Sering Begadang Bikin Otak Jadi Lemot, Mitos atau Fakta?

Oleh Tamara Anastasia pada 07 Nov 2019, 09:00 WIB
Sering kerja atau nonton “maraton” sampai larut yang membuat Anda kurang tidur? Katanya, kebiasaan itu bisa bikin otak lemot. Ini mitos atau fakta?
Sering Begadang Bikin Otak Jadi Lemot, Mitos atau Fakta? (Fulltimegipsy/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Entah karena kebiasaan sering begadang atau punya insomnia, kurang tidur memiliki dampak buruk bagi kesehatan, baik fisik maupun psikis. Katanya, salah satu efek buruk sering begadang adalah kekhawatiran bikin otak jadi lemot. Apakah ini hanya sekadar “katanya” atau benar-benar didukung oleh fakta medis?

Didukung bukti ilmiah

Menurut sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal medis “Nature Medicine” tahun 2017, menemukan bagaimana mekanisme kurang tidur dapat berdampak pada kemampuan sel otak untuk berkomunikasi antara satu sama lain, alias membuat otak bekerja lebih lambat atau lemot.

“Kami menemukan bahwa tubuh yang kurang tidur juga dapat ‘mencuri’ kemampuan neuron untuk berfungsi sebagaimana mestinya,” kata pemimpin studi, Itzhak Fried, profesor bedah saraf di David Geffen School of Medicine at UCLA, Amerika Serikat, dan Universitas Tel Aviv, Israel, dalam sebuah rilis.

Neuron tersebut berkontribusi dalam membuat keputusan, memproses informasi, fokus pada informasi penting, serta mengingatnya. Kondisi kurang tidur dapat memperlambat semua fungsi tersebut dan mengancam kondisi mental.

Bagaimana kurang tidur dapat menurunkan fungsi otak?

Temuan di atas diamini oleh dr. Sara Elise Wijono, MRes, dari KlikDokter, bahwa sering begadang memang bisa menyebabkan otak jadi tidak berfungsi dengan baik. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kemampuan kognitif dan emosi saat beraktivitas.

“Ketika kurang tidur akibat begadang, fungsi otak akan menurun karena suplai oksigen ke seluruh tubuh jadi berkurang. Hasilnya, Anda akan lebih sulit untuk berpikir, berkonsentrasi, dan lebih sulit untuk diajak berkomunikasi karena sistem otak tidak berfungsi dengan baik. Jika ini terjadi terus-menerus, bukan hanya otak saja yang kena imbasnya, tetapi juga imunitas tubuh,” kata dr. Sara menjelaskan.

Sistem saraf pusat di otak merupakan salah satu sistem saraf yang paling terkena dampaknya. Pasalnya, selama tidur, otak akan bekerja untuk membentuk jalur memori baru yang akan digunakan keesokan harinya. Bila kurang tidur, maka jalur memori baru tersebut tidak akan terbentuk, akhirnya membuat otak jadi makin “penuh” karena harus menampung memori baru setiap harinya. Daya konsentrasi pun ikut terganggu.

“Kurang tidur mengganggu kemampuan untuk berkonsentrasi dan mempelajari hal-hal yang baru. Hal ini dapat berdampak negatif terhadap fungsi memori jangka pendek dan memori jangka panjang,” jelasnya. 

Dampak buruk sering begadang lainnya 

Selain bisa bikin otak lemot, kurang tidur juga bisa mendatangkan efek buruk lainnya, misalnya gangguan sistem pernapasan.

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, daya tahan tubuh juga menurun akibat kurang tidur, sehingga Anda rentan mengalami masalah pada sistem pernapasan seperti flu, influenza, atau serangan virus lainnya. Bila sudah memiliki penyakit paru-paru, kurang tidur bisa memperburuk kondisi.

Sering begadang juga dikaitkan dengan obesitas. “Beberapa studi menyatakan bahwa kurang tidur meningkatkan produksi hormon stres (kortisol). Selain itu, hormon kenyang (leptin) menurun, sementara hormon perangsang nafsu makan (grelin) meningkat. Akhirnya, Anda jadi makan lebih banyak,” ungkap dr. Sara.

Bila sudah mengalami kegemukan atau obesitas, risiko Anda untuk mengalami beberapa penyakit pun meningkat. Misalnya stroke, penyakit jantung, hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes, penyakit hati, batu empedu, hingga kanker.

Fakta di atas diharapkan dapat membuat Anda “melek” dan sadar betapa buruknya kebiasaan sering begadang bagi kesehatan. Mulai bikin otak lemot, merusak suasana hati, hingga meningkatkan risiko banyak penyakit. Usahakan untuk tidur cukup selama 7-8 jam tiap malamnya. Bila memang mengalami gangguan tidur apalagi yang sudah berlangsung lama atau memburuk, sebaiknya periksakan diri ke tenaga medis profesional.

(RN)