Ciri-Ciri Toxic Relationship, Hubungan Anda Termasuk? - Info Sehat Klikdokter.com
searchtext customer service

Ciri-Ciri Toxic Relationship, Hubungan Anda Termasuk?

Toxic relationship atau hubungan toksik bisa berbahaya jika dibiarkan. Apa Anda terjebak di dalamnya? Kenali dulu ciri-ciri toxic relationship di sini.
Ciri-Ciri Toxic Relationship, Hubungan Anda Termasuk?

Klikdokter.com, Jakarta Kata toxic berarti ‘racun’. Normalnya, orang tidak ingin terkena racun di dalam semua aspek kehidupan, termasuk hubungan.

Sayangnya, sebagian orang tidak sadar bahwa dirinya terjebak dalam hubungan asmara yang toksik. 

Keluarga, sahabat, atau orang di sekitar Anda mungkin sudah berulang kali mengingatkan mengenai hubungan toksik yang sedang Anda jalani. 

Namun karena kadung cinta dan sayang, Anda tidak lagi bisa berpikir logis. Jika ingin tahu apakah hubungan Anda termasuk sehat atau tidak, berikut tanda atau ciri-ciri terjebak di dalam toxic relationship.

Artikel Lainnya: Kiat Menghadapi Pasangan yang Sedang Depresi

1 dari 6

1. Tidak Saling Mendukung Satu Sama Lain

Tidak Saling Mendukung Satu Sama Lain
loading

Hubungan yang sehat didasarkan oleh keinginan bersama untuk melihat orang lain berhasil di semua bidang kehidupan. 

Namun, saat segalanya berubah menjadi racun, setiap pencapaian justru menjadi kompetisi. 

Anda mungkin merasa tidak mendapat dukungan dari pasangan. Beberapa dari Anda mungkin merasakan persaingan, bahkan saling meremehkan.

Hal ini bisa menjadi salah satu ciri-ciri toxic relationship. Jika berlangsung terus menerus, hubungan semacam ini bisa menyebabkan satu sama lain menjadi tidak percaya diri. 

Padahal seharusnya pasangan menjadi supporter nomor satu dalam hidup Anda dalam mencapai cita-cita dan tujuan hidup. 

2. Penuh Ucapan Kasar dan Kritik Tidak Membangun

Alih-alih memperlakukan satu sama lain dengan kebaikan, sebagian besar percakapan Anda dengan pasangan justru dipenuhi dengan sarkasme, kritik tidak membangun, bahkan permusuhan terbuka (membentak sampai didengar orang lain). 

Karena selalu seperti itu, kini Anda mulai menghindar untuk berbicara satu sama lain Berbicara kasar dengan pasangan merupakan salah satu bentuk kekerasan verbal dan merupakan ciri-ciri toxic relationship. 

Sudah seharusnya hubungan yang sehat diisi dengan kasih sayang bukannya penuh ucapan kasar. 

Artikel Lainnya: Punya Pasangan Stonewalling Bikin Pusing, Apa Solusinya?

2 dari 6

3. Cemburu Berlebihan

Cemburu Berlebihan
loading

Mengalami cemburu dalam hubungan asmara itu normal. Akan tetapi, kalau sudah sampai berlebihan dan posesif, hal itu justru menjadi bumerang dan bukan jadi bumbu perekat hubungan lagi. 

Hubungan yang sehat umumnya dilandasi dengan kepercayaan dan ketenangan. Akan lebih sehat lagi jika kepercayaan di dalam hubungan benar-benar dijaga.

Sebagian orang bilang kalau cemburu merupakan salah satu bentuk kasih sayang dan kepedulian terhadap pasangan. 

Namun jika cemburu tersebut berlebihan dan membatasi aktivitas, bisa jadi Anda terjebak pada toxic relationship. 

4. Terlalu Mengontrol Perilaku

Mempertanyakan di mana pasangan sepanjang waktu dan marah saat si dia tidak segera menjawab chat adalah tanda perilaku pengendalian yang bersifat toxic

Antara posesif dan pengendalian perilaku berlebih biasanya saling berhubungan. Karena si pasangan terlalu cemburuan, sampai-sampai Anda tidak diperbolehkan untuk berteman dengan siapa pun.

Awalnya pasangan mungkin hanya membatasi interaksi dengan lawan jenis agar tidak terlalu jauh. 

Namun lama kelamaan, Anda dibatasi tidak boleh bertemu dengan sahabat sendiri. Tentu hal tersebut bisa memicu munculnya rasa tidak nyaman dan membuat Anda tidak bisa berinteraksi sosial dengan orang lain. 

Artikel Lainnya: Topik yang Menarik untuk Dibincangkan dengan Pasangan

3 dari 6

5. Penuh Ketidakjujuran

Penuh Ketidakjujuran
loading

Jika sering berbohong tentang apa yang Anda lakukan sehari-hari, bohong dengan perasaan yang Anda rasakan, dan banyak hal yang disembunyikan terhadap pasangan, maka Anda perlu berhati-hati. Sebab, Anda dapat berperan sebagai “tokoh” yang menciptakan toxic relationship.

Sering berbohong dengan pasangan juga bisa menandakan Anda tidak nyaman untuk menceritakan semua hal. 

Kemungkinan Anda takut pasangan marah, tidak terima, atau memang Anda sedang menutupi sesuatu. 

Jika sering berbohong, mulai dari hal kecil hingga hal besar, hal itu bisa menjadi ciri-ciri toxic relationship. Karena seharusnya pasangan bisa menjadi orang yang paling tahu tentang hidup Anda dan menerima diri Anda apa adanya. 

6. Tidak Saling Menghargai

Sesekali lupa terhadap momen penting bukanlah menjadi sebuah masalah, apalagi jika perilakunya tetap menunjukkan penghargaan. 

Namun, jika pasangan selalu melupakan hal-hal yang bersifat penting terkait hubungan dan diri Anda, maka itu bisa jadi bibit dari hubungan toksik.

Tidak pernah berusaha menyukai hal-hal yang telah dilakukan atau dibuat oleh salah satu pihak juga termasuk, lho.

Artikel Lainnya: Cara Mengatasi Pasangan yang Moody Menurut Psikolog

4 dari 6

7. Selalu Memutuskan Sesuatu Secara Sepihak

Selalu Memutuskan Sesuatu Secara Sepihak
loading

Dalam tanda toxic relationship, diskusi bukan metode yang dianggap baik untuk memecahkan masalah. 

Padahal, ketika menjalin hubungan, apalagi sudah menikah, semuanya harus diputuskan bersama karena menyangkut hidup pasangan. 

Jika pasangan selalu membuat keputusan sendiri, terlebih itu soal keuangan atau hal lain yang bersifat penting dan besar, maka ada sesuatu yang tak beres di sini. 

Bisa jadi pasangan sedang menutupi sesuatu dari Anda atau memang pasangan merasa lebih superior sehingga merasa tak perlu membicarakan hal penting dengan Anda. 

8. Terlalu Sering Stres

Bertengkar sampai bikin stres saat menjalin hubungan itu wajar. Namun, jika terlalu sering hingga Anda memiliki perasaan negatif yang tak kunjung hilang, hal tersebut dapat menjadi indikator bahwa hubungan Anda mengarah ke ciri-ciri toxic relationship

Jangan biarkan diri Anda mengalami stres terlalu lama. Sebab stres dapat menurunkan kondisi kesehatan Anda.

Selain itu stres terus menerus dapat menyebabkan seseorang rentan alami depresi. Menjalin hubungan dengan orang lain wajar jika mengalami suka-duka. 

Tetapi jika hampir setiap saat Anda bersedih, galau, dan stres, sebaiknya pertimbangkan ulang melanjutkan hubungan Anda. 

9. Jadi Tidak Menyayangi Diri Sendiri

Kata orang, cinta memang butuh pengorbanan. Namun, pada hubungan toxic relationship, Anda mungkin melakukan pengorbanan yang tidak sepadan, sampai-sampai diri sendirilah yang dirugikan. 

Kalau sampai dominasi si dia membuat Anda berhenti melakukan hal-hal positif yang dulu sering dilakoni, maka kondisi itu sudah bukan hal yang wajar lagi.

Terlebih jika pengorbanan yang dilakukan secara sepihak, di mana pasangan ingin semua keinginannya dituruti dan tidak mempertimbangkan situasi serta kondisi Anda. 

Hati-hati, lho, ujung-ujungnya hal ini bisa membuat Anda menjadi tak lagi menyayangi diri sendiri karena terlalu “fokus” membahagiakan pasangan dan mengabaikan diri sendiri. 

Artikel Lainnya: Kenali Tahapan Hubungan Romantis dengan Pasangan

5 dari 6

10. Membiarkan masalah berlalu dengan sendirinya

Membiarkan masalah berlalu dengan sendirinya
loading

Ada satu lagi tanda toxic relationship. Ya, Anda dan pasangan punya kebiasaan untuk mendiamkan dan melupakan suatu masalah hingga masalah tersebut “hilang” dimakan waktu. 

Normalnya, masalah itu harus dibicarakan dan diselesaikan. Jika cuma mengandalkan waktu, itu sama saja dengan mengubur bangkai. Memang tidak terlihat, tetapi baunya akan tetap ada. Suatu saat, baunya itu akan benar-benar busuk dan mengganggu sekitarnya.

Ada nasihat turun menurun yang mengatakan jika sudah berumah tangga sebaiknya selesaikan masalah dan berdiskusi dengan pasangan sebelum tidur. 

Tidur sambil menyimpan rasa kesal, amarah, dan dendam dengan pasangan mungkin akan membuat Anda merasa lebih baik keesokan harinya. 

Artikel Lainnya: Lebih Mendahulukan Teman Ketimbang Pasangan, Apa Sebabnya?

Padahal hal itu ibarat bom waktu. Masalah yang tidak benar-benar didiskusikan dengan baik hanya akan menjadi bumerang di kemudian hari.

Apakah Anda pernah atau sedang mengalami ciri-ciri toxic relationship di atas? Jika ya, sebaiknya segera komunikasikan dengan pasangan. Namun jika memang sudah tidak dapat diatasi lagi, pertimbangkan untuk pergi dari hubungan tersebut. 

Baca Juga

Ketahui informasi kesehatan lainnya, termasuk tips hubungan asmara dengan membaca artikel di aplikasi Klikdokter. 

(OVI/JKT)

KONSULTASI LEBIH LANJUT

avatar

Yuan Yovita Setiawan, S. Psi, M. Psi, Psikolog

Psikolog
wallet
Rp. 40.000
avatar

Siti Hadida, S. Psi, M. Psi, Psikolog

Psikolog
wallet
Rp. 50.000

ARTIKEL TERKAIT

Mau Coba Open Relationship, Coba Cek Kisi-kisi Hubungan Asmara Ini!

Info Sehat
06 Apr

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat