Faktor Risiko Penyebab Saraf Mata Lepas

Oleh dr. Valda Garcia pada 03 Dec 2019, 10:00 WIB
Banyak hal yang dapat meningkatkan risiko saraf mata lepas. Kenali beberapa faktor risikonya.
Faktor Risiko Penyebab Saraf Mata Lepas (normaals/123rf)

Klikdokter.com, Jakarta Apa yang Anda pikirkan pertama kali mendengar gangguan saraf mata lepas? Beberapa orang menyangka gangguan ini akan membuat bola mata terlepas dari tempatnya. Padahal, bukan begitu yang sebenarnya terjadi.

Terdapat berbagai faktor risiko saraf mata lepas atau yang dikenal dengan sebutan ablasio retina. Ketika terjadi lepasnya saraf mata, hal ini bisa tergolong dalam kondisi gawat darurat karena dapat mengganggu fungsi penglihatan. 

Itu sebabnya, sangat penting untuk melakukan pencegahan terjadinya ablasio retina dengan mengenali berbagai faktor risikonya. Coba cek beberapa penjelasan berikut  ini.

Lepasnya saraf mata

Saraf mata yang dimaksud dalam hal ini adalah retina. Bagian dari mata yang berada di dalam bola mata dan tidak tampak dari sisi luar. Retina berperan untuk menangkap bayangan dan mengantarkan ke otak sehingga kita bisa melihat suatu benda.

Saraf mata atau retina dapat lepas sehingga terpisah dari jaringan di bawahnya dan tidak dapat berfungsi dengan baik sehingga dapat mengganggu fungsi penglihatan. Jika retina tidak segera dilekatkan kembali dengan segera, gangguan fungsi penglihatan secara permanen dapat terjadi.

1 of 3

Tanda dan gejala saraf mata lepas

Ketika retina lepas, tidak akan tampak dari luar karena dibutuhkan alat khusus untuk dapat melihat retina. Namun terdapat beberapa gejala yang dapat dirasakan oleh orang yang mengalami ablasio retina, seperti berikut ini.

Masalah ini ditandai dengan melihat beberapa titik berwarna kehitaman yang melayang-layang dan mengikuti pergerakan bola mata.

  • Flashes

Anda akan merasa seperti melihat kilatan cahaya yang hilang timbul. Ini membuat penglihatan Ada mulai tidak jelas. 

  • Seperti melihat tirai

Pandangan seperti ditutup oleh tirai berwarna hitam. Pada fase awal, tirai dapat bergerak mengikuti gerakan bola mata dan tergantung pada lokasi bagian retina yang lepas.

  • Penglihatan buram

Ketika retina lepas dan mengenai makula yang merupakan pusat penglihatan dapat menyebabkan penurunan tajam penglihatan yang berat. Namun pada fase awal, tidak selalu disertai dengan penglihatan buram.

Berbagai jenis ablasio retina

Lepasnya saraf mata atau ablasio retina dapat disebabkan oleh beberapa mekanisme berikut ini.

  • Robekan retina

Ketika terjadi robekan pada retina, cairan di dalam bola mata dapat masuk ke robekan retina sehingga menyebabkan lepasnya retina.

  • Tarikan retina

Adanya riwayat infeksi sebelumnya yang menyebabkan penebalan pada retina dapat menimbulkan tarikan hingga berujung pada lepasnya retina.

  • Cairan di belakang retina

Beberapa infeksi juga dapat menyebabkan adanya cairan yang berkumpul di belakang retina yang dapat memicu lepasnya retina.

2 of 3

Faktor risiko lepasnya saraf mata

Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya ablasio retina. Ternyata kemunculan risiko tersebut dapat dicegah. Oleh sebab itu, mengetahui faktor risiko lepasnya saraf mata sangat penting untuk diketahui. 

  • Miopia tinggi

Pengidap miopia atau minus tinggi memiliki bentuk bola mata yang lebih panjang dari ukuran normal. Hal ini membuat Anda cenderung memiliki retina yang tipis dan lebih rentan mengalami robekan atau mengalami ablasio retina.

  • Riwayat operasi katarak

Operasi katarak melibatkan pergerakan di dalam bola mata sehingga dapat mempengaruhi retina. Selain itu, ukuran lensa yang diletakkan setelah operasi untuk mengganti lensa alami berukuran lebih kecil sehingga ketika bagian dalam bola mata mengalami getaran dapat meningkatkan risiko lepasnya saraf mata.

  • Trauma berat pada mata

Ketika terjadi trauma, seperti benturan pada area sekitar mata, dapat menyebabkan getaran yang cukup mempengaruhi bagian dalam bola mata dan dapat menyebabkan lepasnya saraf mata.

  • Riwayat ablasio retina pada mata lainnya

Jika memiliki ablasio retina pada salah satu mata, perlu diketahui penyebabnya. Jika disebabkan oleh faktor risiko minus tinggi, kemungkinan mata lainnya juga berisiko mengalami hal yang sama.

  • Riwayat keluarga dengan ablasio retina

Perlu diketahui penyebab ablasio retina pada anggota keluarga tersebut. Jika disebabkan oleh minus tinggi yang dialami oleh orang tua, kemungkinan besar anak juga memiliki ukuran bola mata yang lebih panjang dan berisiko mengalami lepasnya retina.

  • Area retina yang lemah

Hal ini jarang sekali dapat diketahui tanpa adanya pemeriksaan rutin oleh dokter spesialis mata. Biasanya area retina yang lemah secara tidak sengaja dapat diketahui ketika melakukan pemeriksaan mata rutin.

Oleh sebab itu, sangat penting untuk melakukan pemeriksaan rutin pada mata meskipun tidak mengalami keluhan.

Setiap orang yang memiliki faktor risiko saraf mata lepas seperti di atas harus melakukan pemeriksaan mata secara rutin dengan dokter spesialis mata meskipun tidak ada keluhan. Ini supaya dokter bisa segera melakukan tindakan pencegahan lebih cepat.

[RPA/AYU]

Lanjutkan Membaca ↓