Apa Penyebab Lansia Mudah Kedinginan?

Oleh Ayu Maharani pada 01 Nov 2019, 13:30 WIB
Dibanding usia yang lebih muda, lansia memang cenderung lebih mudah kedinginan yang berkaitan dengan efek penuaan. Apa penyebabnya?
Apa Penyebab Lansia Mudah Kedinginan? (Ivan4es/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Lebih dari sekadar cuaca atau suhu ruangan, ada beberapa faktor penyebab yang menjadikan lansia lebih mudah kedinginan dibandingkan dengan usia yang lebih muda.

Pada penelitian dalam “The Journal of Gerontology” tahun 2011, yang menunjukkan bahwa orang tua lebih cenderung memiliki suhu tubuh yang lebih dingin  daripada usia yang lebih muda. Meski demikian, penelitian tersebut bahwa orang tua merasa lebih kedinginan.

Menarik untuk menyimak apa saja penyebab lansia lebih mudah kedinginan seperti yang dijelaskan di bawah ini.

Sirkulasi darah tidak lancar akibat proses penuaan

Usut punya usut, menurut National Institute on Aging, kondisi lansia yang mudah kedinginan ternyata berkaitan dengan efek penuaan tubuh yang dialami. Bagian tubuh yang selalu terasa dingin adalah tangan dan kaki. Penyebab utama dari kondisi tersebut ialah penurunan sirkulasi darah dalam tubuh. 

Seiring dengan pertambahan usia, dinding pembuluh darah akan semakin menipis dan kehilangan elastisitasnya. Akibat perubahan kondisi pembuluh darah, aliran darah mereka pun menjadi tidak lancar. Ketika aliran darah tidak lancar, maka yang terjadi selanjutnya tubuh jadi mudah kedinginan. 

Tak lagi memiliki cadangan lemak

Lansia juga memiliki cadangan lemak yang lebih sedikit di bawah kulit. Saat mereka masih muda, cadangan lemak yang terdapat di bawah kulit berfungsi untuk membantu menjaga tubuh tetap hangat. Alhasil, karena cadangan tersebut menipis, lansia pun jadi mudah kedinginan meski sebenarnya suhu udara  tidak terlalu rendah.

Bisa jadi tanda adanya penyakit seperti hipertensi, kolesterol tinggi, dan diabetes

Peningkatan sensitivitas pada suhu dingin juga bisa menjadi tanda masalah kesehatan seperti hipertensi atau diabetes. Hal ini dikemukakan oleh Dr. Sharon A. Brangman, profesor kedokteran di SUNY Upstate Medical University dan mantan presiden American Geriatrics Society seperti dikutip di New York Times.

Beberapa obat-obatan, seperti beta-blockers, dapat menurunkan denyut jantung, yang dapat menurunkan sirkulasi darah ke tangan dan kaki. Obat calcium channel blockers yang digunakan pada pengobatan hipertensi, bekerja dengan cara merelaksasi pembuluh darah, yang dapat meningkatkan hilangnya panas.

“Kolesterol tinggi juga dapat menurunkan mengurangi aliran darah, begitu juga dengan adanya gangguan pada tiroid yang dapat memengaruhi kemampuan tubuh dalam mengatur suhu,” jelasnya Dr. Sharon lagi.

1 of 2

Hipotiroidisme

Sensitif terhadap dingin juga bisa menjadi tanda adanya gangguan tiroid, spesifiknya adalah kekurangan hormon tiroid yang disebut sebagai hipotiroidisme.

Dikatakan oleh dr. Dejandra M. Rasnaya dari KlikDokter, jika jumlah hormon tiroid kurang, bisa muncul kondisi yang disebut hipotiroidisme. Kondisi ini menyebabkan metabolisme tubuh menurun. Metabolisme yang rendah pada penderita akan menyebabkan segala proses yang terjadi dalam tubuh melambat. 

“Ketika segala proses yang terjadi dalam tubuh menjadi lambat. Tubuh lansia pada akhirnya tidak mampu menghasilkan panas yang cukup dan mereka jadi mudah kedinginan. Namun, rasa dingin tidak disertai demam,” jelas dr. Dejandra.

Selain kedinginan, lansia dengan hipotiroidisme juga akan merasakan sejumlah gejala lain seperti:

  • Mudah lelah 
  • Berat badan naik
  • Susah buang air besar
  • Nyeri dan kram otot
  • Kesemutan
  • Kulit menjadi kering
  • Rambut dan kuku rapuh

“Jika tidak ditangani dan prosesnya berlangsung lama, leher bisa membengkak karena pembesaran kelenjar tiroid, wajah membengkak, suara serak, denyut jantung melambat, dan obesitas,” tambah dr. Dejandra.

Sebenarnya, penyakit hipotiroidisme dapat menyerang segala usia dan jenis kelamin. Namun, penyakit tersebut kerap dijumpai pada wanita berusia 50 tahun ke atas. Penyebabnya bisa karena bawaan lahir, autoimun terhadap kelenjar tiroid, kekurangan yodium, kanker, efek samping obat-obatan tertentu, hingga gangguan pada kelenjar pituitari di otak. Demikian kata dr. Dejandra.

Adakah cara mengatasinya?

Tentu ada sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah lansia mudah kedinginan, misalnya saja:

  • Kenakan kaus kaki.
  • Pakai baju dalam heattech yang bisa menjaga suhu tubuh tetap hangat
  • Pakai syal, baju turtle neck (kerah panjang), dan baju berlengan panjang 
  • Gerakkan tubuh. Bergerak bisa membantu meningkatkan sirkulasi darah, sehingga tubuh menjadi lebih hangat.
  • Memijat bagian tubuh yang dingin juga bisa membantu.
  • Saat tangan kedinginan, lansia dapat memegang gelas yang berisi air panas ataupun menggenggam hot pack.

Penyebab lansia cenderung lebih mudah kedinginan tak hanya sekadar cuaca atau suhu sekitar, tetapi juga karena efek penuaan secara alami dan adanya penyakit tertentu. Bila terganggu akan keluhan tersebut, tak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan dokter agar dapat ditangani dengan tepat.

(RN)

Lanjutkan Membaca ↓