6 Tips Membantu Anak Pemalu Jadi Lebih Berani

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 06 Nov 2019, 12:30 WIB
Punya anak pemalu memang bisa menantang. Orang tua bisa melakukan beberapa tips ini untuk membantu anak agar menjadi lebih berani.
6 Tips Membantu Anak Pemalu Jadi Lebih Berani (Kzenon/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Orang tua tentu inginnya anak percaya diri, pandai bersosialisasi, serta berani tampil dan mengutarakan pendapat. Namun sayangnya, beberapa anak punya karakter pemalu. Orang tua membantunya menjadikannya lebih berani dengan melakukan beberapa tips.

Menurut penjelasan dari dr. Fiona Amelia, MPH dari KlikDokter, anak pemalu pada dasarnya tidak ingin sendiri, hanya saja ia takut untuk berinteraksi dengan orang lain.

“Anak ini takut akan kritikan atau penilaian negatif dari orang lain. Anak pemalu juga cenderung pendiam dan enggan mengutarakan pendapat,” dr. Fiona menjelaskan.

Itulah sebabnya, orang-orang terdekatnya—khususnya orang tua—wajib menolong dan mendorong anak yang pemalu agar lebih berani.

Tips membantu anak pemalu supaya lebih berani

Rasa malu pada anak dapat dikelola dan diterapi tergantung spektrumnya. Namun, orang tua terlebih dahulu dapat melakukan beragam hal untuk membantu mereka lebih berani. Caranya antara lain:

  1. Datang lebih awal dibanding anak lain

Bagi anak pemalu, menjadi suatu hal yang sulit untuk datang ke situasi atau ruangan yang ramai dengan anak lain. Misalnya saat hari pertama sekolah.

Agar anak tidak kaget, Anda dan anak dapat datang lebih awal dibanding anak lainnya. Hal ini akan memudahkannya untuk menemukan “tempat” anak, apakah bermain dengan teman atau bermain sendiri.

  1. "Temanmu ada di sana, lo!"

Memberi tahu kalau ada seseorang yang di kenal anak di lingkungan barunya bisa membuatnya lebih berani, sehingga ia pun tak akan merasa sendirian.

Bila memang tidak ada satu pun yang dikenal anak, utarakan dengan jujur. Namun, katakan juga kepada si Kecil karena semua anak yang tidak ia kenal tersebut nantinya bisa menjadi temannya. Hal tersebut akan membantu anak untuk tidak panik.

  1. Anda bisa menemani

Temani anak sampai ia siap berinteraksi atau bermain dengan anak-anak lainnya. Jangan diam-diam menyelinap dan meninggalkan mereka.

Sambil menemani anak, sedikit demi sedikit Anda bisa mengambil sikap pasif. Hal itu akan mendorong anak lebih aktif untuk mencari tahu dan menjelajah sendiri, bahkan berinisiatif untuk bergabung dengan anak-anak lainnya untuk bermain.

  1. Jangan membuat anak merasa ditolak

Jangan paksa anak untuk bermain dengan teman sebayanya jika ia masih ingin bersama dengan Anda. Menyuruh dan memaksanya untuk bermain atau jauh dari Anda bisa dimaknai sebagai sebuah penolakan. Temani dulu sampai ia siap.

  1. Jangan melabeli anak sebagai pemalu

Jangan pernah menyebut anak pemalu. Bila itu sampai terdengar anak, bahkan sampai beberapa kali, mereka justru akan menyakini bahwa itulah “identitasnya”.

Alih-alih melabeli anak dengan sebutan pemalu, Anda bisa mengatakan hal lain sesuai yang ia rasakan. Misalnya, “Sepertinya kamu merasa cemas, ya? Ada apa?”

Bila anak melihat orang tuanya memahami apa yang ia rasakan, rasa cemas tersebut akan perlahan sirna.

  1. Beri saran tentang topik pembicaraan

Bagi anak yang pemalu, mengobrol dengan teman bisa menjadi sesuatu yang sulit. Jika begini, Anda bisa membantunya dengan member saran terkait topik pembicaraan. 

Bantu anak memikirkan tiga atau empat hal yang mereka gemari untuk menjadi bahan obrolan dengan teman-teman barunya. Anda pun bisa berlatih dulu dengannya. Semakin banyak berlatih, anak akan semakin nyaman ketika memulai obrolan dengan teman-temannya.

Dalam beberapa kasus, orang tua perlu membantu anak yang pemalu agar ia jadi bisa lebih berani dan percaya diri. Orang tua harus tetap mendukung dan memotivasi anak, salah satunya adalah dengan menerapkan tips di atas. Ingat, jangan paksa anak untuk melakukan hal yang tidak dia inginkan. Buat anak nyaman terlebih dahulu, hingga dia mau lebih aktif dalam situasi sosialnya.

[HNS/RN]