Berbagi Minum dengan Pengidap Hepatitis A, Segera Lakukan Ini!

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 27 Nov 2019, 16:00 WIB
Terlanjur berbagi minum dengan pengidap hepatitis A? Segera lakukan hal ini untuk meminimalkan risiko penularan.
Berbagi Minum dengan Pengidap Hepatitis A, Segera Lakukan (KPG-Ivary/Shutterstock )Ini!

Klikdokter.com, Jakarta Penyakit hepatitis A tengah mewabah di Depok, Jawa Barat. Puluhan siswa SMPN 20 Depok, serta beberapa guru dan karyawan dinyatakan tertular lewat makanan dan minuman. Lantas, bila terlanjur berbagi minum dengan pengidap hepatitis A, apa yang harus dilakukan agar tak tertular?

Hepatitis A adalah infeksi hati yang sangat menular. Penyebabnya adalah virus hepatitis A. Kebanyakan penderita hepatitis A akan merasa sakit selama beberapa minggu, tetapi umumnya akan sembuh total dan tidak mengalami kerusakan lever. Pada kasus yang jarang, hepatitis A bisa sebabkan kematian; lebih sering terjadi pada usia di atas 50 tahun dan orang-orang yang memiliki penyakit hati.

Penyakit hepatitis A dapat terjadi di seluruh dunia dan memiliki kecenderungan untuk kembali berulang. Menurut dr. Devia Irine Putri dari KlikDokter, berdasarkan distribusi geografisnya, penyakit hepatitis A banyak terjadi di negara berkembang akibat kondisi sanitasi dan praktik kebersihan yang masih buruk atau tidak memadai.

Penularan hepatitis A

Jalur utama penularan virus hepatitis A itu melalui fekal-oral. Artinya, penularan terjadi melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi tinja dari penderita hepatitis A.

"Makanan dapat terkontaminasi virus hepatitis A sejak proses penanaman bibit, hingga makanan yang sudah dimasak. Bahkan, makanan yang diawetkan juga dapat terkontaminasi virus hepatitis A," ujar dr. Devia.

Selain itu, virus hepatitis A juga dapat ditularkan melalui kontak langsung saat merawat penderita atau berhubungan seks dengan penderita, terutama seks anal.

Semua orang, baik anak-anak, dewasa, hingga lansia, bisa terinfeksi virus hepatitis A. Meski demikian, di daerah dengan kebersihan yang buruk, virus ini cenderung lebih banyak menyerang anak-anak.

"Selain karena buruknya sanitasi, faktor risiko seperti bepergian ke daerah yang endemik hepatitis A, penggunaan obat-obatan baik injeksi maupun non injeksi, dan pada orang-orang yang memiliki pekerjaan seperti pengurus primata di kebun binatang, atau bekerja di area yang berhubungan dengan kotoran seperti petugas kebersihan kali, punya risiko terkena hepatitis A lebih tinggi,” kata dr. Devia menjelaskan.

Terlanjur berbagi minuman dengan penderita hepatitis A, apa yang harus dilakukan?

Jangan langsung panik lari kocar-kacir saat tahu Anda sudah berbagi minuman dengan seseorang yang terinfeksi hepatitis A. Dikatakan oleh dr. Bobtriyan Tanamas dari KlikDokter, bila itu terjadi, Anda harus segera minum multivitamin dan istirahat cukup.

"Segera minum suplemen multivitamin. Hepatitis A itu, kan, virus, dan virus itu akan menyerang lebih mudah menyerang kalau daya tahan tubuh sedang turun. Minumlah multivitamin supaya imunitas tubuh Anda tidak drop,” kata dr. Bobtriyan.

“Selain itu, optimalkan dengan istirahat cukup untuk menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh,” tambahnya.

Sebagai tambahan, bila Anda merasa terekspos dengan virus hepatitis A, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) merekomendasikan Anda untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

Jika Anda terpapar virus hepatitis A dan belum mendapatkan vaksin hepatitis A, dokter mungkin akan memberikan vaksin hepatitis A atau imunoglobulin. Walaupun demikian, vaksin maupun imunoglobulin hanya efektif bila diberikan dalam rentang waktu 2 minggu setelah Anda terpapar. Dokter dapat memutuskan langkah terbaik sesuai dengan usia dan kondisi kesehatan Anda.

Cara lainnya untuk mencegah penularan, apalagi bila tinggal di lingkungan sekitar area wabah, adalah dengan membawa botol minum ke mana-mana. Selain itu, tingkatkan kebersihan diri dengan rajin cuci tangan dengan sabun dan air mengalir saat sebelum dan sesudah menyiapkan makanan, sebelum dan sesudah makan, setelah menggunakan toilet, setelah menyentuh banyak benda yang banyak dipegang banyak orang, atau sesederhana saat merasa tangan kotor.

Kenali gejala hepatitis A

Anak-anak yang berusia lebih besar dan orang dewasa umumnya akan mengalami gejala. Jika gejala berkembang, kemunculannya bisa tiba-tiba dan meliputi:

Kebanyakan anak-anak di bawah usia 6 tahun tidak memiliki gejala. Ketika gejala muncul, anak-anak yang berusia lebih muda biasanya tidak mengalami sakit kuning, tetapi kebanyakan anak-anak yang usianya lebih tua dan orang dewasa mengalaminya.

Jadi, kalau sudah terlanjur berbagi minum dengan pengidap hepatitis A, tak perlu kalang kabut. Tingkatkan daya tahan tubuh dengan minum multivitamin dan istirahat cukup. Selain itu, optimalkan dengan pola makan sehat dan olahraga teratur. Agar lebih amannya lagi, segera periksakan diri ke dokter bila merasa terekspos dengan virus hepatitis A, apalagi jika status imunisasi hepatitis Anda meragukan.

(RN/RPA)