5 Penyebab PPOK yang Berbahaya bagi Kesehatan
search

Penyebab PPOK yang Mesti Anda Ketahui dan Waspadai

Penyakit paru obstruktif kronis atau PPOK adalah kondisi gawat darurat yang dapat mengancam nyawa. Kenali penyebab PPOK dan waspadai sebelum terjadi!
Penyebab PPOK yang Mesti Anda Ketahui dan Waspadai

Klikdokter.com, Jakarta Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) adalah jenis penyakit paru yang tidak dapat disembuhkan. Penyakit ini termasuk berbahaya, karena bisa menyebabkan hilangnya nyawa. 

PPOK adalah penyakit paru kronis yang ditandai dengan penyempitan saluran napas, yang semakin lama semakin parah. 

Penderita PPOK akan sering mengalami keluhan sesak napas disertai batuk berdahak yang berat. Selain itu, penderitanya juga sering merasa lesu, letih, dan mudah lelah meski cukup istirahat.

Selain gejalanya yang mengganggu, PPOK juga bisa menyebabkan komplikasi, seperti gagal jantung dan kanker paru. 

Artikel Lainnya: Membedakan Sesak Napas Akibat Asma dan PPOK

1 dari 2

Mengenal Penyebab PPOK

Mengenal Penyebab PPOK
loading

Berikut ini beberapa penyebab PPOK dan faktor risikonya yang mesti Anda waspadai:

1. Perokok Aktif

Penyebab dominan PPOK adalah kebiasaan merokok, karena ribuan senyawa kimia yang ada di dalamnya dapat memicu peradangan kronis di saluran pernapasan. 

Studi menemukan bahwa rokok bertanggung jawab sebagai penyebab 80 persen kasus PPOK secara global.

2. Perokok Pasif

Semua orang yang sering terpapar asap rokok rentan mengalami PPOK. Bukan hanya perokok aktif saja, perokok pasif dan mantan perokok juga bisa mengalami kondisi ini. 

Selama Anda menghirup asap rokok dengan frekuensi sering dan dalam jangka panjang, risiko mengidap PPOK tetap ada. 

3. Risiko Pekerjaan

Beberapa jenis pekerjaan tertentu harus berhadapan dengan berbagai bahan kimia setiap hari, termasuk asap dan paparan kontaminan udara lainnya. 

Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko PPOK pada orang-orang yang bekerja di bidang tersebut.

Salah satu pekerjaan yang juga berisiko mengalami PPOK adalah pemadam kebakaran, yang sering harus menerjang asap akibat benda atau bangunan yang terbakar.

4. Polusi Udara

Polusi Udara
loading

Paparan polusi udara dalam jangka panjang dapat mempengaruhi kinerja paru-paru. Studi menyatakan bahwa polusi dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami PPOK.

Meskipun begitu, bagaimana hubungan antara polusi udara dengan PPOK belum ditemukan secara pasti alias masih membutuhkan banyak studi lebih lanjut.

5. Genetik

Jika memiliki riwayat keluarga yang mengalami PPOK, maka risiko Anda mengalami penyakit yang sama akan meningkat. Hal tersebut utamanya dirasakan jika Anda juga seorang perokok.

Satu dari 100 orang dengan PPOK memiliki kecenderungan genetik untuk menurunkan penyakit ini kepada keturunannya, yaitu adanya kondisi defisiensi alpha-1-antitripsin. 

Alpha-1-antitripsin adalah salah satu komponen zat yang bertugas melindungi paru-paru. Kurangnya zat ini dapat membuat paru-paru lebih rentan rusak.

Gejala dan dampak dari PPOK bisa sangat mengerikan. Namun, dengan menghindari paparan asap rokok, polusi, sekaligus menerapkan pola hidup sehat, Anda dan orang-orang tercinta bisa terhindar dari risiko penyakit tersebut.

Baca Juga

Kenali penyebab penyakit ppok dan faktor risikonya, dan segera ubah pola hidup Anda menjadi lebih sehat. Jangan biarkan penyakit ini diam-diam terjadi, dan merenggut kualitas hidup Anda.

Segera berkonsultasi kepada dokter jika Anda punya pertanyaan terkait penyebab PPOK atau gejalanya dengan memanfaatkan layanan LiveChat 24 jam atau di aplikasi KlikDokter.

(NB/JKT)

ARTIKEL TERKAIT

Adik Via Vallen Positif Virus Corona setelah Tes Swab, Ini Ceritanya!

Info Sehat
26 Mei

Pilihan Olahraga yang Aman untuk Penderita Asma

Info Sehat
19 Okt

4 Penyakit yang Mengintai Jika Terlalu Lama di Ruangan Ber-AC

Info Sehat
02 Okt

Olahraga Saat Ada Kabut Asap, Apa Bahayanya?

Info Sehat
21 Sep

Efek Kabut Asap Akibat Kebakaran Hutan pada Kesehatan Mata

Info Sehat
18 Sep

REAKSI ANDA

1 KOMENTAR

Avatar
Salahuddin Muhammad
8 Bulan Lalu

terimakasih

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat