Deretan Penyebab Kulit Gatal Saat Sakit Liver

Oleh Ayu Maharani pada 05 Nov 2019, 12:00 WIB
Ternyata, penderita penyakit hati lebih rentan terkena keluhan gatal-gatal. Ini dia yang menjadi penyebabnya.
Deretan Penyebab Kulit Gatal Saat Sakit Liver (BlurryMe/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Terkena penyakit hati (lever atau liver) tentu bukan hal yang mudah. Anda harus minum obat, melakukan perubahan gaya hidup, kontrol rutin, atau apa pun yang disarankan dokter. Tak hanya itu, saat sakit lever pun pasien juga mesti berurusan dengan keluhan kulit gatal. Apa penyebabnya?

Kulit gatal akibat penyakit hati dikenal medis dengan sebutan pruritus. Keluhan tersebut bisa terjadi di seluruh area tubuh pasien. Bila pruritus muncul terus-menerus, pasien dapat mengalami penurunan kualitas hidup.

Penyakit hati yang bikin kulit gatal

Tiga jenis penyakit hati yang menyebabkan keluhan pruritus antara lain:

  • Sirosis bilier primer (PBC)

Ini adalah kondisi ketika saluran empedu di organ hati meradang dan tersumbat. Ciri yang paling mudah terlihat dari sirosis bilier primer adalah kulit dan mata yang menguning. Selain itu, penderita juga cenderung mudah lelah dan rentan memar.

  • Skeloris primer kolangitis (PSC)

Saluran empedu membawa cairan empedu dari organ hati ke usus kecil. Pada penyakit ini, saluran empedu jadi memiliki bekas luka yang akhirnya membuatnya menjadi keras dan sempit. Alhasil, kerusakan hati yang serius bisa terjadi.

  • Kolestasis obstetri 

Mengalami gatal-gatal ringan saat hamil adalah hal yang wajar. Namun, jika rasa gatal terlalu intens, dikhawatirkan hal tersebut adalah tanda dari penyakit lever kolestasis obstetri atau intrahepatic cholestasis of pregnancy.

Pada kondisi normal, garam empedu mengalir dari hati ke usus untuk membantu pencernaan. Pada kolestasis obstetri, garam empedu tidak mengalir, sehingga terjadi “penumpukan” di dalam tubuh.

1 of 3

Faktor penyebab kulit gatal pada pasien penyakit lever

Beberapa studi eksperimental dan klinis telah dilakukan. Sayangnya, peneliti belum bisa menemukan hal spesifik yang bertanggung jawab atas kulit gatal pada penderita penyakit hati. Ada kemungkinan, gatal-gatal yang terjadi dipicu oleh kombinasi faktor-faktor berikut ini:

  • Garam empedu

Garam empedu yang mengendap dan terakumulasi di bawah kulit bisa menyebabkan gatal-gatal pada tubuh.

  • Histamin

Beberapa orang dengan pruritus memiliki kadar histamin yang tinggi. Untuk mengatasinya butuh pengobatan yang lebih spesifik dari dokter, karena dalam kasus ini antihistamin kurang efektif untuk mengatasinya.

  • Serotonin

Awalnya, gatal yang dialami tidak terlalu kuat. Rasa gatal biasanya akan makin berat jika penderita terus-terusan menggaruk. Ketika menggaruk, otak akan ikut mengeluarkan hormon serotonin. 

Hormon serotonin sebenarnya dikeluarkan oleh otak untuk mengatasi gatal di area tersebut. Sayangnya, rasa gatal justru semakin menyebar pada sel-sel saraf lain. Alhasil, rasa gatal seperti tak habis-habis dan membuat penderita makin ingin menggaruk.

  • Hormon seks wanita

Gatal terkadang memburuk selama kehamilan atau jika penderitanya tengah menjalani terapi hormon.

  • Enzim fosfatase alkali 

Orang yang mengalami gatal-gatal akibat penyakit hati mengalami peningkatan enzim fosfatase alkali. Enzim ini sebagian besar diproduksi oleh hati dan sisanya diproduksi oleh tulang. Khusus pada wanita hamil, fosfatase alkali diproduksi dari plasenta.

  • Lysophosphatidic acid (LPA)

Penderita penyakit hati yang mengalami keluhan gatal-gatal memiliki tingkat LPA yang lebih tinggi.

2 of 3

Solusi gatal pada pasien penyakit hati

Sulit jika Anda ingin benar-benar menghilangkan rasa gatal hingga tuntas, sementara penyakit hati yang dialami belum sembuh sepenuhnya. Karena itu, yang bisa Anda lakukan adalah meredakan dan mengurangi intensitas gatal yang dialami. Hal yang bisa Anda lakukan untuk itu di antaranya:

  • Jangan digaruk

Menurut dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter, menggaruk bagian tubuh yang gatal hanya akan membuat siklus gatal–garuk semakin buruk. 

“Garukan juga akan menimbulkan trauma pada kulit (merusak pertahanannya). Hal ini membuat kulit lebih rentan terhadap infeksi,” tutur dr. Karin.

  • Oleskan krim antigatal

Jika mengalami rasa gatal yang bersifat ringan, Anda dapat mengoleskan gel krim yang mengandung mentol 1 persen. Obat antigatal lain yang juga bisa dimanfaatkan yaitu losion kalamin. Selain meredakan gatal, losion tersebut juga memberikan efek dingin.

  • Perhatikan suhu air

Gunakan air dingin saat mandi. Supaya tubuh relaks, mandilah dengan air hangat. 

“Hindari air yang terlalu panas karena akan membuat kulit makin gatal atau teriritasi,” tambah dr. Karin.

Jika keluhan kulit gatal saat terkena sakit liver makin lama makin parah, lebih baik periksakan diri ke dokter, supaya bisa ditangani dengan benar dan tidak sampai memegaruhi kualitas hidup.

(NB/RN)

Lanjutkan Membaca ↓