Manfaat Fenugreek untuk Memperlancar Produksi ASI

Oleh dr. Resthie Rachmanta Putri. M.Epid pada 06 Nov 2019, 13:00 WIB
Ada banyak bahan alami yang bisa dimanfaatkan ibu menyusui untuk memperlancar produksi ASI. Satu di antaranya adalah fenugreek.
Manfaat Fenugreek untuk Memperlancar Produksi ASI (Oliver Wilde/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Ibu menyusui tentu ingin selalu memberikan nutrisi yang terbaik untuk si Kecil lewat ASI. Sayangnya, perjalanan menyusui tak selalu mulus, salah satunya akibat produksi ASI yang tersendat. Sebagai salah satu solusi, ibu menyusui bisa memanfaatkan fenugreek yang diketahui dapat membantu memperlancar ASI.

Mengenal fenugreek

Pada dasarnya, fenugreek atau bahasa Indonesianya adalah kelabat, sudah dikenal lama di Asia Tenggara, termasuk di Indonesia, sebagai salah satu bumbu kari. Sebagai bumbu masak, yang digunakan adalah bijinya. Sementara itu, daun fenugreek bisa dikonsumsi sebagai sayuran atau dikeringkan untuk dijadikan teh.

Selain itu, sejak ratusan tahun lalu fenugreek telah digunakan dalam ilmu pengobatan Timur sebagai zat yang dapat merangsang ASI. 

Fenugreek diyakini dapat menstimulasi kelenjar di payudara untuk memproduksi lebih banyak ASI. Bahkan, fenugreek juga digunakan dalam proses relaktasi (menyusui kembali setelah sempat berhenti menyusui). 

Karena efek tersebut, banyak ibu di berbagai belahan dunia mengonsumsi fenugreek untuk memperlancar produksi ASI-nya. Fenugreek dapat dikonsumsi dalam bentuk teh, bubuk, atau kapsul.

Sebuah studi pada tahun 2017 dilakukan untuk mengonfirmasi khasiat fenugreek dalam mendukung produksi ASI. 

Studi yang melibatkan 122 orang dari Asia, Eropa, dan Amerika Serikat tersebut menemukan bahwa konsumsi fenugreek dapat meningkatkan produksi ASI secara signifikan. Efeknya bisa terlihat setelah 1-2 hari konsumsi.

1 of 2

Cara lain untuk meningkatkan produksi ASI

Selain dengan mengonsumsi fenugreek, juga ada beberapa cara lain untuk memaksimalkan produksi ASI, yaitu:

  • Susui bayi sesering mungkin

Produksi ASI akan meningkat jika payudara sering dikosongkan. Cara yang paling efektif untuk mengosongkan payudara adalah dengan menyusui si Kecil sesering mungkin.

Bila produksi ASI turun secara signifikan, ibu menyusui bisa mengambil waktu 2-3 hari untuk banyak menghabiskan waktu di tempat tidur bersama si Kecil dan menyusuinya sesering mungkin.

Pastikan posisi menyusui dan latch-on si Kecil sudah tepat, agar stimulasi produksi ASI bisa dilakukan dengan baik.

  • Pertimbangkan untuk memompa ASI

Banyak ibu yang enggan untuk memompa ASI karena takut ASI-nya akan habis dan tak cukup untuk si Kecil. Anggapan tersebut tidak tepat. Faktanya, semakin sering ASI dikeluarkan dari payudara, semakin banyak ASI yang akan diproduksi. 

Oleh sebab itu, untuk merangsang produksi ASI, ibu bisa mengombinasikan menyusui langsung dan memompa ASI. Misalnya dengan memerah ASI lalu pompa 1 jam setelah menyusui bayi secara langsung.

  • Istirahat cukup

Stres dan kelelahan dapat mengganggu produksi ASI. Oleh sebab itu, ibu menyusui perlu beristirahat dengan cukup. Kadang tak mudah untuk mendapatkan istirahat cukup, apalagi jika bayi baru lahir dan masih dalam masa ASI eksklusif.

Agar bisa mendapat waktu istirahat yang cukup, ibu menyusui disarankan untuk ikut tidur saat bayi tidur.

Hindari terlalu fokus dalam membereskan rumah dan jangan sungkan untuk minta bantuan suami, pembantu, atau orang lainnya di rumah.

  • Sebisa mungkin, hindari penggunaan susu formula

Sebagian ibu langsung buru-buru memberikan bayinya produksi bayi menurun atau tidak optimal. Ini langkah yang tidak tepat. Bila bayi diberikan susu formula, maka frekuensi menyusui akan berkurang. 

Akibatnya, payudara tidak mendapat stimulasi yang dibutuhkan, sehingga produksi ASI makin berkurang. Susu formula sebaiknya hanya diberikan jika disarankan oleh dokter.

Teruntuk ibu menyusui, jangan menyerah dalam memberikan ASI kepada si Kecil. Bila produksi ASI menurun, konsumsi fenugreek diketahui bisa bermanfaat dalam memperlancar produksi ASI. Selain itu, cobalah untuk menyusui bayi sesering mungkin dan selingi dengan memerah ASI (ASIP) dengan pompa untuk membantu kelancaran keluarnya ASI.

(RN/ RH)

Lanjutkan Membaca ↓