Bisakah Kebisingan Sebabkan Tekanan Darah Tinggi?

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 05 Nov 2019, 14:40 WIB
Suara bising selama ini dikaitkan dengan gangguan pendengaran. Namun dalam sebuah penelitian, kebisingan disebut dapat sebabkan tekanan darah tinggi.
Bisakah Kebisingan Sebabkan Tekanan Darah Tinggi? (Fotos593/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Secara global, saat ini 600 juta orang bekerja di lokasi yang membuat mereka terpapar tingkat kebisingan yang berbahaya. Akan tetapi, rupanya kebisingan tidak hanya bermuara pada gangguan pendengaran saja. Studi menemukan, paparan kebisingan juga bisa sebabkan tekanan darah tinggi alias hipertensi.

Hipertensi dan gejala yang tidak disadari

Hipertensi adalah kondisi kronis yang menjadikan tekanan darah meningkat. Kondisi ini dapat terjadi selama bertahun-tahun tanpa disadari oleh penderitanya. Bahkan, tanpa gejala sekalipun, kerusakan pembuluh darah dan jantung terus berlanjut.

Hal tersebut pun diamini oleh dr. Devia Irine Putri dari KlikDokter. Menurutnya, karena tidak memiliki gejala yang khas, hipertensi sering terdiagnosis terlambat.

“Gejala hipertensi yang sering tidak disadari itu antara lain, muncul gejala seperti sakit kepala, berdebar-debar, merasa cepat lelah, bahkan ada pula yang tak mengeluhkan gejala sama sekali," ujar dr. Devia.

Sementara itu, seseorang dikatakan punya hipertensi jika tekanan darahnya ≥140 untuk tekanan sistolik dan ≥90 untuk tekanan diastolik. Adapun tekanan darah yang normal seharusnya berada di angka 120/80 mmHg.

Untuk mencegah hipertensi, Anda disarankan untuk menjaga berat badan ideal, tidak merokok, olahraga teratur, dan menghindari stres. Selain itu, kurangi asupan garam dan makanan asin lainnya.

Akan tetapi, ternyata bukan cuma gaya hidup tidak sehat yang bisa menyebabkan hipertensi. Paparan suara bising ternyata disebut-sebut dapat memicu hipetensi. Bagaimana kaitan antara keduanya?

Hubungan antara kebisingan dan hipertensi

Dilansir dari Medical News Today, baru-baru ini ada studi yang dimuat dalam jurnal medis “PLOS One”, yang menyelidiki hubungan antara gangguan pendengaran yang disebabkan oleh kebisingan akibat pekerjaan dengan tekanan darah. Studi menyebut, paparan kebisingan kronis akan meningkatkan risiko hipertensi.

Para peneliti menggunakan data 21.403 pekerja berusia rata-rata 40 tahun yang terpapar kebisingan di tempat kerja mereka. Data ini berasal dari survei terhadap pekerja di Chengdu, Provinsi Sichuan, Tiongkok. Sebagai bagian dari survei, para peneliti juga menilai berbagai metrik kesehatan, menggunakan tes audiometrik, dan juga mengukur tekanan darah.

Agar lebih mudah mendeteksi, peneliti menggunakan gangguan pendengaran sebagai penanda paparan kebisingan. Hasilnya, seperti yang sudah mereka prediksi, prevalensi gangguan pendengaran meningkat seiring dengan jumlah tahun yang dihabiskan pekerja di tempat kerja mereka yang bising.

Para peneliti menemukan, pekerja yang punya masalah bilateral high frequency hearing loss (BHFHL) ringan memiliki peningkatan risiko hipertensi sebanyak 34 persen. Sementara itu, orang yang punya masalah BHFHL tinggi berisiko hipertensi hingga 281 persen.

"Penelitian ini menunjukkan bahwa paparan kebisingan di tempat kerja sangat memengaruhi tingkat tekanan darah dan risiko hipertensi," ungkap peneliti.

Dalam studi ini, peneliti juga menemukan bahwa hubungan antara paparan kebisingan dan hipertensi paling banyak terjadi pada pria. Peneliti menduga, pria pekerja lebih banyak terkena kebisingan dengan intensitas yang lebih tinggi di tempat kerja mereka, dibandingkan dengan para wanita.

Karena terpapar kebisingan terus-menerus dapat sebabkan tekanan darah tinggi, coba cek kembali lokasi Anda bekerja saat ini. Apakah Anda bekerja dengan lingkungan yang bising sepanjang hari? Jika iya, gunakan penutup telinga untuk membatasi suara yang masuk. Selain itu, terapkan gaya hidup sehat dengan konsumsi makanan sehat dan seimbang, rutin lahraga, tidak merokok dan minum minuman beralhokol, serta kelola stres dengan baik agar terhindar dari hipertensi dan penyakit lainnya.

[HNS/RN]