5 Alasan Gigi Harus Dicabut

Oleh drg. Wiena Manggala Putri pada 15 Nov 2019, 10:00 WIB
Dalam kondisi tertentu, pencabutan gigi perlu dilakukan oleh dokter gigi. Berikut ini adalah beberapa alasan gigi harus dicabut.
5 Alasan Gigi Harus Dicabut (JH Lee/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Kalau disuruh memilih, hampir semua orang pasti ingin mempertahankan gigi permanennya. Namun dalam kondisi tertentu, pencabutan gigi harus dilakukan. Secara medis, ada beberapa alasan gigi harus dicabut.

Pencabutan gigi adalah salah satu tindakan yang harus dipertimbangkan sebagai pilihan terakhir langkah perawatan gigi. Sebab, berkurangnya jumlah gigi bisa menyebabkan kebiasaan makan yang buruk dan penurunan kualitas hidup seseorang.

Manusia memiliki dua fase dalam pertumbuhan giginya, yaitu periode gigi sulung dan gigi permanen. Jika gigi permanen copot, gigi penggantinya tidak akan tumbuh kembali. Itulah kenapa gigi permanen harus dipertahankan sebaik mungkin.

Meski demikian, bila sudah tak ada lagi perawatan lain yang bisa dilakukan, tindakan pencabutan bisa menjadi solusi akhir yang tepat untuk mengatasi permasalahan gigi.

Alasan gigi harus dicabut

Dalam kasus tertentu, pencabutan gigi adalah cara perawatan terbaik dan terkadang tidak bisa dihindari. Beberapa kondisi yang bisa menjadi alasan dilakukannya tindakan ini antara lain:

  1. Gigi rusak parah

Kondisi ini terjadi ketika kerusakan gigi sudah mencapai bagian tengah gigi yang merupakan rongga pulpa. Rongga tersebut berisi pembuluh darah dan saraf. Bakteri yang dihasilkan oleh pembusukan dapat menyerang pulpa dan menyebabkan infeksi.

Jika kondisi tersebut ditangani lebih awal, mungkin gigi yang terdampak masih bisa diselamatkan. Dalam hal ini, umumnya prosedur saluran akar dapat membantu mengobati infeksinya.

Namun, jika infeksi sudah parah dan tidak bisa diatasi dengan pemberian obat dan tindakan lainnya, kemungkinan besar gigi tak lagi bisa dipertahankan. Maka pencabutan menjadi satu-satunya pilihan yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut.

  1. Penyakit periodontitis

Penyakit periodontitis merupakan infeksi pada gusi, ligamen periodontal, tulang alveolar, dan struktur di sekitar gigi. Pada tahap awal, penyakit ini merupakan infeksi atau radang gusi yang sering disebut sebagai gingivitis.

Gingivitis disebabkan oleh bakteri yang ada di dalam plak gigi, yang terbentuk di gigi beberapa jam setelah makan.

Jika tidak diatasi dengan tepat, gingivitis akan menjadi lebih parah dan memengaruhi jaringan di sekitar gigi serta tulang alveolar. Kondisi tersebut dikenal sebagai periodontitis.

Bahkan dalam beberapa kasus, penyakit periodontitis dapat menyebabkan melonggarnya gigi, sehingga terkadang diperlukan perawatan pencabutan sebagai jalan keluar terbaik

  1. Perawatan ortodontik

Beberapa orang tidak memiliki ruang yang cukup untuk menahan semua gigi dengan posisi yang benar, sehingga gigi tumbuh tumpang-tindih atau berjejal-jejalan. Dalam kasus ini, agar susunan gigi bisa rapi dalam satu lengkung rahang, perawatan ortodontik bisa menjadi solusi.

Pencabutan mungkin diperlukan sebelum melakukan perawatan ortodontik bila Anda memiliki gigi yang bertumpuk.

  1. Gigi impaksi

Gigi bisa tidak tumbuh sama sekali atau hanya tumbuh sebagian, akibat kurangnya tempat sering terjadi pada gigi molar ketiga atau gigi bungsu.

Dokter gigi dapat merekomendasikan untuk melakukan pencabutan gigi. Tujuannya agar tidak menimbulkan rasa sakit dan merusak gigi yang lain.

Selain itu, kondisi ini juga dikaitkan dengan timbulnya komplikasi seperti nyeri, peradangan, hingga infeksi.

  1. Gigi persistensi

Gigi persistensi sering dialami oleh anak-anak yang sedang mengalami proses gigi bercampur. Pencabutan dilakukan apabila gigi sulung anak belum lepas, tetapi gigi penggantinya sudah tumbuh. Pada kondisi ini, pencabutan harus segera dilakukan agar tidak mengganggu arah tumbuh gigi permanennya.

Ada beberapa alasan gigi harus dicabut, yang semuanya tidak boleh dilakukan sembarangan. Diperlukan pemeriksaan oleh dokter gigi secara menyeluruh hingga akhirnya pencabutan menjadi jalan keluar terbaik. Bila tak ingin mengalaminya, jagalah gigi permanen sebaik mungkin dengan selalu menjaga kebersihan dan kesehatan gigi, serta kontrol rutin ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali.

(RN/ RH)