Amankah Memberi Anak di Bawah 1 Tahun Makan Telur Puyuh?

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 09 Nov 2019, 13:00 WIB
Diketahui mengandung kolesterol yang tinggi, apakah aman untuk memberikan telur puyuh kepada anak yang usianya masih di bawah 1 tahun?
Amankah Memberi Anak di Bawah 1 Tahun Makan Telur Puyuh? (Photo Nuke/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Meski kadar kolesterolnya lebih tinggi dibandingkan dengan telur ayam, tetapi nutrisi telur puyuh tak kalah. Nah, bagaimana jika telur puyuh diberikan kepada anak di bawah usia 1 tahun sebagai menu makan MPASI, apakah itu aman?

Pemantauan tumbuh kembang anak pada 1.000 hari pertama kehidupannya (mulai dari saat pembuahan hingga anak berusia 2 tahun) sangat penting, mengingat pesatnya pertumbuhan dan perkembangan pada usia ini. Nah, salah satu yang harus diperhatikan adalah asupan nutrisinya. Memberi makan anak, khususnya yang usianya masih di bawah 1 tahun, tak bisa sembarangan.

Bolehkan memberikan anak usia di bawah 1 tahun telur puyuh?

Sudah menjadi rahasia umum bahwa kandungan kolesterol pada telur puyuh cukup tinggi, sehingga banyak yang takut konsumsinya akan memicu kolesterol tinggi. Akhirnya, banyak orang tua yang ragu-ragu untuk memberikan makanan itu pada anak mereka.

Menjawab kekhawatiran tersebut, dr. Martha Fitri Alextina Tatodi mengatakan kepada KlikDokter bahwa telur puyuh boleh diberikan asal tidak berlebihan.

"Bayi berusia di bawah 1 tahun boleh mengonsumsi telur puyuh asalkan tidak berlebihan. Dalam sehari, berikan maksimal 2-3 telur puyuh, jangan lebih dari itu,” katanya.

Di luar dari kandungan kolesterolnya yang lebih tinggi dibandingkan dengan telur ayam biasa, telur puyuh juga mengandung banyak nutrisi seperti protein, vitamin A, vitamin B kompleks, zat besi, fosfor, zink, selenium, kalsium, magnesium, potasium, omega-3, dan omega-6.

Telur puyuh juga bisa diberikan jika Anda ingin mengejar kenaikan berat badan. Karena menurut dr. Martha, kandungan protein dan lemak yang dimiliki telur puyuh cukup tinggi.

Kolesterolnya tidak setinggi yang Anda bayangkan

Kandungan kolesterol telur puyuh memang ditakuti. Namun sebenarnya, kandungan kolesterolnya tidak setinggi yang digembar-gemborkan.

Sebuah riset dilakukan di India untuk membandingkan kandungan kolesterol  pada kuning telur ayam dan telur puyuh. Riset tersebut menyebutkan, konsentrasi kolesterol per gram dalam kuning telur puyuh lebih tinggi 2 kali lipat dibandingkan kuning telur ayam.

Pada telur puyuh terkandung sebanyak 16,05±0,63 mg/g kolesterol. Sedangkan pada telur ayam sebanyak 7,65±0,28 mg/g. Tapi perlu diingat bahwa kadar kolesterol tersebut diukur per gram telur.

“Ukuran kuning telur ayam jauh lebih besar daripada telur puyuh. Jadi, bila dihitung dari kadar kolesterol telur secara utuh, telur ayam tetap memiliki kadar kolesterol yang lebih besar, yakni 114,75 mg per butir,” kata dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter menjelaskan.

“Sedangkan telur puyuh hanya memiliki kadar kolesterol sebesar 48,15 mg per butir. Meski demikian, ukuran telur puyuh yang kecil sering kali membuat masyarakat terlena saat mengonsumsinya. Jadi tidak heran bila telur puyuh dituding memiliki kadar kolesterol yang lebih tinggi daripada telur ayam,” lanjutnya.

Karenanya, batasi jumlah konsumsi telur, baik telur puyuh maupun telur ayam. Karena, kandungan kolesterol dalam telur ayam saja sudah mencapai 62 persen dari anjuran asupan kolesterol harian. Demikian kata dr. Dyan.

Dengan kata lain, bila dalam satu hari Anda sudah memberikan bayi Anda telur puyuh sebanyak 2 butir, jangan lupa untuk membatasi konsumsi makanan lain yang juga tinggi kolesterol.

"Berdasarkan sebuah jurnal yang dipublikasi tahun 2013, konsumsi telur ayam 1 butir atau setara dengan 2 telur puyuh tidak memberikan dampak buruk bagi kesehatan. Dengan catatan, ini berlaku pada orang yang sehat," ungkap dr. Dyan.

Jadi, memberikan anak di bawah 1 tahun makan telur puyuh tergolong aman, asal pemberiannya tidak berlebihan, yaitu tidak lebih dari 2 butir per hari. Selain itu, perhatikan juga makanan lainnya yang diberikan, jangan sampai mengombinasikan telur puyuh dengan makanan tinggi kolesterol lainnya.

(RN)