Benarkah Kesuburan Wanita Dipengaruhi Golongan Darah?

Oleh dr. Nabila Viera Yovita pada 02 Nov 2019, 17:00 WIB
Kesuburan wanita dipengaruhi banyak hal, seperti berat badan, usia, atau pola hidup. Apakah golongan darah juga termasuk? Ini penjelasannya.
Benarkah Kesuburan Wanita Dipengaruhi Golongan Darah? (Asiandelight/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Kesuburan wanita dipengaruhi oleh banyak faktor, misalnya berat badan, usia, olahraga, paparan zat kimia, gaya hidup, dan lain-lain. Selain itu, ada juga yang bilang bahwa golongan darah turut berkontribusi pada tingkat kesuburan wanita.

Anggapan tersebut berawal dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Universitas Yale dan Albert Einstein College of Medicine di Amerika Serikat (AS). Hasil studi tersebut dipresentasikan dalam konferensi American Society for Reproductive Medicine di Denver, AS, tahun 2010 lalu.

Peneliti menemukan bahwa pasien dengan golongan darah O punya kemungkinan dua kali lebih tinggi untuk memiliki cadangan telur yang berkurang dibandingkan golongan darah lain.

Studi tersebut melibatkan wanita berusia di bawah 45 tahun. Peneliti mengukur kadar hormon FSH (follicle-stimulating hormone) dalam darah, yang berguna dalam mengatur perkembangan, pertumbuhan, kematangan pubertas, serta proses reproduksi pada tubuh. 

Hasil menunjukkan bahwa wanita dengan kadar FSH di atas 10 diduga memiliki cadangan ovum atau telur yang lebih sedikit.

Setelah melakukan pengukuran akan faktor kesuburan lain, seperti usia dan indeks massa tubuh, peneliti lalu membandingkan golongan darah serta kadar FSH pada wanita yang menjadi objek penelitian. Hasilnya, wanita dengan golongan darah A atau AB lebih jarang memiliki kadar FSH lebih dari 10 dibandingkan wanita dengan golongan darah O atau B.

Pada wanita dengan golongan darah A, B, dan AB, penurunan produksi telur terjadi pada usia 30 tahun. Sedangkan pada wanita dengan golongan darah O, hal tersebut dapat terjadi pada usia 20 tahun. Selain itu, perempuan perokok aktif adalah yang berisiko dalam mengalami penurunan sel ovarium.

Masih belum dapat dipastikan

Penemuan pada penelitian tersebut cukup mengejutkan, mengingat golongan darah O adalah yang paling banyak di dunia. Sayangnya, penelitian itu dinilai tidak sepenuhnya efektif. Ini karena metode mengukur kadar FSH bukanlah yang paling akurat untuk mengetahui tingkat kesuburan pada wanita.

Para ahli lain yang tidak sejalan dengan penelitian tersebut berpendapat bahwa pemeriksaan kadar AMH (anti-mullerian hormones) adalah yang lebih akurat untuk mengetahui tingkat kesuburan wanita. Ini karena hormon AMH dikeluarkan oleh sel yang berkembang dalam kantung ovum (sel telur).

Berangkat dari perdebatan tersebut, golongan darah masih belum sepenuhnya terbukti dapat memengaruhi tingkat kesuburan seorang wanita. Lagi pula, penelitian lanjutan untuk memastikan apakah golongan benar-benar berhubungan dengan kesuburan juga masih belum ada hingga saat ini.

Jadi, apabila Anda mengalami gangguan kesuburan, golongan darah tidak bisa dianggap sebagai biang keladinya. Karena sejatinya, beberapa hal yang telah terbukti dapat menurunkan tingkat kesuburan adalah:

  • Kegemukan

Kelebihan berat badan atau obesitas bisa meningkatkan risiko terjadinya PCOS. Kondisi ini sepenuhnya mampu menurunkan tingkat kesuburan Anda. Lantas, apakah kurus lebih baik? Tidak, sebab terlalu kurus membuat hormon leptin berkurang sehingga siklus menstruasi menjadi berantakan.

  • Usia

Wanita akan mulai mengalami penurunan tingkat kesuburan secara signifikan setelah melewati usia 35 tahun.

  • Gaya hidup

Gaya hidup tidak sehat, seperti merokok, minum alkohol dan kafein secara berlebihan, malas bergerak, stres berkepanjangan dan tidak mengatur pola makan dapat menyebabkan kesuburan seorang wanita berkurang drastis.

  • Masalah pada organ reproduksi

Adanya kelainan pada rahim (uterus), saluran telur (tuba), indung telur (ovarium) adalah beberapa gangguan kesehatan organ reproduksi yang bisa menurunkan tingkat kesuburan seorang wanita.

Kesuburan wanita dipengaruhi oleh banyak faktor, tetapi golongan darah—spesifiknya O—tak bisa dianggap sebagai salah satu faktor yang memengaruhi kemampuan tubuh wanita untuk bisa hamil. Bila sudah lama ingin hamil tetapi belum juga dikarunia momongan, yang paling bijak adalah Anda dan pasangan memeriksakan diri ke dokter.

(NB/RN)