Ramai Soal Lem Aibon Masuk Anggaran, Kenali Bahayanya Jika Kecanduan

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 31 Oct 2019, 13:30 WIB
Lem aibon bikin geger karena masuk APBD, dengan anggaran mencapai Rp82 miliar! Diketahui luas sering disalahgunakan, ini bahayanya jika kecanduan.
Ramai Soal Lem Aibon Masuk Anggaran, Kenali Bahayanya Jika Kecanduan (Wichien Tepsuttinun/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Publik ramai membicarakan lem aibon yang masuk ke dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi DKI Jakarta. Jumlah anggarannya tak tanggung-tanggung, hampir Rp83 miliar! Beberapa berkelakar bahwa lem aibon akan disalahgunakan untuk mendapatkan sensasi high (dikenal sebagai ngelem). Memang hanya kelakar, tapi tak ada salahnya mengetahui bahayanya jika sampai kecanduan. 

Anggaran lem aibon pertama kali ditemukan oleh Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), William Aditya Sarana. Ia pertama kali menyebarkan temuannya itu melalui media sosial miliknya. Tak lama setelahnya, temuan tersebut menjadi viral.

Selain angka pada anggaran untuk lem aibon yang mencengangkan, muncul pertanyaan besar: untuk apa?

Dilansir dari Liputan6.com, anggaran tersebut diusulkan oleh Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Kota Jakarta Barat dengan nama “Penyediaan Biaya Operasional Pendidikan Sekolah Dasar Negeri”.

Seputar lem aibon dan bahayanya bisa disalahgunakan

Banyak orang yang bertanya-tanya, buat apa lem aibon masuk dalam anggaran DKI Jakarta? Lebih bingung lagi, lem aibon itu diperuntukkan bagi siswa sekolah.

Pasalnya, lem tersebut sering disalahgunakan, yaitu dengan menghirup bau atau uapnya yang mengandung senyawa kimia tertentu. Aktivitas ini dikenal dengan istilah ngelem. Istilah ini disebut-sebut merupakan ‘sahabat’ anak jalanan yang ingin mendapatkan efek nge-fly secara murah.

Lem aibon mengandung senyawa toluene. Dalam industri senyawa ini biasa digunakan sebagai lem, bahan baku cat, tinta, penghapus makeup, ataupun sejumlah produk kimiawi. 

Senyawa toluene bersifat mudah dilarutkan dan sangat mudah terbakar. Lem aibon menghasilkan aroma yang mirip seperti thinner, sehingga sering disalahgunakan.

Lem aibon bisa masuk ke dalam tubuh melalui berbagai cara, misalnya melalui inhalasi atau kontak langsung dengan kulit. Ketika masuk ke dalam tubuh, zat ini bisa memengaruhi berbagai sistem organ. Sistem saraf pusat atau otak merupakan salah satu organ yang terdampak.

Menghirup aibon bisa mengakibat pusing, halusinasi, hingga mengakibatkan hilangnya kesadaran. Kondisi lainnya bisa mengakibatkan mual muntah, iritasi, bahkan kematian. Pada penggunaan jangka panjang bisa mengakibatkan gangguan pendengaran atau tuli, kulit kering, dan lain-lain.

Saat ngelem, lem biasanya dihirup dalam-dalam, dengan harapan membuat bisa fly atau mengalami penurunan kesadaran seperti mabuk. Kandungan zat lysergic acid diethylilamide (LSD) pada lem tersebut dianggap bertanggung jawab akan hal itu.

Anda perlu tahu, zat LSD sangat bahaya bila disalahgunakan, apalagi bagi mereka yang sudah keburu kecanduan. Menurut dr. Fiona Amelia, MPH, dari KlikDokter, LSD bersifat halusinogen dan efeknya dapat berbeda-beda antara satu orang dengan yang lainnya. Efeknya bisa langsung muncul atau bahkan bertahan lama.

"Efeknya dapat bervariasi mulai dari rasa nikmat yang luar biasa, sangat tenang, dan mendorong perasaan nyaman. Sering kali ada perubahan pada persepsi terhadap penglihatan, penciuman, suara, perasaan, dan tempat,” dr. Fiona menyebutkan. 

“Efek lainnya termasuk hilangnya kendali emosi, kebingungan, depresi, rasa pening, merasa panik tiba-tiba, dan merasa tidak terkalahkan, yang dapat menyebabkan penggunanya membahayakan diri sendiri."

Pasti ada alasan kenapa lem aibon sampai masuk ke dalam anggaran APBD, yang tentunya tidak akan disalahgunakan –seperti pada kasus ngelem, yang bisa berbahaya jika sampai kecanduan. Namun dengan jumah anggaran sampai hamper Rp83 miliar, siapa yang tidak syok?

(RN/ RH)