Kenali Tanda-tanda Anda Stres karena Pekerjaan

Oleh Tamara Anastasia pada 08 Nov 2019, 12:00 WIB
Stres yang berkepanjangan karena pekerjaan beserta lingkungannya bisa berdampak buruk bagi tubuh. Sebelum terlambat, kenali tanda-tandanya!
Kenali Tanda-tanda Anda Stres karena Pekerjaan (Syda Productions/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Menumpuknya pekerjaan, dikejar tenggat, atau mungkin ditambah atasan atau rekan kerja yang tukang bully bisa bikin kepala mau pecah dan berujung pada stres. Stres karena pekerjaan yang terus-menerus atau yang tidak diatasi dengan baik bisa berdampak serius pada kesehatan fisik dan psikis.

Bahkan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengakui bahwa stres di tempat kerja diklasifikasikan sebagai penyakit. WHO dalam International Classification of Disease (ICD) terbaru mendefinisikan burnout sebagai “sindrom yang dikonseptualisasi sebagai hasil dari stres kronis di tempat kerja yang tidak terkelola dengan baik”.

Apa itu stres karena pekerjaan?

Dilansir dari laman WHO, stres karena pekerjaan adalah:

  • Respons yang dimiliki seseorang ketika dihadapkan dengan tuntutan dan tekanan yang tidak sesuai dengan pengetahuan dan kemampuan, yang menantang kebisaan pekerja untuk mengatasinya.
  • Stres bisa terjadi dalam berbagai kondisi kerja, tetapi lebih sering memburuk ketika pekerja merasa hanya memiliki sedikit dukungan dari atasan dan kolega, begitu juga kontrol yang terlalu terbatas pada proses kerja.
  • Sering terjadi kebingungan antara tekanan atau tantangan dan stres, dan kadang itu digunakan untuk “menoleransi” praktik manajemen buruk perusahaan. 

Bagi sebagian orang, stres mungkin menjadi hal yang ‘positif’ karena stres akibat pekerjaan bisa memacu hormon adrenalinnya untuk membereskan pekerjaan yang menumpuk saat itu juga. 

Namun, ini bukanlah hal yang baik untuk terus dilakukan. Hal ini dikarenakan stres karena pekerjaan bisa mengganggu kinerja seseorang, sehingga menyebabkan produktivitas dan kreativitas menurun. 

Menurut dr. Reza Fahlevi dari KlikDokter, mengenali gejala stres karena pekerjaan sejak dini penting untuk mencegah memburuk, misalnya hingga sampai mengalami depresi.

1 of 2

Tanda Anda stres akibat pekerjaan

Pria sakit kepala (Pikselstock/Shutterstock)
Pria sakit kepala (Pikselstock/Shutterstock)

Luangkan waktu sejenak untuk mengecek apakah Anda merasakan tanda-tanda di bawah ini. Bila banyak yang sesuai, itu tandanya Anda mengalami stres karena pekerjaan.

  • Adanya perubahan fisik, psikis, dan perilaku 

Tanda dan gejala fisik stres karena pekerjaan meliputi: kelelahan, ketegangan otot, sakit kepala, berdebar, dan sulit tidur. Dapat pula muncul gangguan saluran cerna, seperti nyeri ulu hati, diare, dan sulit BAB. Demikian dikatakan oleh dr. Reza.

Sementara itu, gejala psikis stres akibat pekerjaan adalah antara lain depresi, kecemasan, iritabilitas, pesimistis, hilang semangat, dan panik. Pekerja pun bisa sulit berkonsentrasi dan membuat keputusan.

Perubahan perilaku juga sangat mungkin terjadi. “Ini bisa berupa meningkatnya jumlah hari bolos kerja, berkurangnya kreativitas dan inisiatif, performa kerja menurun, gangguan hubungan interpersonal, perubahan mood, frustrasi, malas bergaul, dan hilangnya ketertarikan terhadap berbagai hal,” ungkap dr. Reza.

  • Rambut Rontok 

Dijelaskan oleh dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter, kehilangan beberapa helai rambut memang normal terjadi setiap harinya. Namun jika rambut yang rontok abnormal, misalnya lebih dari 100 helai per hari, itu bisa jadi tanda Anda mengalami stres. 

Stres bisa secara signifikan mendorong sejumlah besar folikel rambut ke dalam fase istirahat, dan kemudian beberapa bulan setelahnya rambut-rambut tersebut rontok.

  • Mengalami gangguan pencernaan

Stres juga bisa memperlambat pengosongan makanan dari perut, yang menyebabkan perut jadi penuh gas dan juga kembung. Bahkan, tidak jarang terjadi kontraksi usus yang menyebabkan kram perut dan juga diare.

  • Berat badan bisa naik, bisa juga turun 

Stres memicu pelepasan hormon kortisol, yang mengganggu kemampuan tubuh untuk memproses gula darah dan mengubah cara memetabolisme lemak, protein, dan karbohidrat. Hal itu pada akhirnya dapat menyebabkan kenaikan atau penurunan berat badan.

  • Jadi gampang sakit

Tidak peduli berapa pun usia Anda, stres kronis dapat memengaruhi daya tahan tubuh. 

Anak-anak yang mungkin mengeluh tentang sakit perut dan mimpi buruk, sementara remaja sering mengalami sakit kepala, dan orang dewasa biasanya merasa kekakuan di leher, bahu, dan punggung. Semua usia bisa mengalami masalah tidur saat stres.

Jika Anda mengalami tanda-tanda di atas, segera cari solusinya. Hal pertama yang bisa dilakukan untuk mengatasi stres akibat pekerjaan adalah dengan mengambil waktu untuk rehat sejenak. 

Bicarakan hal ini baik-baik dengan atasan bila memungkinkan. Anda bisa mengambil cuti beberapa hari untuk berlibur atau melakukan hal-hal lain yang digemari.

Cara lainnya adalah dengan minta bantuan orang lain, yang tentunya sesuai kapasitas dan prosedur, untuk membantu menyelesaikan pekerjaan yang bisa dikerjakan bersama-sama.

“Jika ini adalah project bersama, jangan sungkan untuk bagi-bagi tugas dan minta bantuan jika merasa kurang paham atau tak sanggup untuk mengerjakannya sendiri. Bantuan dari rekan kerja, meski sedikit, bisa sangat membantu dan dapat mengurangi stres,” jelas dr. Dyan.

Jika cara-cara di atas tidak membuahkan hasil dan stres yang dirasa makin berat, Anda bisa mempertimbangkan untuk menemui tenaga medis profesional seperti psikolog atau psikiater. Konsultasi dapat membantu Anda mengidentifikasi masalah dan mencari solusi terbaik.

Banyak orang yang sadar maupun tidak mengalami stres karena pekerjaan. Bila atasan, rekan kerja, atau pihak perusahaan tak memedulikan kondisi mental karyawannya, Anda juga bisa mempertimbangkan untuk mencari lingkungan kerja baru yang lebih sehat bagi kondisi mental karyawannya.

(RN/ RH)

Lanjutkan Membaca ↓