Sindrom Sundowning, Penyebab Lansia Sering Uring-uringan di Malam Hari

Oleh Ayu Maharani pada 05 Nov 2019, 09:00 WIB
Lansia dengan Alzheimer kerap alami perubahan perilaku di malam hari. Untuk itu, pahamilah sindrom sundowning, penyebab kondisi itu.
Sindrom Sundowning, Penyebab Lansia Sering Uring-uringan di Malam Hari (Amenic181/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Hidup dengan lansia penderita Alzheimer memang tak mudah. Tak hanya urusan pikun yang harus Anda hadapi. Perubahan perilaku seperti sering uring-uringan—khususnya yang terjadi di malam hari juga bisa jadi persoalan. Untuk memahaminya, Anda perlu berkenalan dengan sindrom sundowning

Tentang sindrom sundowning

Dikutip dari Web MD, satu dari lima penderita Alzheimer akan mengalami sindrom sundowning. Bahkan, lansia yang tidak mengalami Alzheimer pun bisa terkena sindrom tersebut. 

Sayangnya, hingga saat ini belum ada yang dapat memastikan penyebab terjadinya sindrom sundowning. Diduga, hal itu dipengaruhi oleh kemampuan otak dan jam biologis lansia yang mulai terganggu. Semakin redup atau gelap lingkungannya, semakin frustrasi pula lansia penderita Alzheimer. 

Frustrasi yang dialami bisa berupa lelah, bosan, susah tidur, kelaparan dan haus tanpa sebab, serta sulit membedakan antara mimpi dan kenyataan (disorientasi). Karena lansia tidak bisa membedakan mana yang nyata dan tidak, mereka akan semakin linglung atau uring-uringan. 

Jika sebelumnya lansia pernah mengalami depresi, risiko mengalami sundowning akan semakin tinggi. 

Kiat menghadapi lansia dengan sindrom sundowning 

Kendati demikian, sindrom sundowning bukanlah suatu penyakit. Ini adalah gejala yang kerap menyerang lansia penderita Alzheimer. Perubahan perilaku dan kepribadian memang merupakan salah satu gejala Alzheimer, seperti yang dijelaskan oleh dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter.

Tanda sindrom sundowning bisa dihadapi dengan tindakan yang tepat, sehingga kelinglungan mereka alami tidak semakin buruk. 

Ada pun cara yang bisa Anda lakukan sebagai seorang caregiver atau orang yang merawatnya, yaitu:

  • Perhatikan polanya. Perhatikan apa saja yang membuat lansia cemas dan berusahalah untuk menghindarkan lansia dari pemicu tersebut. 
  • Jaga rutinitas harian. Buat jadwal yang teratur untuk bangun, makan, dan tidur. Masukkan jalan-jalan dan kunjungan Anda ke dalam rutinitas mereka, sehingga mood mereka terjaga. 
  • Hindarkan lansia dari hal-hal yang bisa memengaruhi kuantitas dan kualitas tidurnya. 
  • Jangan biarkan lansia merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, atau kafein. 
  • Jangan biarkan mereka tidur siang atau olahraga lebih dari 4 jam sebelum tidur. 
  • Usahakan ruangan di rumah mendapat pencahayaan yang cukup. 
  • Pastikan suhu udara tempat lansia tinggal membuatnya nyaman. 
  • Saat malam hari, seluruh anggota keluarga harus bekerja sama untuk tidak membuat kegaduhan. Lebih baik, pasang musik yang lembut dengan volume rendah untuk menciptakan suasana yang menenangkan. 
  • Ketika mereka sedang uring-uringan, Anda mesti tenang. Tidak usah berdebat dan ingatkan mereka bahwa ini adalah waktunya orang-orang untuk istirahat. 
  • Ketika mereka perlu bangun dan berjalan ke suatu ruangan, jangan dicegah mendadak karena hal tersebut bisa membuatnya panik. Lebih baik dekati untuk mengawasinya. 
  • Jangan lupa untuk mengunci pintu dan jendela di malam hari. Ketika mereka sedang uring-uringan, bukan tak mungkin dia mencoba untuk keluar dari rumah. 
1 of 2

Minimalkan sindrom sundowning dengan lingkungan yang akrab

Sebagai orang yang merawat orang sakit—dalam hal ini Alzheimer—cobalah gunakan sudut pandang si penderita. Jika Anda yang sakit, pasti Anda ingin dikelilingi oleh pikiran, benda, dan orang-orang yang bisa menghibur hati. 

Dilansir dari Healthline, penderita Alzheimer menganggap dunia menjadi tempat yang menakutkan. Nah, dengan memberikannya kenyamanan serta keakraban, Anda dapat membantu mereka mengatasi masa sulit dalam hidup ini.

Bantulah mengisi hidup dan rumahnya dengan hal-hal yang menurut mereka menghibur. Jika mereka pindah ke rumah sakit, berikan mereka barang-barang yang memiliki nilai kenangan di hidup mereka. Misalnya, selimut kesayangan atau foto keluarga. Ini dapat membantu memudahkan transisi dan mengurangi gejala sindrom sundowning.

Sebenarnya tak cuma lansia penderita Alzheimer, Anda yang sehat pun biasanya akan merasa galau ketika malam hari, khususnya saat mau tidur. Dengan demikian, seharusnya Anda bisa memahami sindrom sundowning yang terjadi pada mereka. Tetaplah sabar dan buatlah kondisi senyaman mungkin agar gejala tersebut tak sering kambuh. 

[HNS/ RH]

Lanjutkan Membaca ↓