Rutin Ganti Popok Dewasa agar Kesehatan Lansia Tetap Terjaga

Oleh Ayu Maharani pada 03 Dec 2019, 13:15 WIB
Sama dengan popok bayi, popok dewasa yang dipakai lansia juga harus rutin diganti agar kesehatan lansia tetap terjaga. Simak penjelasan lengkapnya di sini.
Rutin Ganti Popok Dewasa agar Kesehatan Lansia Tetap Terjaga (Foto: Ayu Maharani/Klikdokter)

Klikdokter.com, Jakarta Tak hanya bayi, orang dewasa, khususnya lansia, kadang perlu menggunakan popok. Juga seperti popok bayi, popok dewasa juga harus rutin diganti agar kesehatan lansia tetap terjaga.

Popok dewasa dibutuhkan untuk membantu kondisi medis ini

Ada beberapa kondisi yang membuat orang dewasa atau lansia dianjurkan menggunakan popok dewasa. Hal ini disebabkan adanya pembesaran prostat, kerusakan otak pasca stroke, serta inkontinensia urine

Inkontinensia urine atau ketidakmampuan dalam mengontrol buang air kecil adalah salah satu masalah kesehatan yang kerap diderita kelompok lansia. Sebetulnya kondisi ini tak hanya bisa dialami lansia, tetapi juga usia lebih muda.

Inkontinensia urine merupakan gejala lanjutan dari penyakit tertentu. Umumnya, disebabkan karena Anda melahirkan, kelemahan otot dasar panggul, pembesaran prostat, konstipasi, atau obesitas. 

Gangguan ini juga dapat muncul sebagai akibat trauma susunan saraf tulang belakang dan gangguan saraf lainnya. Orang-orang dengan aktivitas fisik yang berat, misalnya atlet dapat mengalami gangguan menahan buang air kecil.

Perhatikan ini ketika memilih dan menggunakan popok dewasa

Salah satu cara untuk membantu mengatasi kondisi inkontinensia urine adalah dengan menggunakan popok dewasa. Meski begitu, pemilihan popok dewasa jangan asal pilih. 

Anda harus perhatikan ukuran, bahan dasar, serta pastikan popok yang hendak dibeli sudah teruji secara klinis. Bila tidak, ada beberapa potensi dampak negatif, meliputi iritasi kulit, infeksi saluran kencing, dan ulkus kulit.

Selain itu, popok dewasa juga harus diganti secara rutin. Bila kebersihan tidak terjaga, ada beberapa penyakit yang bisa timbul, misalnya penyakit kulit. Apabila lansia atau orang yang merawatnya tidak rutin mengganti popok yang telanjur lembap, bukan tak mungkin kondisi kesehatannya justru menurun.

Berangkat dari potensi tersebut, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan popok dewasa Confidence mewujudkan kampanye untuk menjaga kebersihan lansia dengan rutin mengganti popok yang dipakai. Kampanye tersebut menjadi salah satu sesi dalam acara Fun Walk IDINESIA di Pintu 5 Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, pada hari Minggu (24/11) lalu.

Dengan mengganti popok dewasa secara teratur setiap hari, lansia akan terhindar dari iritasi kulit dan masalah kesehatan lainnya. Bila lansia pemakai popok sudah mulai pikun atau memiliki keterbatasan dalam bergerak, peran keluarga atau orang yang merawatnya sangat dibutuhkan.

Kerja sama antara IDI dan Confidence juga bertepatan dengan diluncurkannya Confidence Day & Night. Head of Marketing Confidence Adult Care, Nirma Sofiawati mengatakan dengan adanya perekat khusus pada produk baru tersebut, pengguna akan merasa nyaman siang dan malam meski sedang memakai popok.

“Kerja sama yang kami lakukan bersama IDI bertujuan mengajak masyarakat, khususnya caregiver atau perawat, untuk mulai menjaga kesehatan dan kebersihan lansia dengan mengganti popok secara rutin. Popok dewasa diganti minimal 3 kali dalam sehari. Saat siang, ganti 2 kali, sedangkan malam, ganti 1 kali,” jelas Nirma. 

Seperti yang sempat disinggung di atas, Nirma juga mengungkapkan, pemilihan jenis dan kualitas popok dewasa perlu diperhatikan. Berdasarkan riset pasar dan masukan, aktivitas dan kebutuhan lansia pada siang dan malam hari berbeda, sehingga diperlukan popok yang dapat meng-handle kondisi tersebut, yakni Confidence Day & Night.

Di sisi lain, dr. Daeng M. Faqih, S.H., M.H., selaku Ketua IDI mengatakan, dibutuhkan komitmen teguh dari pendamping untuk memberi perhatian maksimal kepada lansia. Khususnya dalam hal menjaga kebersihan. 

“Sejak 2015, populasi masyarakat dengan usia di atas 60 tahun meningkat hampir 2 kali lipat dari 12 persen menjadi 22 persen. Sebagian besar dari mereka berada di negara berkembang seperti Indonesia ini. Meski jumlahnya banyak, sayangnya, masih sedikit sekali lansia yang memiliki kualitas atau tingkat kesehatan yang baik,” pungkas dr. Daeng. 

Karena itulah, IDI ingin meningkatkan kewaspadaan masyarakat mengenai pentingnya menjadi lansia yang sehat, baik secara fisik maupun mental. Salah satu caranya adalah dengan menjaga kebersihan, dalam hal ini rutin mengganti popok dewasa yang dipakai lansia.

Komitmen Confidence bersama IDI diharapkan terus berjalan agar kesehatan lansia tetap terjaga. Salah satunya adalah lewat pemilihan dan penggunaan popok dewasa yang benar. Dengan begitu, pengguna popok dewasa akan terbantu dan caregiver tak perlu khawatir akan gangguan kesehatan lansia. 

(RN/AYU)