Cara Terbaik Mengatasi Dermatitis Seboroik

Oleh Tamara Anastasia pada 07 Nov 2019, 14:20 WIB
Kulit kepala terkelupas dan mengalami ruam kemerahan? Bisa jadi itu adalah gejala awal dermatitis serboroik. Lakukan cara ini untuk mengatasinya.
Cara Terbaik Mengatasi Dermatitis Seboroik (JuleDesign/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Kulit kepala adalah salah satu bagian tubuh yang sering luput dari perhatian. Padahal, dengan tidak menjaga kesehatan kulit kepala, dermatitis seboroik bisa terjadi dan dapat mengganggu aktivitas dan tentunya penampilan Anda. Bila sudah terlanjur terjadi, bagaimana cara mengatasinya?

Dermatitis seboroik (juga dikenal sebagai eksem seboroik atau awam menyebutnya ketombe) adalah penyakit kulit kronis dengan gejala kering, mengelupas, dan merah. Penyakit ini umum terjadi dan penampakannya mirip dan berhubungan dengan gangguan kulit seperti psoriasis, eksem, atau reaksi alergi.

Penyebab pasti dermatitis seboroik tidak diketahui pasti, mungkin berbeda-beda pada bayi dan dewasa. Mungkin ada faktor genetik yang berperan, bisa karena hormon, atau bisa juga karena jamur malassezia.

Dermatitis seboroik juga telah dikaitkan dengan gangguan neurologis seperti penyakit Parkinson, epilepsi, cedera otak traumatis, dan stroke. Faktor lainnya juga meliputi:

  • Aktivitas kelenjar minyak
  • Perubahan pada fungsi barrier kulit
  • Cuaca yang ekstrem
  • Stres atau kelelahan
  • Konsumsi alkohol berlebihan
  • Penggunaan losion yang mengandung alkohol
  • Obesitas
  • Memiliki HIV/AIDS

Dermatitis seboroik pada bayi

Menurut dr. Sara Elise Wijono, MRes, dari KlikDokter, dermatitis seboroik pada bayi umumnya terjadi pada usia 6 bulan. Bukan karena penyakit, tetapi kondisi tersebut dialami sebagai akibat dari produksi minyak berlebihan pada kulit bayi.

Gejala dermatitis seboroik pada bayi di antaranya:

  • Munculnya cradle cap (alias ketombe pada bayi) berupa sisik yang menyebar, berminyak, serta warna kuning atau kecokelatan pada kulit bayi.
  • Ruam kemerahan yang bisa menyebar hingga ke lipatan ketiak dan selangkangan, bentuknya mirip ruam popok.
  • Muncul bercak-bercak merah yang mudah mengelupas.

Kata dr. Sara, kondisi tersebut tak perlu dikhawatirkan.

“Pada dasarnya, dermatitis seboroik pada bayi bisa hilang dengan sendirinya saat si bayi memasuki usia 6-12 bulan. Tapi memang, gangguan kulit ini bikin kepala bayi gatal, sehingga menyebabkannya sering menangis karena tidak nyaman,” katanya.

Cara mengatasinya adalah dengan membersihkan kerak yang muncul di kulit kepala bayi, dengan menggunakan sikat berbulu halus saat mandi. Basahi dengan air bersih, lalu sikat secara lembut kulit bayi yang terlihat bersisik.

Apabila kerak di kulit kepala bayi tersebut tak kunjung hilang, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter. Dengan begitu, si Kecil bisa diresepkan obat yang paling sesuai untuk membantu mengatasi keluhan akibat dermatitis seboroik.

Dermatitis seboroik pada orang dewasa

Berbeda dengan pada bayi atau anak, dermatitis seboroik pada orang dewasa bisa muncul akibat adanya kondisi medis yang mendasari. Ada sejumlah faktor yang berperan, yaitu daya tahan tubuh yang lemah atau sedang dalam masa pemulihan dari penyakit.

“Dermatitis seboroik juga bisa terjadi pada orang dewasa yang mengalami gangguan mental atau saraf (depresi), menggunakan obat-obatan tertentu, dan terpapar oleh cuaca yang ekstrem,” tambahnya.

Dermatitis seboroik pada orang dewasa disertai dengan gejala berikut ini:

  • Ruam terjadi pada kulit kepala, wajah, dan tubuh bagian atas.
  • Ruam muncul pada saat musim dingin dan cenderung membaik saat musim panas.
  • Ruam terasa sangat gatal.
  • Muncul plak berwarna merah muda yang tipis dan bersisik pada lipatan kulit di kedua sisi wajah.
  • Peradangan folikel rambut (folikulitis superfisial) pada pipi dan tubuh bagian atas (dada dan punggung).
  • Ketombe. Ini merupakan salah satu bentuk dermatitis seboroik yang belum meradang.

Dermatitis seboroik pada orang dewasa bisa diatasi dengan mandi secara teratur menggunakan sabun dan sampo.

Perihal sampo, dr. Sara menyarankan untuk menggunakan sampo anti ketombe. Ini karena jenis sampo tersebut mengandung asam salisilat dan sulfur yang mampu mengatasi masalah kulit kepala yang kering dan berkerak.

Selain itu, penderita juga disarankan untuk tidak menggaruk bagian tubuh yang mengalami dermatitis seboroik. Pasalnya, menggaruknya, apalagi sampai berlebihan, justru dapat memperparah keluhan.

Jika dengan cara-cara tersebut keluhan tidak kunjung membaik, penderita dianjurkan untuk memeriksakan diri ke dokter. Ini dilakukan agar pengobatan yang diberikan tepat sasaran, sehingga bisa efektif mengatasi keluhan dermatitis seboroik.

(NB/RN)