan, atau merasa bersalah.

Yakinkan diri bahwa Anda adalah sosok ibu terbaik bagi keluarga. Jangan terlalu menghiraukan segala komentar dari orang lain, apalagi yang bersifat negatif atau menjatuhkan.

Artikel Lainnya: Mom Shaming, Hadapi dengan 10 Cara Ini

2 dari 6

3. Cermat Memilah

Cermat Memilah
loading

Kritikan memang dapat memiliki nilai atau pandangan yang baik. Namun, orang yang paling mengetahui kondisi dan hal terbaik bagi keluarga adalah Anda sendiri.

Untuk itu, cermatlah dalam memilah, menyeleksi, dan menyaring masukan serta kritikan yang dilemparkan kepada Anda. Lakukan sesuai dengan apa yang Anda yakini itu terbaik untuk diri sendiri dan keluarga.

4. Bijak Dalam Merespons

Ketika sudah dapat berpikir positif, Anda akan lebih mudah mengendalikan emosi. Pada saat itu, Anda sudah mampu memilah dan akhirnya bisa merespons lebih bijak atas setiap masukan serta kritikan yang datang.

Jika mom shaming datang dari keluarga atau kerabat, dengarkan dan sikapi dengan tenang untuk kemudian dipilah. Pastikan Anda hanya menerima kritik atau saran yang sejalan dengan sudut pandang dan keadaan yang dialami.

Apabila mom shaming datang dari orang tak dikenal, Anda tidak memiliki kewajiban untuk mendengarkannya.

Untuk mom shaming yang terjadi di dunia maya, Anda memegang kendali penuh untuk tidak menggubris apa pun yang tidak bersifat membangun.

Artikel Lainnya: Dampak Buruk Mom Shaming pada Kesehatan Ibu

3 dari 6

5. Jangan Lupa Senyum, Jika Perlu Gunakan Gurauan

Jangan Lupa Senyum, Jika Perlu Gunakan Gurauan
loading

Ketika mendapatkan kritik atau masukan yang sifatnya menghakimi atau tidak sesuai ekspektasi Anda, tanggapilah dengan santai. Anda bisa membalasnya dengan senyuman atau gurauan. 

Jadi, saat berada di situasi yang tegang, gunakan senyuman dan gurauan agar situasi berubah menjadi lebih cair. 

6. Libatkan Suami

Dalam menjalani peran sebagai ibu, peran suami tidak bisa dilepaskan begitu saja. Suami dan istri yang kompak akan membuat kehidupan rumah tangga dengan segala tanggung jawabnya menjadi lebih ringan karena dipikul bersama.

Ceritakan kepada suami mengenai kegundahan dan suasana hati Anda yang kurang tentram karena adanya mom shaming. Bisa jadi, suami memiliki sudut pandang yang lebih bijak sehingga bisa membantu Anda menghadapi mom shaming.

Artikel Lainnya: 6 Hal Pemicu Mom-Shaming yang Perlu Diwaspadai, Apa Saja?

4 dari 6

7. Keluar dari Lingkungan Toxic

Keluar dari Lingkungan Toxic
loading

Berada di lingkungan yang suportif dan bersifat membangun tentu membuat kita merasa nyaman. Namun, jika malah menimbulkan situasi tidak nyaman dan berdampak negatif bagi diri sendiri, sebaiknya keluar dari lingkungan tersebut. 

Pilihlah lingkungan yang membuat ibu berkembang lebih baik, bukan malah menjadi stres atau sedih. Pada kasus mom shaming yang didapat dari media sosial media, Anda bisa menghapus komentar jahat atau memblokir akun yang memberikan dampak negatif.

8. Jangan Terpengaruh Orang Lain

Postingan influencer yang membagikan informasi seputar membesarkan anak dan mengurus keluarga banyak beredar di media sosial. Kendati begitu, ingatlah bahwa postingan di media sosial tidak selalu menunjukkan hal yang sebenarnya. 

Pasti banyak kekurangan selama membesarkan anak dan mengurus keluarga. Hanya saja, hal tersebut tidak dipublikasikan oleh mereka. Tetaplah menjadi diri sendiri dalam mengurus keluarga, karena Anda adalah orang yang paling tahu keadaan sebenarnya.

Artikel Lainnya: Selain Mom Shaming, Ada Juga Dad Shaming yang Perlu Anda Tahu

5 dari 6

9. Pikirkan Kesehatan Mental

Pikirkan Kesehatan Mental
loading

Jangan terlalu memikirkan apa yang dikatakan orang lain. Anda tidak bisa mengatur orang lain, namun bisa menyaring bijak apa yang layak didengar atau tidak. Dengan begitu, Anda bisa menjaga kesehatan mental diri sendiri.

Terlalu mendengarkan omongan orang lain bisa menimbulkan kecemasan hingga depresi. Bila kesehatan mental Anda terganggu, tidak ada salahnya mencari bantuan keluarga atau ahli seperti psikolog atau psikiater. 

10. Sabar 

Mengalami mom shaming pasti membuat ibu jadi sedih, bahkan trauma. Perasan ini wajar, namun Anda harus bangkit. Proses penyembuhan agar bisa bangkit membutuhkan waktu. Percayalah, ibu pasti bisa melewati fase ini. 

Dalam kehidupan pasti ada fase naik dan turun, hari bisa baik namun ada kalanya menjadi buruk. Dengan memiliki kesabaran, maka Anda bisa menerima diri sendiri, menjadi lebih bijak dari sebelumnya, dan bahkan lebih tangguh. 

Dalam proses penerimaan ini, Anda bisa belajar dan menerima hal-hal yang mungkin tidak pernah Anda pikirkan sebelumnya.

Baca Juga

Mom shaming bisa jadi tak bisa benar-benar dihentikan, apalagi di era modern seperti sekarang ini. Mengetahui cara tepat untuk menghadapi atau mengatasi mom shaming akan membuat ibu lebih siap serta terhindar dari kerusakan mental. 

Bila mom shaming sudah sangat mengganggu, jangan sungkan untuk berkonsultasi lebih lanjut pada psikiater atau psikolog. Cari tahu informasi atau tips kesehatan mental lainnya dengan membaca artikel di aplikasi Klikdokter.

(OVI/JKT)

KONSULTASI LEBIH LANJUT

avatar

Abdur Rahman, S.Psi., M.Psi., Psikolog

Psikolog
wallet
Rp. 25.000
avatar

Nana Gerhanna, S. Psi, M. Psi, Psikolog, C.NNLP

Psikolog
wallet
Rp. 50.000
avatar

Erviana Yuliani, S.Psi, M.Psi, Psikolog

Psikolog
wallet
Rp. 50.000

ARTIKEL TERKAIT

Hati-hati, Bullying Juga Bisa Terjadi Meski Sekolah di Rumah

Info Sehat
23 Feb

Jenuh Asuh Anak, Waspada Parental Burnout!

Info Sehat
21 Feb

Jadi Pelakor, Apakah Termasuk Gangguan Mental?

Info Sehat
19 Feb

Dampak Buruk Digital Fatigue pada Kesehatan Fisik dan Mental

Info Sehat
19 Feb

Cara Menjaga Kesehatan Mental Remaja di Masa Pandemi COVID-19

Info Sehat
18 Feb

REAKSI ANDA

1 KOMENTAR

Avatar
aepaku
9 Bulan Lalu

selamat siang saya mau konsultasi masalahnya sering buang air 1 hari sampai 6 kali malak jiga sama, bagaimana cara mengatasinya

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat