Diet Rendah Karbohidrat untuk Penderita Diabetes, Efektifkah?

Oleh dr. Resthie Rachmanta Putri. M.Epid pada 08 Nov 2019, 15:05 WIB
Diet rendah karbohidrat mulai banyak diterapkan oleh para penderita diabetes. Apakah diet ini efektif untuk mengontrol gula darah?
Diet Rendah Karbohidrat untuk Penderita Diabetes, Efektifkah? (Elena Schweitzer/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Pola makan adalah salah satu fokus penderita diabetes. Bila tidak diatur, gula darah bisa tak terkontrol meski sudah mengonsumsi obat anti diabetes dari dokter. Itulah kenapa banyak diabetesi menerapkan diet tertentu, salah satunya adalah diet rendah karbohidrat. Efektifkah diet tersebut untuk mengontrol gula darah?

Ternyata, sebelum ditemukannya insulin, diet rendah karbohidrat adalah salah satu terapi bagi penderita diabetes. 

Penderita diabetes (diabetesi) umumnya tidak dapat mengolah karbohidrat dengan baik, akibat kegagalan insulin dalam proses memasukkan karbohidrat yang sudah berbentuk glukosa ke dalam tubuh untuk dipecah menjadi energi.

Jadi, diet rendah karbohidrat bisa menjadi jenis diet yang diterapkan oleh diabetesi tipe apa pun, karena pada dasarnya karbohidrat adalah sumber gula. Dengan menerapkan pola makan tersebut, diharapkan gula darah diabetesi tak mudah naik. Lantas, bagaimana efektivitasnya?

Mengenal diet rendah karbohidrat

Selama ini, banyak kesalahpahaman akan diet rendah karbohidrat. Banyak orang yang meyakini bahwa diet rendah karbohidrat adalah pola makan tanpa nasi sama sekali. 

Hal ini tidak sepenuhnya tepat. Prinsip dari diet rendah karbohidrat adalah menghindari karbohidrat sederhana yang dapat menyebabkan gula darah melonjak dalam waktu singkat.

Berikut ini adalah komponen utama dalam diet rendah karbohidrat:

  • Sayuran dalam jumlah banyak, bisa berupa sayuran hijau, wortel, tomat, dan sebagainya.
  • Lemak yang sehat, misalnya lemak yang berasal dari ikan salmon, susu, kacang tanah, minyak zaitun, minyak kelapa, atau daging rendah lemak, atau daging tanpa kulit.
  • Protein dalam porsi sedang. Sumber protein bisa berasal dari ikan, telur, susu, tahu, tempe, kacang merah, lentil, dan berbagai jenis kacang-kacangan lainnya.
  • Tidak mengonsumsi makanan yang mengandung gula, khususnya gula tambahan.
  • Membatasi konsumsi buah-buahan karena buah mengandung gula dalam struktur kimia yang sederhana.
  • Membatasi konsumsi makanan olahan (processed food).

Prinsip diet rendah karbohidrat ini adalah untuk menyediakan kalori dan nutrisi yang dibutuhkan tubuh, tanpa menyebabkan gula darah melonjak tinggi.

1 of 2

Diet rendah karbohidrat untuk penderita diabetes

Secara umum, diet rendah karbohidrat memiliki beberapa manfaat bagi penderita diabetes. 

Studi membuktikan bahwa diabetesi yang menjalani diet rendah karbohidrat memiliki kadar gula darah yang lebih rendah dibandingkan dengan diabetesi yang makan seperti biasa. Selain itu, diet rendah karbohidrat juga membantu diabetesi untuk menurunkan berat badannya. 

Pada diet rendah karbohidrat, lemak dianjurkan untuk dikonsumsi lebih banyak dari biasanya. Namun, karena lemak yang dikonsumsi adalah jenis lemak yang sehat, diet rendah karbohidrat tidak menyebabkan peningkatan kadar kolesterol jenis low-density lipoprotein (LDL) alias kolesterol jahat. 

Dalam jangka panjang, jika diet rendah karbohidrat dilakukan dengan disiplin dan teratur, kadar gula darah menjadi stabil dan risiko komplikasi diabetes bisa dicegah.

Tidak semua diabetesi bisa melakukan diet rendah karbohidrat

Meski punya klaim dapat mengontrol kadar gula darah, tetapi tidak semua penderita diabetes bisa menerapkan diet rendah karbohidrat. 

Diabetesi yang mengonsumsi obat anti diabetesi yang memiliki efek samping gula darah rendah (hipoglikemia) harus berhati-hati dalam melakukan diet ini. Paling amannya adalah dengan mengonsultasikannya dengan dokter dan/atau ahli gizi terlebih dulu. 

Selain itu, diabetesi yang punya berat badan kurang (underweight) juga tidak dianjurkan untuk melakukan diet tersebut.

Meski diet rendah karbohidrat secara umum bisa efektif untuk mengendalikan kadar gula darah penderita diabetes, tetapi diet tersebut tak bisa hanya menjadi satu-satunya ‘amunisi’. Obat anti diabetes untuk mengontrol gula darah tetap harus dikonsumsi sesuai instruksi dokter. 

(RN/ RH)

Lanjutkan Membaca ↓