Tanda-tanda Andropause atau Menopausenya Pria

Tak cuma wanita, pria juga mengalami menopause.Yuk, kenali apa saja tanda-tanda andropause atau menopausenya pria berikut ini.
Tanda-tanda Andropause atau Menopausenya Pria (pathdoc/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Bicara tentang menopause, rasanya istilah tersebut lebih identik dengan wanita, ya? Padahal faktanya, pria juga mengalami ‘menopause’. Hanya saja, apa yang dialami para pria berbeda dengan wanita. Mari kenali lebih lanjut tanda-tanda andropause atau menopausenya pria.

Memasuki usia 40 tahun ke atas, sebagian wanita sudah mulai memasuki usia menopause, yang ditandai dengan berhentinya siklus haid—selesainya masa subur. Selain itu, menopause pada wanita juga ditandai oleh berbagai gejala lainnya seperti perubahan psikis dan suasana hati, energi berkurang, perubahan pada kulit, vagina kering, serta pengeroposan tulang.

Baca Juga

Pada pria, andropause akan menampakkan gejala setelah usia 50 tahun. Meski begitu, tidak semua pria akan mengalami gejala andropause. Banyak faktor sosial atau kebiasaan yang membuat seorang pria memiliki risiko mengalami andropause dini.

Ada sebuah penelitian yang mencoba mencari tahu berapa persentase andropause. Penelitian berupa skrining tersebut dilakukan di Singapura, antara tahun 2007-2009. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa 26,4 persen pria mengalami gejala-gejala andropause.

Apa penyebab andropause?

Istilah menopause pada pria umumnya digunakan untuk menggambarkan penurunan kadar hormon testosteron yang berkaitan dengan penuaan.

Perlu diketahui, testosteron pada pria mulai muncul pada usia remaja, berperan dalam perkembangan karakter fisik pria. Mulai dari rambut wajah, suara yang dalam, kekuatan otot, hasrat seksual yang kuat, serta perilaku kompetitif.

Testosteron diproduksi oleh testis. Seiring dengan usia yang menua, kadar testosteron dalam tubuh akan menurun secara alami. Tingkat testosteron secara bertahap akan menurun seiring pertambahan usia pria. Menurun sekitar 1 persen setahun saat pria masuk usia 30.

Meski begitu, beberapa kondisi medis juga dapat memicu terjadinya andropause dini pada pria. Misalnya kanker testis atau operasi pengangkatan testis (kebiri). Pasien dengan kanker prostat yang mendapatkan terapi anti testosteron juga akan mengalami penurunan kadar testosteron, sehingga mengakibatkan andropause.

Tanda-tanda andropause

Mirip dengan yang dialami wanita, andropause juga dapat menyebabkan berbagai gejala fisik dan psikis, meliputi:

Untuk memastikan apakah gejala-gejala tersebut diakibatkan oleh andropause, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan kadar hormon testosteron dalam darah.

Cara menangani andropause

Penanganan andropause dilakukan oleh androlog atau urolog. Terapi yang dilakukan berupa penggantian hormon testosteron (TRT). Pemberian hormon bisa diberikan dalam tiga bentuk, yaitu:

  1. Gel testosteron: biasanya diberikan pada pundak atau lengan bagian atas setiap pagi setelah mandi. Jauhi gel ini dari jangkauan anak-anak dan wanita karena dapat memberikan dampak negatif seperti tumbuhnya rambut baru atau perubahan perilaku anak yang lebih agresif.
  2. Pil testosteron: yang penggunaannya harus sesuai dengan resep dokter dan dengan pemantauan ketat mengenai potensi efek samping yang mungkin terjadi.
  3. Testosteron suntik: diberikan setiap tiga bulan oleh dokter. Kelebihannya adalah pemberiannya dilakukan setiap tiga bulan, tidak seperti gel atau pil yang harus digunakan setiap hari. Namun, sebagian pria kurang nyaman jika harus mendapatkan suntik rutin setiap tiga bulan.

Selain itu, perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat juga bisa mengoptimalkan upaya terapi sekaligus mengurangi gejala.

Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan:

  • Terapkan pola makan bergizi seimbang
  • Rutin berolahraga
  • Istirahat cukup
  • Mampu mengelola stres dengan baik

Bila Anda mengalami tanda-tanda andropause atau menopausenya pria, tak perlu panik karena itu merupakan hal yang wajar dan tak bisa dicegah. Penurunan kadar testosteron seiring bertambahnya usia adalah sesuatu yang normal. Untuk kebanyakan pria, gejalanya bisa diatasi bahkan tanpa pengobatan. Bila gejala-gejala yang timbul dirasa sangat mengganggu, sebaiknya konsultasi dengan dokter untuk rekomendasi terapi yang paling sesuai.

(RN/ RH)

Live Chat 24 Jam

Ingin konsultasi mengenai artikel di atas?

Masuk

REAKSI ANDA

ARTIKEL TERKAIT

Pria Juga Bisa Menopause, Kenali Gejalanya

Info Sehat
17 Okt

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk