Bayi Sakit Herpes! Benarkah Penyakit Tersebut Bisa Menjangkitnya?

Oleh dr. Reza Fahlevi pada 27 Nov 2019, 14:20 WIB
Pastinya, Anda kaget mendengar adanya berita bayi sakit herpes. Apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya, ya? Cari tahu di sini, yuk!
Bayi Sakit Herpes! Benarkah Penyakit Tersebut Bisa Menjangkitnya? (Golden-Pixels-LLC/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Tidak hanya pada orang dewasa atau anak besar, herpes juga dapat menjangkit si Kecil. Bayi sakit herpes umumnya disebabkan kondisinya tubuhnya yang masih rentan sehingga infeksi virus tak bisa dihindari.

Dilansir dari National Health Services (NHS), Inggris, penyakit herpes disebabkan oleh virus herpes simplex. Perlu Anda ketahui kalau ini merupakan virus yang sangat menular.

Bagi orang dewasa, virus ini menyebabkan munculnya luka. Kemunculan luka ini diawali dengan yang diawali dengan blister atau gelembung kecil. Di beberapa area tubuh, seperti mukosa mulut dan organ genital akan terasa sangat nyeri. 

Tentunya, Anda jadi sulit beraktivitas karena rasa nyeri yang mengganggu ini. Lalu bagaimana kondisi bayi sakit herpes?

Menurut the Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sekitar 0.3 persen bayi di Amerika Serikat lahir dalam kondisi terpapar dengan virus herpes simplex. Kebanyakan dari bayi tersebut, terkena virus tersebut melalui proses melahirkan. Namun, ada kemungkinan bayi sudah terinfeksi virus ini ketika masih berada di dalam perut melalui ibunya.

Jadi, sangat penting bagi ibu hamil untuk memberitahu riwayat kesehatannya. Terlebih lagi bila pernah terjangkit virus herpes simplex. Sistem imun bayi yang masih belum kembang dan sangat rentan juga bisa menjadi penyebab utama virus tersebut memasuki tubuh si Kecil.

Umumnya, bayi belum memiliki kemampuan yang baik untuk melawan berbagai infeksi kuman, baik virus, bakteri, maupun jamur. Begitu juga dengan infeksi herpes. Jika bayi mendapatkan pajanan virus herpes, maka ia akan sangat mudah mengalami gejalanya.

Pada dasarnya, penyakit herpes simplex ini dapat menular melalui kontak langsung di bagian kulit. Bisa juga kontak langsung di bagian mukosa melalui hubungan seksual ataupun oral sex yang dilakukan tanpa pengaman. Lantas, bagaimana bayi bisa mendapatkan infeksi tersebut?

  • Selama kehamilan dan melahirkan

Bagi ibu yang mengalami herpes genital, penularan infeksi virus dapat terjadi selama masa kehamilan atau saat proses persalinan melalui vagina. Itulah mengapa, infeksi herpes genital pada ibu hamil harus segera diatasi.

Bila ibu mengidap herpes genital, dokter biasanya akan menyarankan proses persalinan secara operasi Caesar. Ini untuk menghindari bayi dari paparan virus tersebut secara langsung ketika memasuki jalur lahir.

  • Melalui sentuhan

Setelah lahir, infeksi virus herpes simplex masih dapat terjadi terhadap bayi. Apalagi kalau si Kecil bersentuhan atau kontak langsung dengan orang yang mengidap penyakit herpes tersebut.

Misalnya, orang tua atau pengasuh yang terpapar virus tersebut menyentuh bayi tanpa cuci tangan. Pastinya, virus itu bisa menular dengan cepat.

  • Melalui proses menyusui

Blister pada herpes simplex memang muncul hampir di seluruh permukaan kulit pengidapnya. Tak heran kalau ada gelembung herpes yang muncul di dekat puting payudara ibu.

Ketika bayi menyusu secara langsung di dekat area yang terdapat gelembungnya, tentunya muncul risiko si Kecil akan terinfeksi. Apalagi bila terjadi kontak langsung antara virus herpes dengan mukosa mulut bayi. Tidak heran beberapa hari berikutnya bayi sakit herpes.

  • Melalui ciuman

Jika seseorang dengan infeksi herpes di sekitar mulutnya mencium bayi, tentunya akan meningkatkan risiko si Kecil tertular. Itulah sebabnya, ada baiknya Anda tidak membiarkan bayi dicium oleh banyak orang. Anda tak pernah tahu virus atau bakteri yang dimiliki orang lain.

Apa saja tanda dan gejala bayi sakit herpes?

Gejala herpes pada bayi tidak sama dengan orang dewasa. Untuk bayi, gejala penyakit herpes dapat berupa demam tinggi, malas menyusui atau makan, tampak lemah dan lelah, serta sesak. Terkadang gejala ini juga disertai munculnya lesi kemerahan di kulit, mata, dan mulut.

Jika hal ini terjadi, Anda harus segera membawa anak ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. Gejala ini bisa disebabkan oleh infeksi herpes atau disebabkan hal lainnya. Itulah sebabnya diperlukan pemeriksaan lebih detail. Ini untuk menunjang analisis dokter dan memastikan diagnosis sehingga dapat diberikan perawatan yang tepat.

Jika benar gejala-gejala tersebut disebabkan oleh herpes simplex, maka penanganan berupa pemberian anti-virus akan diberikan kepada pasien. Penanganan lain berupa terapi pendukung seperti, anti-demam dan infus cairan juga dapat berikan untuk membantu proses penyembuhan.

Nah, kini Anda telah mengetahui gejala bayi sakit herpes. Bila si Kecil menunjukkan gejala-gejalanya, jangan ragu untuk segera konsultasi ke dokter. Semoga informasi seputar herpes ini dapat bermanfaat.

[AYU/ RH]