Sulit Menelan Makanan, Waspada Difteri

Oleh dr. Reza Fahlevi pada 21 Nov 2019, 11:30 WIB
Sulit menelan bisa disebabkan oleh banyak hal. Salah satunya adalah difteri. Mengapa bisa demikian? Simak infonya di sini.
Sulit Menelan Makanan, Waspada Difteri (Graphbottles/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Anda sedang mengalami sulit menelan atau disfagia? Kalau iya, jangan sekali-kali dianggap remeh. Pasalnya, banyak penyakit yang dapat menyebabkan hal ini. Seperti, peradangan tenggorokan, peradangan amandel, adanya abses (penumpukan nanah) di rongga tenggorokan, dan ada tumor pada rongga mulut/tenggorokan. Nah, mungkin belum banyak yang tahu kalau sulit menelan juga bisa menjadi salah satu gejala difteri.

Sekilas tentang difteri

Difteri merupakan penyakit infeksi akut yang sangat menular. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheria ini utamanya menyerang saluran napas, seperti tenggorokan dan hidung.

Penularan difteri cukup mudah, yakni apabila Anda tidak sengaja menghirup atau menelan percikan air liur yang dikeluarkan penderita saat batuk atau bersin. Barang-barang yang sudah terkontaminasi air liur penderita, seperti gelas atau sendok, juga bisa menjadi sarana penularan.

Gejala difteri biasanya berupa terbentuknya lapisan tipis berwarna abu-abu yang menutupi tenggorokan dan amandel penderita. Selain itu, gejala juga dapat berupa: 

  • Batuk dan pilek
  • Demam
  • Suara serak
  • Sakit tenggorokan
  • Menggigil
  • Lemas

Penderita difteri juga bisa mengalami benjolan di leher akibat adanya pembengkakan di kelenjar getah bening. 

1 of 2

Sulit menelan akibat difteri

Lantas, bagaimana difteri dapat menyebabkan sensasi sulit menelan? Ketika infeksi difteri, terjadi pembentukan selaput pada rongga saluran napas yang disebut sebagai pseudomembran. Selaput ini akan menyebabkan orang dengan infeksi difteri kesulitan bernapas. 

Selain itu, pada infeksi difteri dapat ditemui pembengkakan pada leher yang disebabkan oleh membengkaknya kelenjar getah bening pada daerah leher. Pembengkakan ini juga dapat menyebabkan penekanan pada tenggorokan dan saluran napas. Hal inilah yang menyebabkan penderita infeksi difteri dapat mengalami gejala sulit menelan dan sulit bernapas.

Pada penderita difteri sendiri, gejala sulit menelan muncul secara perlahan dan semakin lama dirasakan semakin berat seiiring dengan pembentukan pseudomembran dan pembengkakan leher. 

Sebelumnya, pada penderita difteri dapat muncul gejala demam yang tidak terlalu tinggi, lemas, nyeri tenggorokan, dan hidung beringus putih kental. Jika tidak segera terdeteksi, barulah muncul gejala yang lebih berat seperti suara serak dan sulit menelan. 

Jika tidak cepat diatasi, dapat muncul gejala sumbatan saluran napas yang dapat berakibat kematian. Kematian pada infeksi difteri juga dapat disebabkan oleh pembentukan toksin difteri yang dapat merusak sel-sel jantung. 

Itulah mengapa, difteri harus dicegah dan ditangani segera sebelum menimbulkan komplikasi yang berat tersebut dengan cara mengenali gejala-gejala awal difteri. Apabila Anda merasakan gejala-gejalanya, segera berobat ke dokter. 

Pencegahan infeksi difteri

Mencegah infeksi difteri dapat dilakukan dengan melakukan imunisasi mulai sejak bayi sesuai jadwal. Lakukan juga imunisasi ulang saat sekolah dasar dan diulang setiap 10 tahun sekali pada saat usia dewasa.

Selain itu, menjaga daya tahan tubuh adalah kunci untuk mencegah penularan penyakit difteri serta aneka penyakit lainnya. Anda dapat selalu menjaga pola makan, olahraga secara teratur, serta istirahat yang cukup juga penting untuk meningkatkan daya tahan.

Anda juga bisa mengenakan masker saat berada di tempat umum untuk menghindari penularan. Jangan lupa untuk selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir usai bepergian serta bersentuhan dengan banyak orang.

Satu hal lagi, tidak merokok juga merupakan cara pencegahan yang baik untuk mencegah kerusakan sel-sel pelindung di sepanjang saluran napas. Saat sel-sel ini rusak, saluran napas menjadi lebih rentan terinfeksi kuman.

Sulit menelan makanan dapat menjadi salah satu gejala difteri. Karena itu, saat Anda mengalami gejala ini, segera berkonsultasi ke dokter. Jangan dibiarkan terlalu lama karena difteri dapat menimbulkan komplikasi berbahaya saat tidak ditangani dengan segera. 

[HNS/RPA]

Lanjutkan Membaca ↓