Suplemen Asam Folat di Masa Kehamilan, Perlukah?

Oleh dr. Dyah Novita Anggraini pada 08 Nov 2019, 16:25 WIB
Asam folat adalah salah satu nutrisi penting di masa kehamilan, yang bisa didapat dari makanan. Perlukah menambahnya dalam bentuk suplemen?
Suplemen Asam Folat di Masa Kehamilan, Perlukah? (wavebreakmedia/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Pemenuhan nutrisi di masa kehamilan menunjang tumbuh kembang janin. Salah satu asupan nutrisi terpenting adalah asam folat, yang bisa didapatkan lewat berbagai makanan. Selain lewat makanan, perlukah ibu hamil memenuhi asupan asam folat lewat suplemen?

Tubuh tidak dapat memproduksi asam folat sendiri, sehingga pemenuhannya bergantung pada apa yang dikonsumsi, misalnya dari makanan atau suplemen.

Alasan kenapa asam folat dibutuhkan pada masa kehamilan

Asam folat adalah bentuk sintetis dari vitamin B9 yang dibutuhkan selama masa kehamilan. Manfaat utamanya adalah untuk membantu mencegah terjadinya cacat tabung saraf.

Kurangnya asam folat selama kehamilan dapat menyebabkan tabung saraf janin tidak dapat menutup sempurna. 

Selain itu juga bisa menyebabkan cacat tabung saraf yaitu spina bifida (gangguan perkembangan saraf tulang belakang), anencephaly (gangguan perkembangan dari perkembangan otak), dan encephalocele (tempurung kepala bayi tidak menutup sempurna).

Manfaat lain dari asam folat bagi ibu hamil antara lain:

  • Mencegah anemia, karena asam folat berperan dalam pembentukan sel darah merah
  • Pembentukan DNA
  • Proses pembentukan plasenta yang baik selama masa kehamilan 
  • Mencegah penyakit jantung bawaan pada bayi 
  • Mencegah terjadinya bibir sumbing 
  • Mencegah keguguran 
  • Mencegah kelahiran prematur 
  • Menurunkan risiko preeklamsia
1 of 2

Berbagai sumber asam folat

Anda dapat memenuhi kebutuhan asam folat selama masa kehamilan dari berbagai sumber makanan, antara lain:

  • Kuning telur 
  • Sayuran seperti bayam, brokoli, selada, kentang, kembang kol, dan asparagus
  • Buah–buahan seperti alpukat, jeruk, atau pepaya
  • Hati sapi 
  • Sereal 

Selain asupan dari sumber makanan, asam folat juga bisa dipastikan pemenuhannya lewat suplementasi, dengan memenuhi panduan ini:

  • Trimester pertama: 400 mcg/hari 
  • Trimester kedua dan ketiga: 600 mcg/hari 

Kapan perlu dikonsumsi

Sebetulnya tak hanya pada masa kehamilan, asam folat dianjurkan untuk dikonsumsi dari sejak masa program kehamilan. 

Ini karena proses pertumbuhan sel otak janin dan penutupan tabung saraf sudah dimulai sejak usia kehamilan 3 minggu, yang mana usia kehamilan tersebut biasanya belum disadari oleh sebagian besar wanita hamil.

Dosis asam folat yang disarankan pada Anda yang sedang menjalankan program hamil adalah sebanyak 400 mcg/hari.

Pemenuhan kebutuhan asam folat yang sesuai dengan usia kehamilan dapat mencegah kelainan cacat tabung saraf hingga 70 persen. Memenuhi asam folat pada program kehamilan setidaknya satu tahun sebelum hamil ditemukan dapat mengurangi risiko kelahiran prematur hingga 50 persen.

Setelah melahirkan, wanita juga tetap dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan asam folat, karena nutrisi tersebut tetap dibutuhkan selama masa menyusui. Dosis yang disarankan adalah 500 mcg/hari.

Sedangkan pada wanita yang pernah memiliki riwayat melahirkan bayi dengan malformasi kongenital seperti spina bifida atau anencephaly, wajib mengonsumsi asam folat dengan dosis tinggi, yaitu sekitar 1.000-4.000 mcg, tentunya konsumsi asam folat tersebut harus di bawah pengawasan dokter.

Mengingat betapa pentingnya pemenuhan asam folat baik selama program hamil hingga setelah melahirkan, penuhi kebutuhan hariannya lewat daftar makanan di atas. Bila tak yakin dengan pola makan Anda, tambah dengan konsumsi suplemen. Agar aman, konsultasikan dengan dokter spesialis kandungan.

(RN/ RH)

Lanjutkan Membaca ↓